Polres Sambas Diserang

Pengantar
Saya masih ingat bagaimana ketika itu ratusan orang bersenjata api rakitan dan panah, “menyerang” markas Polres Sambas di Singkawang. Dengan mobil dinas Rocky, saya menyetir sendiri berkeliling wilayah Sambas. Dalam perjalanan ke Singkawang, iring-iringan massa mencoba “naik” di atas mobil. Saya cuma berdoa semoga mereka tidak menganggu saya. Ketika tembakan aparat keamanan terdengar, massa berhamburan turun. Sungguh pengalaman mendebarkan! (KSP)

KOMPAS
Selasa, 06 Apr 1999
Halaman: 18
Penulis: KSP

POLRES SAMBAS DISERANG
* 58 Tersangka Diamankan
Singkawang, Kompas

Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Sambas di Singkawang (Kalbar),
Senin (5/4) petang pukul 16.00, diserang oleh sekitar 200 orang.
Mereka bermaksud membebaskan 20 rekannya yang ditahan polisi dalam
kerusuhan pagi sebelumnya. Namun berkat kesigapan aparat, keadaan
lebih buruk bisa dihindari. Petang itu pula, sebagian penyerang
berhasil diamankan.

Kepala Kepolisian Daerah Kalbar Kolonel (Pol) Chaerul Rasjid
dan Komandan Korem 121 Kalbar Kolonel (Inf) Encip Kadarusman di
Singkawang mengatakan, tindakan massa itu sudah menjurus anarkis. Oleh
karena itu mereka harus ditindak tegas. Kejadian di Singkawang ini
merupakan buntut kerusuhan di Sambas dan kota-kota sekitarnya empat
pekan terakhir. Kerusuhan itu menelan korban tewas sekurang-kurangnya
200 orang, dan 30.000 lainnya mengungsi.

Menurut Kapolda, selain mengamankan 58 orang (termasuk 20 orang
yang ditahan lebih dulu), pihaknya juga menyita sembilan senjata api
rakitan, 34 senjata tajam berbagai jenis, 30 tombak, 60 anak panah, 12
katapel, 45 peluru penabur, dan lima peluru bomen, 12 peluru standar
ABRI, satu ons bubuk mesiu, dan sembilan bom molotov.

Suasana Kota Singkawang sendiri hingga semalam masih mencekam.
Toko-toko tutup sejak pagi. Sebagian toko-toko di kota kecil di
Semudun dan Sungaikunyit di perbatasan Sambas-Mempawah, juga
ikut-ikutan tutup.

Penyerangan massa ke Kota Singkawang Senin subuh itu dilakukan
massa dari luar Singkawang, yaitu dari Tebas, Pemangkat, dan Selakau.
Penyerangan dilakukan ke tiga kelurahan, berturut-turut Sungaiwi,
Sungaibulan, dan Bukitbatu, semuanya masih di dalam Kota Singkawang.
Jumlah warga Madura yang diungsikan dari Kota Singkawang tercatat
415 orang. Mereka dibawa ke gedung Sekolah Calon Tamtama Pasirpanjang,
Kecamatan Tujuhbelas, Kabupaten Sambas.

Dibakar
Menurut laporan, sedikitnya 18 rumah warga Madura dibakar massa
sepanjang hari Senin. Mereka juga mencegat kendaraan yang lewat di
daerah Sungaiwi menjelang masuk Kota Singkawang.

Bus yang mengangkut 51 pengungsi warga Madura dari Kecamatan
Paloh, Minggu malam dilaporkan diserang massa. Dalam insiden itu, dua
orang luka-luka akibat serpihan kaca yang pecah terkena lemparan
tombak dan batu. Namun bus lolos dari hadangan massa dan tiba di
Pontianak, Minggu malam.

Keterangan yang dihimpun Kompas menyebutkan, massa mulai membakar
rumah warga Madura di Kota Singkawang sejak pukul 02.00 Senin dini
hari, antara lain di daerah Sekiplama, Sungaiwi, Kuala dan
Sungaigaram. Petugas keamanan tampak sibuk menjaga perkampungan warga Madura di Kota Singkawang. Jumlah warga Madura yang tinggal di kota
itu sekitar 2.000 orang.

Dalam insiden pelemparan terhadap bus yang membawa pengungsi ke
Pontianak, seorang penumpang bus, Sakroni (40) warga Desa Setinggak,
Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, menuturkan, bus bermuatan 51 orang
itu dicegat puluhan orang bersenjata ketika melintas di daerah Sinam,
Tanjungbatu, Pemangkat, menjelang magrib hari Minggu.

Menurut Sakroni, massa mencoba menghadang bus carteran itu dengan
menaruh meja, drum, dan kayu di tengah jalan. Namun pengemudi bus
langsung tancap gas. Bus tetap dikejar empat sepeda motor bermuatan
delapan orang, hingga di Selakau.

Setelah melihat aparat keamanan berjaga-jaga di Selakau, motor
yang mengejar bus memutar arah dan membiarkan bus lolos. Dua
penumpang, seorang di antaranya, Fuadi (25) yang duduk di dekat
jendela, luka-luka kena serpihan kaca yang pecah akibat dilempari
tombak dan batu.

Isu-isu akan terjadi kerusuhan juga menyebar ke daerah Sungaiduri.
Akibatnya hampir semua toko di kota kecamatan di pesisir utara Kalbar
itu tutup sejak pagi. “Kami mendapat kabar akan terjadi kerusuhan di
sini,” kata Herman, warga Sungaiduri. (ksp)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s