"Pabrik" Senjata Api Rakitan Digerebek

KOMPAS
Jumat, 30 Apr 1999
Halaman: 22
Penulis: KSP

“PABRIK” SENJATA API
RAKITAN DIGEREBEK

Pontianak, Kompas
Sebuah rumah yang digunakan sebagai “pabrik” senjata api rakitan
di Desa Semelagi Besar, Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas (Kalbar)
hari Kamis (29/4) subuh digerebek polisi. Dalam penggerebekan itu,
polisi menahan 20 orang, juga menyita 20 senjata api rakitan berikut
alat-alat pembuatannya, peluru dan mesiu.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalbar Kolonel (Pol) Chaerul
Rasjid menegaskan, jajaran aparat keamanan tetap bertindak tegas,
melakukan sweeping ke permukiman penduduk yang diduga menyimpan
senjata. “Mereka yang kedapatan membawa dan menyimpan senjata,
dikenakan undang-undang darurat dengan hukuman maksimal 10 tahun,”
tandas Chaerul.

Sejak Rabu malam hingga Kamis subuh, aparat keamanan melakukan
lima kali sweeping ke sejumlah permukiman penduduk di Desa Sungaidaun,
Semelagi Besar, Setapuk Besar. Aparat menyita 20 senjata api rakitan
jenis bomen dan lantak, serta 34 senjata tajam berbagai jenis. Juga
puluhan peluru dan mesiu.

Aparat keamanan juga menyita peralatan untuk membuat senjata api
rakitan, dari tabung gas untuk las, mesin bor listrik, mesin gerinda
listrik, pipa besi, popor senjata, pelengkapan las karbit.

Relokasi jalan terus
Sementara itu Gubernur Kalbar Aspar Aswin menegaskan, masalah
relokasi pengungsi Sambas adalah tanggung jawab dia selaku gubernur.
Jadi kalau ada pihak-pihak yang menyatakan keberatan akan relokasi,
itu hak mereka. Tetapi keputusannya dan pelaksanaannya tetap pada
Pemda Kalbar.

“Masyarakat Tebangkacang memang sebelumnya belum menerima
kedatangan pengungsi asal Sambas. Tetapi ‘kan sekarang sudah welcome.
Jadi program relokasi ke Tebangkacang dan Padangtikar tetap
dilaksanakan. Tidak ada penundaan, dan malah mulai hari ini
(Kamis-Red), sudah mulai dilaksanakan pembangunan barak-barak
pengungsi,” jelas Aswin.

Satu barak dapat menampung 40 kepala keluarga atau sekitar 200
jiwa. Pada tahap awal akan dibangun 10 barak dengan kapasitas 2.000
orang. Pengerjaan barak itu dilakukan oleh para pengungsi itu sendiri
dengan konsultan Pemda Kalbar. (ksp)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s