Warga Madura yang Mengungsi 27.000-an

Pengantar
Stadion Syarif Abdulrachman Pontianak menjadi lokasi pengungsi 27.000-an korban konflik etnis Sambas. Sungguh tragedi kemanusiaan yang tak boleh terulang lagi! (KSP)

KOMPAS
Senin, 29 Mar 1999
Halaman: 23
Penulis: KSP/JAN

WARGA MADURA YANG MENGUNGSI 27.000-AN
* Komnas HAM Tiba di Pontianak

Pontianak, Kompas
Sekitar 200 warga Madura yang saat ini mengungsi di Pontianak
(Kalbar), hari Minggu (28/3) melakukan shalat Ied memperingati Idul
Adha di halaman Stadion Syarif Abdulrachman Pontianak. Mereka
merupakan bagian dari 27.783 pengungsi asal Kabupaten Sambas yang
sejak pekan lalu berangsur-angsur tiba di Pontianak dan kota lain
di Kalbar, menyusul kerusuhan sosial yang melibatkan dua etnik.

Menurut Asisten I Sekwilda Pemda Kalbar Ibrahim Salim di
Pontianak, dari 27.783 pengungsi tersebut, 20.782 orang mengungsi ke
Pontianak dan ditempatkan di 10 lokasi, sedangkan 7.001 orang lainnya
masih di Kabupaten Sambas. Mereka diungsikan ke empat lokasi
berturut-turut Markas Kompi A dan B Batalyon Infantri 641 Beruang di
Sambas dan Pemangkat, Pangkalan TNI AU di Sanggauledo dan kantor PMI
Singkawang.

Sekitar 1.400 orang pengungsi warga Madura ini, kata Ibrahim
Salim, sudah meminta izin pulang ke kampung asal dengan biaya sendiri.
“Sebanyak 18 orang sudah membeli tiket kapal dan berangkat hari Senin
besok (hari ini-Red). Sepanjang itu keinginan mereka sendiri,
terserah. Tetapi Pemda Kalbar sendiri belum memutuskan apakah para
pengungsi itu akan dikembalikan ke Madura,” jelasnya.

Mengenai jumlah korban tewas dalam kerusuhan sosial tersebut
tercatat sekurang-kurangnya 186 orang. Tetapi kemungkinan angka korban
masih lebih besar, mengingat ada yang langsung dikubur atau tidak
terdata. Sedangkan rumah yang dibakar tercatat 2.324 buah dan dirusak
161 rumah.

Komnas HAM
Sementara itu, Wakil Ketua I Komisi Nasional Hak Asasi Manusia
(Komnas HAM) Bambang W Soeharto dan anggota Mayjen TNI (Purn) Sugiri
Minggu petang tiba di Pontianak. Mereka sempat mengunjungi pengungsi
dan melihat kondisi kesehatan pengungsi.

Menurut Bambang Soeharto, kedatangan Komnas HAM ke Kalbar
tidak terlambat. “Kami sudah memantau konflik etnis di Sambas sejak
peristiwa ini terjadi,” katanya. Komnas HAM ingin melihat apakah dalam
konflik antaretnis di Sambas terjadi pelanggaran HAM. “Data yang
diperoleh sementara adalah terjadinya konflik horizontal,” ujarnya.

Selain itu, kata Bambang, Komnas HAM juga ingin mengetahui akar
persoalan kerusuhan di Sambas, serta apa yang dilakukan Pemda dan
aparat keamanan Kalbar beserta jajarannya.

Menurut Satgas Penerangan Kerusuhan Sambas Letkol (Pol) HC Tukimin
di Singkawang, aparat telah menyita 444 pucuk senjata api rakitan,
1.911 senjata tajam berbagai jenis, delapan toples bubuk mesiu, 51
tabung peluru kecil, 405 butir peluru timah, 35 butir peluru gotri,
79 pipa besi, 207 peluru standar ABRI, 19 peluru bomen buatan
Malaysia, 13 bom molotov, serta 500 busur dan anak panah.

Laporan terakhir menyebutkan, tim Komnas HAM hari Minggu malam
mengadakan pertemuan khusus dengan unsur Muspida Kalbar, bertempat
di ruang rapat Gubernur Kalbar, di Pontianak. Selain Gubernur Aspar
Aswin, juga hadir Komandan Korem Kolonel (Inf) E Kadarusman, dan
Kapolda Kolonel (Pol) Chairul Rasjid. Di antara para pejabat ini
tampak pula Komandan Polisi Militer Kodam VI/Tanjungpura Kolonel
CPM Rijanto.

Kepada tim Komnas HAM Komandan Korem maupun Kapolda Kalbar, secara
bergantian memaparkan situasi Kalbar, khususnya Sambas, pascakerusuhan
sosial yang disebut-sebut antaretnis Melayu dan Madura. Disampaikan
pula penanganan para pengungsi di berbagai tempat. (ksp/jan)

Foto:
Kompas/ksp
PENGUNGSI – Pengungsi korban kerusuhan sosial di Sambas (Kalbar),
tercatat 27.000-an orang, sebagian besar kini berada di Pontianak.
Mereka berdesak-desakan di atas perahu tradisional yang melewati
Sungai Sambas Besar. Para pengungsi tersebut antara lain berasal
dari Sedoyan, Kecamatan Sijangkung, Kabupaten Sambas, yang menuju
Pontianak Jumat pekan lalu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s