Mendesak, Penanganan Pengungsi Sambas

Pengantar
Nasib pengungsi Sambas sangat memprihatinkan. Isu yang meresahkan warga, menyebabkan suasana kota mencekam. (KSP)

KOMPAS
Rabu, 31 Mar 1999
Halaman: 8
Penulis: KSP/JAN

MENDESAK, PENANGANAN PENGUNGSI SAMBAS
Pontianak, Kompas
Kepala Kepolisian RI Jenderal (Pol) Roesmanhadi menegaskan,
jam malam bisa saja diberlakukan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat,
menyusul merebaknya isu akan terjadi kerusuhan di kota itu. Namun
Kapolri menambahkan, pemberlakuan jam malam belum diputuskan, masih
melihat situasi dan perkembangan di lapangan.

“Yang terpenting, warga Pontianak harus tetap mewaspadai
isu-isu yang beredar. Masyarakat jangan mudah terpancing isu, dan
tokoh-tokoh lokal hendaknya membantu meredam isu,” tandas Roesmanhadi
dalam dialog dengan tokoh masyarakat multi-etnis di Markas Polda
Kalbar di Pontianak, Selasa (30/3).

Sementara itu, dua rombongan berbeda dari Jakarta tiba di
Pontianak Selasa pagi, yaitu tim DPR RI yang dipimpin Fatimah Achmad
dan tim Kesra Eselon I yang dipimpin Asisten Menko Kesra dan Taskin,
Burhanuddin. Keduanya datang ke Kalbar untuk mengumpulkan data dan
informasi mengenai kerusuhan di Kabupaten Sambas.

Dalam dialog dengan Kapolri, tokoh Melayu setempat, Syarif
Mansyur Alkadrie, mengusulkan agar polisi memberlakukan jam malam
mengingat suasana malam hingga menjelang pagi di Pontianak sangat
mencekam. “Sudah banyak warga yang membawa-bawa senjata tajam,”
kata Ketua RW di Kelurahan Batulayang, Pontianak Utara.
,
Ketua Ikatan Keluarga Madura (Ikamra) Kalbar, Sulaiman
menegaskan, isu-isu akan adanya serangan balik dihembuskan oleh orang
tak bertanggung jawab. “Saya sudah minta kepada masyarakat Madura
untuk tidak berbuat rusuh di Pontianak,” kata Sulaiman. Dia juga
berharap masyarakat Madura asal Sambas yang sekarang mengungsi dapat
kembali bermukim di tempat asalnya.

Jumlah warga Madura yang mengungsi tercatat 28.227 orang
(terdiri 20.817 di Pontianak dan 7.410 di Sambas). Ini belum termasuk
sekitar 6.000 warga yang mengungsi di rumah-rumah perorangan.
Sedangkan jumlah pengungsi yang kembali ke Pulau Madura sudah lebih
1.000 orang. Sebagian menggunakan kapal penumpang dengan biaya
sendiri, sebagian lagi menumpang kapal garam dan kapal pengangkut
sapi.

Individu dan kelompok
Tokoh Madura di Pontianak, Hambali, mengatakan tidak rela jika
konflik individu Madura harus melibatkan kelompok etnik secara
keseluruhan. Masalah pribadi diselesaikan secara pribadi, dan tidak
membawa-bawa etnik seperti yang terjadi selama ini. “Konflik
antarindividu harus diselesaikan segera dan tuntas oleh aparat agar
tidak berlarut-larut menjadi konflik antaretnik,” katanya.

Fresh Lande yang mewakili warga Sulsel di Kalbar mengusulkan
agar pemerintah segera mengambil keputusan penyelesaian masalah
pengungsi warga Madura, karena tak mungkin menempatkan mereka
seterusnya di pengungsian. “Di Kalbar saat ini terdapat 1,5 juta
hektar hutan gundul. Pemda bisa menyediakan 40.000-50.000 hektar
untuk sekitar 30.000 pengungsi. Jangan tanyakan status hukum tanah
itu, karena ini masalah darurat,” usul Lande.

Menurut laporan terakhir, evakuasi pengungsian dari Kabupaten
Sambas ke Pontianak, sejak Selasa dihentikan mengingat tak ada lagi
gedung atau gudang di Pontianak dan kawasan sekitarnya yang bisa
dijadikan tempat penampungan pengungsi. Demikian informasi yang
diperoleh di Posko Pemda Sambas di Singkawang.

Untuk mengatasi kesulitan tempat penampungan itu, kini
dibangun 35 barak di kawasan Pasirpanjang, Kecamatan Tujuhbelas,
Kabupaten Sambas, dengan daya tampung 400 jiwa per barak.
Jumlah warga Madura yang masih ditampung di aula Kompi A 641
Sambas sebanyak 5.494 jiwa, dan di Pangkalan Lanud Sanggauledo 1.431
jiwa. Khusus penampungan di Kompi A Sambas daya tampungnya hanya
sekitar 200 jiwa.

“Oleh karena itu sangat tidak manusiawi kalau pengungsi yang
tinggal di situ harus terus menderita dalam ruang yang begitu sempit,”
kata Komandan Korem 121/ABW, Kolonel (Inf) E Kadarusman. (ksp/jan)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s