Korban Kerusuhan Sambas Terima Kompor dan Sarung

Pengantar
Salah satu kepedulian Kompas dan pembacanya adalah memperhatikan korban konflik sosial ini. Saya mendapat tugas untuk membeli banyak kompor agar keluarga pengungsi dapat memasak. Salah satu tanggung jawab sosial Kompas. (KSP)

KOMPAS
Kamis, 06 May 1999
Halaman: 11
Penulis: JAN/KSP

KORBAN KERUSUHAN SAMBAS TERIMA KOMPOR DAN SARUNG
Pontianak, Kompas
Kompor dan sarung, termasuk dua barang yang diminati oleh korban
kerusuhan Sambas yang mengungsi di Pontianak. Beruntung, pembaca
Kompas tidak keberatan memberikan bantuannya dalam bentuk barang-barang yang diminati para pengungsi tersebut.

Penuturan Ny Usu (35) misalnya, “Sudah dua bulan di pengungsian,
terpaksa memasak dengan menggunakan kayu bakar. Saya harus menunggu
lama agar masakan matang, tidak secepat memasak dengan menggunakan
kompor.” Ibu yang mengungsi dengan suami dan enam anaknya itu semula
merupakan warga Desa Sempadian, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas.
Kini ia dan keluarga tinggal di pengungsian di Kecamatan Pontianak
Utara, Kodya Pontianak.

Hal serupa dikisahkan Ny Sanirah (17), sebelumnya tinggal di Desa
Pemangkat Kota, Kecamatan Pemangkat. Sedangkan Cholil (62), warga Desa
Tebas, Kecamatan Tebas menerima bantuan berupa sarung.
Ny Usu, Ny Sanirah, dan Cholil, hanyalah tiga dari ratusan pengungsi
korban kerusuhan Sambas yang pada hari Selasa (4/5) menerima bantuan
kompor dan sarung dari pembaca Harian Kompas.

Bantuan terdiri dari tiga belas lusin atau 156 kompor senilai Rp
5.150.000, enam ratus lembar sarung senilai Rp 5 juta, serta uang
tunai Rp 5 juta yang akan dibelikan bahan makanan pokok bagi pengungsi
korban kerusuhan Sambas.

Penyerahan bantuan dilakukan Koordinator Wartawan Kompas untuk
wilayah Kalimantan, Robert Adhi Kusumaputra, diterima Ketua Ikatan
Keluarga Madura (Ikamra) Kalbar, HM Sulaiman, di lokasi pengungsian
di Jl Kebangkitan Nasional, Pontianak Utara, Kodya Pontianak. Hadir
sejumlah pengurus Ikamra Kalbar dan para pengungsi. Jumlah pengungsi
warga Madura di Pontianak sekitar 22.000 jiwa, dan 10.000 di antaranya
menumpang di rumah-rumah perorangan. (jan/ksp)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s