Anggaran Relokasi Pengungsi Sambas Rp 5 Miliar

KOMPAS
Jumat, 18 Jun 1999
Halaman: 18
Penulis: KSP

ANGGARAN RELOKASI PENGUNGSI SAMBAS RP 5 MILYAR
Pontianak, Kompas
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalbar, Ir Said Djafar, menyatakan
tak ada niat instansinya untuk “memproyekkan” pengungsi Sambas.
Penunjukan BUMN sebagai kontraktor untuk mengerjakan pembangunan barak pengungsi di Tebangkacang, didasarkan pada peraturan karena situasinya darurat sehingga tak mungkin ditenderkan.

Menurut Djafar yang ditemui Kompas Kamis (17/6), instansinya
tidak tertutup dalam penanganan pengungsi Sambas. Anggaran pemerintah
pusat yang diterima Dinas PU Kalbar untuk menangani pengungsi Sambas
senilai Rp 5 milyar. Namun untuk soal pengairan, anggarannya Rp 6,5
milyar akan ditangani instansi lain.

Anggaran Rp 5 milyar itu, ungkap Djafar, dialokasikan untuk
penanganan pengungsi Sambas yang ada di Pontianak dan Pasirpanjang
(Sambas), termasuk membangun 10 barak, gudang, pos polisi, pos
kesehatan, tempat ibadah, serta menyediakan sarana air bersih,
drainase, sanitasi dan mandi-cuci-kasus (MCK) di kawasan relokasi di
Tebangkacang (Kabupaten Pontianak).

“Barak-barak pengungsi di Tebangkacang itu bukan permanen
sehingga untuk membangunnya tidak dibutuhkan keahlian khusus,” kata
Djafar. Saat ini 10 barak yang sudah selesai dibangun menjadi mubazir
karena hanya ditempati 19 kepala keluarga (KK). Padahal kapasitas
barak di Tebangkacang itu untuk 400 KK atau sekitar 2.000 orang.
Djafar menyayangkan hal ini karena uang itu uang rakyat.

Ia mengaku sudah memberi kesempatan kepada pengungsi Sambas
untuk terlibat dalam pembangunan barak, namun ia menyatakan tak
pernah berjanji memberi upah Rp 20.000-Rp 30.000/hari untuk tukang
dan Rp 40.000/hari untuk kepala tukang.

“Saya hanya mengatakan, untuk pembangunan barak akan digunakan
penduduk setempat dan pengungsi dengan komposisi satu banding empat.
Tetapi ternyata pengungsi yang datang ke Tebangkacang hanya 18 orang,
sehingga kami mau tak mau memanfaatkan penduduk lokal,” kata Djafar.
Seperti diberitakan, Ikatan Keluarga Madura (Ikamra) Kalbar melalui
ketuanya HM Sulaiman menuding Pemda Kalbar tidak sensitif menangani
masalah pengungsi Sambas. (ksp)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s