Kolom Blog Adhi Ksp: Mengapa Takut Bahagia?

Kolom Blog Adhi Ksp

Mengapa Takut Bahagia?

Apakah Anda bahagia? Apa ukuran kebahagiaan? Menurut saya, orang yang mencintai pekerjaannya pasti dia bahagia. Sebab dia melakukan pekerjaannya dengan segenap hatinya, bersemangat tinggi, inspiratif, dan santai. Tapi anehnya, banyak orang beranggapan kalau orang bekerja santai, dia bukan pekerja keras dan kurang motivasi. Padahal bekerja santai dengan hasil maksimal, menandakan bahwa orang tersebut menikmati pekerjaannya.

Saya bertemu dengan seorang teman yang betul-betul “pekerja keras”. Pagi, siang, malam, hidupnya diabdikan pada perusahaan. Dari 24 jam setiap hari, 18 jam dihabiskan untuk bergulat dengan pekerjaan. Bahkan sampai harus menginap di kantor. Di satu sisi, mungkin dia bahagia. Tapi di sisi lain, saya yakin, teman saya tadi tidak bahagia. Saya bisa mengatakan ini karena saya pernah mengalami hal itu.

Bekerja nonstop untuk perusahaan, pasti sangat baik di mata perusahaan. Gaji Anda mungkin naik berlipat ganda. Tapi kemungkinan besar kita kehilangan kehidupan pribadi. Ada beberapa teman saya yang sudah habis-habisan bekerja untuk perusahaan, pacarnya malah kabur ataupun keluarganya malah berantakan. Entah siapa yang egois, salah teman saya atau salah perusahaannya. Saya tidak yakin dia bahagia sekarang ini.

Saya penggemar buku Richard Carlson, Don’t Sweat the Small Stuff at Work. Menurut Richard, omong kosong jika ada yang mengatakan bahwa orang yang santai dan bahagia pasti kurang punya motivasi. Sebaliknya, orang bahagia hampir selalu orang yang mencintai pekerjaannya. Berulang kali terbukti bahwa orang yang sangat mencintai pekerjaannya sangat termotivasi oleh antusiasmenya sendiri untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan prestasi. Mereka ini pendengar yang baik dan memiliki kemampuan belajr tinggi. Selain itu, pekerja yang bahagia sangat kreatif, berwibawa, mudah bergaul, dan anggota tim yang baik.

Sebaliknya, orang yang tidak bahagia sering terhambat oleh ketidakbahagiaan atau stresnya sendiri, yang malah menjauhkan mereka dari sukses. Orang yang kaku dan tertekan sering menjadi penghambat dan sulit diajak kerja sama.

Saya melihat beberapa teman saya sangat kaku, kurang fleksibel. Segala sesuatu dilihat dari hitam-putihnya peraturan. Hidupnya seakan kering, tanpa warna lain. Orang seperti itu mungkin saja sulit diajak kerja sama karena mau menang sendiri. Bisa jadi dia mengalami stres berkelebihan, tertekan dan menjadi tidak kreatif. Bisa jadi, dia tidak bahagia.

Menurut Richard, mereka orang yang kurang motivasi karena terlalu sibuk dengan masalah-masalah mereka sendiri, kurang waktu, dan stres. Orang yang tidak bahagia sering merasa menjadi korban orang lain dan kondisi kerjanya. Sulit bagi mereka untuk berorientasi kepada solusi karena segala sesuatu dipandang sebagai kesalahan orang lain. Mereka defensif dan bukan pendengar yang baik. Tetapi, kata Richard, kalaupun sukses, itu bukan karena ketidakbahagiaanya. Dalam kenyataannya, jika seseorang yang tidak bahagia dan tertekan dapat belajar menjadi lebih bahagia, dia akan menjadi lebih sukses lagi.

Dalam bukunya itu, Richard Carlson ingin meyakinkan bahwa tidaklah keliru jika kita bahagia, bersikap ramah, sabar, lebih santai, dan pemaaf. Ini keuntungan besar baik secara pribadi maupun profesional. Richard bahkan yakin jika itu kita lakukan, kita tidak menjadi orang apatis, tidak peduli atau tanpa motivasi. Sebaliknya menjadi lebih terinspirasi, lebih kreatif, lebih bergairah.

Ketika orang lain menemukan masalah, kita malah memiliki solusi dan peluang. Kita akan lebih tangguh, memiliki enerji tambahan, mampu bekerja di tengah “pusat badai” sekalipun, karena tampil tegar. Bahkan kita akan dicari setiap kali keputusan penting harus dibuat.

Richard Carlson mengingatkan, jika Anda tidak takut bahagia, hidup Anda akan segera berubah. Hidup dan pekerjaan Anda akan semakin bermakna dan Anda akan mengalami petualangan luar biasa. Anda akan disukai banyak orang, Anda sangat jarang mempersoalkan masalah-masalah kecil dalam pekerjaan.

Jadi? Jangan takut bahagia, jangan takut menikmati hidup bahagia dalam setiap kehidupan kita. Bekerja dengan hasil maksimal bukan berarti kita tak boleh santai. Bekerja sambil bermain dan bermain sambil bekerja, akan membuat kita awet muda, hidup penuh rasa syukur, mencintai kehidupan ini. Luangkan waktu untuk berolah raga (tenis, renang, golf, futsal atau apa saja) menikmati hobi (berdansa, membaca buku, memancing, memelihara ikan dan sebagainya), serta berkumpul bersama keluarga tercinta. Rasakan kehadiran Tuhan yang sangat mencintai kita. Enjoy your life!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s