Keluarga Madura Dukung Keputusan Gubernur

KOMPAS
Kamis, 22 Apr 1999
Halaman: 15
Penulis: JAN/KSP/ETA

KELUARGA MADURA DUKUNG KEPUTUSAN GUBERNUR
Pontianak, Kompas
Ikatan Keluarga Madura (Ikamra) Kalimantan Barat mendukung
keputusan Gubernur Aspar Aswin yang menyediakan tempat relokasi bagi
pengungsi kerusuhan Sambas ke kawasan Tebangkacang dan Padangtikar,
semuanya di wilayah Kabupaten Pontianak. Namun para pengungsi yang
kini kembali ke Madura menolak ditempatkan di tempat yang baru itu.
Mereka tetap menginginkan kembali ke Sambas, karena daerah itu
dianggap paling cocok untuk pertanian.

Ketua Ikamra Kalbar, H Sulaiman menjawab Kompas, Rabu (21/4)
petang mengatakan, “Itu kebijakan yang sangat kami hargai, dan kami
percayakan sepenuhnya kepada Pemda untuk merealisasikannya,” katanya.
Ikamra sendiri sudah berkoordinasi dengan warga Madura asal Sambas di
pengungsian, dan pada umumnya mereka menerima keputusan Pemda Kalbar
itu.

Di daerah Tebangkacang, kata Sulaiman, sudah bermukim sekitar
4.000 warga Madura sejak 50 tahun silam. “Di sana masih banyak lahan
yang belum tergarap. Sangat baik untuk pertanian dan perkebunan,”
ungkapnya.

“Semangat hidup saya sekarang sudah tumbuh kembali. Karena saya
yakin tempat yang baru ini akan membuat hidup kami lebih tenang, aman
dan nyaman. Itu yang sangat saya dambakan selama ini,” ujar Ny Rohaya
(53), pengungsi asal Desa Sempadan, Kecamatan Sambas, kepada Kompas,
Rabu.

Pengungsi yang akan direlokasi ke Tebangkacang dan Padangtikar
adalah mereka yang kini berada di lokasi pengungsian di Pontianak
(12.300 orang) dan sekitar Singkawang (Pasirpanjang dan Bokmakong)
sekitar 8.000 orang. Sedangkan pengungsi yang ditampung di rumah-rumah
perorangan jumlahnya sekitar 10.000 orang. Pengungsi asal Sambas yang
kembali ke Pulau Madura sekitar 4.000 orang. “Mereka yang ke Pulau
Madura sifatnya hanya sementara,” kata Sulaiman.

Gubernur Aspar Aswin menjelaskan, di lokasi pemukiman yang baru,
setiap kepala keluarga (KK) dibagikan gratis sebuah rumah berikut
lahan pekarangan seperempat hektar dan satu hektar untuk lahan
pertanian. Selain itu disediakan berbagai fasilitas umum seperti
sekolah, Puskesmas, dan kantor pemerintah lainnya.

Surabaya
Sementara itu, pengungsi Sambas yang kini berada di Madura kurang
setuju jika dimukimkan di Pulau Padangtikar dan Tebangkacang.
Pengungsi tetap ingin kembali ke Kabupaten Sambas, karena daerah ini
dianggap paling cocok untuk lahan pertanian.

Ketua Lembaga Kemanusiaan Musibah Sambas (LKMS), H Nilam
mengungkapkan keberatan pengungsi itu di Surabaya, Rabu (21/4).
Berkaitan dengan relokasi tadi, sejumlah tokoh Madura seperti M Noer
(mantan gubernur Jatim), Rahmad Saleh (mantan Menteri Perdagangan),
dan Sudirman berencana menemui Presiden BJ Habibie di Jakarta, Jumat
besok. (jan/ksp/eta)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s