Pengungsi Dipindahkan ke Sambas

Pengantar
Ratusan pengungsi yang sebelumnya berada di Mapolsek Tebas, dipindahkan ke Mapolres Sambas di Singkawang. Sementara jumlah rumah yang dibakar terus bertambah. (KSP)

KOMPAS
Kamis, 25 Feb 1999
Halaman: 11
Penulis: KSP

PENGUNGSI DIPINDAHKAN KE SAMBAS
Tebas, Kompas
Ratusan warga yang mengungsi di Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek)
Tebas, Kabupaten Sambas, hari Rabu (24/2) dipindahkan ke Markas
Kepolisian Resor (Mapolres) Sambas di Singkawang, Kalbar. Mereka
diangkut dengan dua truk polisi dan dikawal anggota Brimob. Kepindahan
itu untuk mencegah terulangnya penyerangan Mapolsek oleh massa pada
hari sebelumnya.

Sementara itu situasi kota Kecamatan Pemangkat dan Tebas,
berangsur-angsur normal. Angkutan umum mulai beroperasi dan jalan raya
yang menghubungkan Singkawang-Pemangkat-Tebas-Sambas mulai ramai.
Toko-toko di Selakau, Pemangkat dan Tebas juga mulai buka, meski belum
semuanya.

“Kalau tidak dipindahkan segera, massa tetap terpancing menyerang
Mapolsek ini. Saya sudah perintahkan semua anggota untuk tembak di
tempat kepada perusuh,” tandas Kapolda Kalbar Kolonel (Pol) Chaerul
Rasjid di Tebas, Rabu siang.

Jumlah pengungsi yang dipindahkan ke Sambas sebanyak 174 orang
terdiri dari 85 laki-laki dan 89 wanita. Rabu pukul 02.30 dini hari
kemarin, dua lagi rumah dibakar massa. Dua rumah kosong itu
ditinggalkan pemiliknya, yaitu di Desa Mekar Sekuntum dan Desa Pusaka.

Dua rumah lainnya dibakar massa di Desa Putingbeliung dan Desa
Senturang pada Selasa pukul 22.00. Semuanya di Kecamatan Tebas. Dengan
demikian jumlah rumah yang dibakar menjadi 42 rumah.

Sedangkan jumlah korban tewas lima orang, dua di antaranya tidak
utuh lagi. Dua yang disebut terakhir diserahkan warga ke Pos Polisi di
Desa Pangkalan Kongsi, dan belum jelas identitasnya. Hasil pemeriksaan
dokter, dua korban itu diperkirakan dibunuh pada hari pertama
kerusuhan.

Pengamatan Kompas dari Singkawang hingga ke Tebas pada Selasa
malam hingga Rabu dini hari, tampak warga berjaga-jaga dengan senjata,
melakukan ronda malam. Mereka mengaku mengantisipasi, kemungkinan
adanya serangan balasan sewaktu-waktu. (ksp)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s