Pilihan untuk Pengungsi

Pengantar
Konflik sosial hanya membuahkan penderitaan berkepanjangan, terutama bagi mereka yang tidak tahu-menahu persoalan awal, tapi harus menerima getahnya. Mereka tercabut dari akarnya, harus mengungsi ke daerah baru. Jangan sampai terjadi lagi peristiwa kelam seperti ini. (KSP)

KOMPAS
Senin, 05 Apr 1999
Halaman: 23
Penulis: JAN/KSP/YAS

PILIHAN UNTUK PENGUNGSI
Pontianak, Kompas

Untuk mempersiapkan penanganan fisik pascakerusuhan Sambas,
Pemda Kalbar hari Sabtu (3/4) menawarkan empat pilihan kepada para
pengungsi. Pilihan yang diajukan melalui angket itu adalah
bertransmigrasi keluar Kalbar, kembali ke Sambas, pulang ke Madura,
atau direlokasi ke kabupaten lain dalam wilayah Kalbar.

Wakil Gubernur Kalbar Syarifuddin Lubis mengatakan, empat
pilihan itu merupakan aspirasi yang berkembang di kalangan
pengungsi. Angket ini disebarkan ke seluruh pengungsi warga Madura
yang berada di lokasi pengungsian dan di rumah perorangan di
Pontianak dan Sambas. Tujuannya adalah mendapatkan data dan masukan
guna mempersiapkan program yang lebih matang.

Namun Lubis mengingatkan, dalam menentukan pilihan, pengungsi
harus mempertimbangkannya secara matang, arif, dan manusiawi.
Artinya, tempat yang dipilih harus betul-betul diyakini lebih aman,
nyaman dan tenang bukan hanya sekarang, tetapi juga waktu mendatang.

“Dengan begitu masa depan baru yang ingin ditata pascakerusuhan
sosial kali ini tak lagi mengalami kehancuran yang sama di waktu
mendatang,” katanya.

Di 11 lokasi pengungsian di Pontianak tercatat 12.538
pengungsi, sedangkan di enam lokasi pengungsian di Sambas tercatat
8.587 orang, seluruhnya 21.125 orang. Ini belum termasuk sekitar
6.000 orang pengungsi yang ditampung di rumah penduduk. Jumlah
pengungsi di Kota Pontianak kini berkurang karena sebagian sudah
berangkat ke Madura. Menurut Kepala Pelaksana Pengamanan Pelabuhan
Laut Pontianak, Kapten (Pol) Sadi, sedikitnya sudah 5.000 orang
bertolak ke Madura dengan kapal laut atas biaya sendiri.

Sementara itu, Gubernur Sultra Kaimoeddin, Sabtu lalu
mengatakan, program penanggulangan pengungsi dari Ambon di Buton
membutuhkan dana sekitar Rp 40 milyar. Dana itu untuk program
penanggulangan darurat-1 (sangat mendesak), darurat-2 (mendesak),
dan program lanjutan terpadu dalam bentuk transmigrasi.
(jan/ksp/yas)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s