Evakuasi Pengungsi Sambas Tanpa PHH

Pengantar
Setelah insiden Singkawang yang menewaskan 11 warga setempat, Pasukan Anti Huru Hara menolak kehadiran pasukan bersenjata. (KSP)

KOMPAS
Selasa, 13 Apr 1999
Halaman: 8
Penulis: KSP/ETA

EVAKUASI PENGUNGSI SAMBAS TANPA PHH
* Gubernur Jatim-Kalbar Bahas Pengungsi di Jakarta
Sambas, Kompas
Evakuasi sekitar 5.000 pengungsi warga Madura dari markas Kompi
“A” Batalyon Infantri 641 Beruang di kota Kecamatan Sambas (sekitar
80 km dari Kota Singkawang) menuju barak di Pasirpanjang, Kecamatan
Tujuhbelas, Senin (12/4), dikawal warga Melayu dan Dayak, serta
petugas keamanan lokal.

Hal ini karena masyarakat Kabupaten Sambas menolak kehadiran
pasukan antihuru-hara (PHH) dan pasukan penindak rusuh massal (PPRM)
yang berasal dari luar Kalbar, me-nyusul terjadinya insiden penembakan
di Desa Sungaigaram, Kecamatan Tujuhbelas, Rabu pekan lalu, yang
menewaskan belasan orang.

Kepala Kepolisian Daerah Kalbar Kolonel (Pol) Chaerul Rasjidi
menyatakan, semua anggota PPRM dan PHH yang diterjunkan ke Kabupaten
Sambas, sejak Senin ditarik ke Singkawang, ibu kota kabupaten itu.
Menurut Kapolda, keinginan masyarakat Melayu dan Dayak di
Kabupaten Sambas untuk mengamankan sendiri wilayahnya, harus dihargai.

Karena itu kesepakatan yang sudah dibuat, bahwa evakuasi sekitar 5.000
pengungsi warga Madura dari markas Kompi Yonif 641 Sambas ke barak
Pasirpanjang dikawal oleh warga Melayu dan Dayak.

Evakuasi sekitar 5.000 warga Madura dari Kompi 641 Sambas mendesak
dilakukan karena sudah banyak pengungsi, khususnya anak-anak, yang
menderita diare dan muntaber. Jika mereka tidak segera diungsikan,
dikhawatirkan keluarga prajurit yang tinggal di sekitar markas kompi,
akan terjangkit penyakit yang sama.

Menurut petugas Pokso Pemda Kabupaten Sambas, evakuasi pengungsi
itu berjalan aman dan tertib, karena sesuai kesepakatan, pengungsi
akan dijamin keamanannya dan tidak akan diganggu ketika melintas di
jalan raya antara Sambas-Tebas-Pemangkat-Selakau-Singkawang. Evakuasi
akan berlangsung hingga Selasa ini.

Jatim
Pemerintah Daerah Jatim kini menampung pengungsi dari Sambas
di GOR Bangkalan, Madura. Dalam rangka koordinasi menyangkut nasib
pengungsi Sambas, Gubernur Jatim dan Gubernur Kalbar akan bertemu
di Jakarta, Selasa ini.

Gubernur Imam Utomo di Surabaya mengatakan, baik Pemda Jatim
maupun Pemda Kalbar tengah berupaya mencari langkah penanggulangan
pengungsi Madura dari Sambas. Salah satu langkah yang ditempuh adalah
mentransmigrasikan warga Madura dari Sambas ke wilayah Kalimantan
lainnya di luar Kalbar.

Hingga saat ini, hampir 3.000 warga Madura dari Kalbar telah
tiba di Jatim. Para pengungsi itu umumnya ditampung oleh keluarga
masing-masing. Pemda Jatim telah mengirim surat ke Pemda Kalbar
agar tidak mengizinkan warga Madura meninggalkan Kalbar. (ksp/eta)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s