Kerusuhan di Sambas: 51 Orang Tewas, 1.000 Rumah Dibakar

Pengantar
Meliput konflik etnis di Sambas menjadi pengalaman jurnalistik saya yang tak pernah dapat saya lupakan. Di sini, saya menyaksikan langsung tragedi kemanusiaan, yang tidak boleh terulang lagi. Di mana-mana, kepala manusia. Di mana-mana rumah musnah dibakar. Tiba-tiba saya merasa bukan hidup di abad ke-21. Pada hari itu, saya dihubungi CNN dan BBC -entah dari mana mereka tahu nomor ponsel saya, dan diminta melukiskan situasi di Sambas waktu. Kini tahun 2007, kalau saya disuruh menceritakan rincian liputan delapan tahun silam ini, saya masih ingat dan ingat. Sungguh, tak bisa saya lupakan begitu saja. (KSP)

KOMPAS
Jumat, 19 Mar 1999
Halaman: 1
Penulis: KSP

KERUSUHAN DI SAMBAS
51 Orang Tewas, 1.000 Rumah Dibakar
Sambas, Kompas
Kerusuhan di Kabupaten Sambas (Kalbar), Kamis (18/3), makin
meluas, dan kini mengimbas wilayah Kecamatan Samalantan dan
Sanggauledo. Sebelumnya kerusuhan menimpa kecamatan di kawasan
pesisir, seperti Pemangkat, Selakau, Tebas, Sambas, dan Jawai.
Sedikitnya 1.000 rumah dibakar massa, sedangkan jumlah korban tewas
mencapai 51 orang dalam kerusuhan empat hari terakhir ini.

Dari korban sebanyak itu, 33 orang tewas hari Kamis. Korban
tersebar di Kecamatan Samalantan, Sanggauledo, Sambas, Selakau, Jawai,
Tebas, dan Pemangkat. Dengan demikian, sejak kerusuhan meledak 22
Februari lalu jumlah korban tewas seluruhnya tercatat 68 orang.

Menurut polisi, korban tewas dalam kerusuhan di Sambas, Senin,
lima orang (masing-masing dua orang di Pemangkat dan di Tebas serta
satu orang di Jawai), kemudian hari berikutnya empat di Pemangkat,
hari Rabu sembilan orang (enam di Pemangkat dan tiga di Samalantan),
serta hari Kamis kemarin 33 orang.

Sebanyak 10 satuan setingkat peleton (SSP) TNI AD dan sembilan SSP
Polri dikerahkan untuk mengantisipasi meluasnya kerusuhan di Sambas.
Petugas memblokir batas kota Pemangkat dan Tebas agar kerusuhan tidak
meluas.

Tak digubris
Komandan Korem 121/ABW Kolonel (Inf) Encip Kadarusman dan Kapolda
Kalbar Kolonel (Pol) Chaerul Rasjid berada di Markas Polsek Pemangkat,
memantau situasi keamanan di wilayah pesisir Kalbar tersebut. Pangdam
VI Tanjungpura Mayjen TNI Zainuri Hasyim dan Gubernur Kalbar Aspar
Aswin Kamis malam pukul 20.30 mengunjungi posko aparat keamanan di
Markas Polsek Pemangkat.

Perintah aparat keamanan agar massa tidak membawa senjata tajam
dan senjata api tidak digubris. Demikian pula ancaman tembak di tempat
tidak dihiraukan. Pada Rabu malam, massa memecahkan kaca kendaraan
dinas polisi yang hendak melakukan razia senjata tajam.

Menurut Kapolda Kalbar Kolonel (Pol) Chaerul Rasjid, pihaknya
berhasil merazia 95 senjata tajam dan lima senjata api. Baik Kapolda
Kolonel Chaerul Rasjid maupun Komandan Korem 121/ABW Kolonel E
Kadarusman mengimbau agar masyarakat tidak terbawa emosi. Sebab
tindakan anarkis tidak akan menyelesaikan masalah.

Masih lumpuh
Pengamatan Kompas antara Singkawang, Selakau, Sebangkau,
Pemangkat, hingga Tebas menunjukkan kegiatan ekonomi dan aktivitas di
kota-kota kecil itu masih lumpuh. Toko-toko masih banyak yang tutup.
Lalu lintas antara Pemangkat dan Tebas terganggu karena diblokade
polisi dan tentara. Kendaraan umum masih ada yang berani lewat, tetapi
penumpangnya diperiksa satu per satu. Kendaraan lain disuruh kembali
memutar lewat Singkawang.

Massa mengenakan ikat kepala kuning dengan membawa senjata tajam
serta senjata api terlihat berkumpul di jalan. Sebagian di antaranya
masih terus melakukan pembakaran rumah-rumah. Kepulan asap dan kobaran
api terlihat jelas di Pemangkat dan Tebas.

Sebanyak 2.351 warga pendatang dari daerah tertentu yang bermukim
di Kecamatan Pemangkat, Tebas, dan Jawai sudah diungsikan dengan kapal
patroli polisi perairan Polda Kalbar, dengan rincian 360 orang di
kantor Pemda Sambas di Singkawang, 800 orang di Desa Pasirpanjang di
Kecamatan Tujuhbelas (17 km dari kota Singkawang), dan 1.191 orang di
markas Batalyon Infantri 641 Beruang Hitam Singkawang.

Sekitar 1.000 orang lagi dari Kecamatan Jawai diungsikan ke
Pontianak dengan kapal perintis dan kapal patroli polisi perairan
Polda Kalbar. Sebagian juga diungsikan dengan truk-truk tentara dan
polisi, serta dengan mobil ambulans. Rumah mereka rata-rata sudah
hangus dibakar.

Persoalan sepele
Kerusuhan di Kabupaten Sambas meledak sejak hampir sebulan yang
lalu, tepatnya 22 Februari. Persoalannya sepele, waktu itu penumpang
seorang penumpang bus tak mau membayar ongkos. Karena, dipelototi
kernet bus, penumpang itu marah dan kemudian membacok kernet tersebut.
Sejak itu, kerusuhan di Sambas meluas hingga empat kecamatan (Tebas,
Pemangkat, Jawai, dan Sambas), dan kini menjadi enam kecamatan
(ditambah Samalantan dan Sanggauledo).

Meluasnya kerusuhan dan aksi pembakaran hingga ke Samalantan dan
Sanggauledo, karena pada hari Selasa lalu, 31 warga Kecamatan
Samalantan yang sedang pulang kerja dan naik mobil bak terbuka,
dicegat massa di Desa Perapakan, Pemangkat. Satu orang di antaranya
dibantai, dan selebihnya berhasil lolos. Sejak itulah, kerusuhan di
Sambas makin meluas ke daerah pedalaman.

Di sejumlah lokasi ditemukan jenazah yang tidak utuh. Misalnya di
depan pasar Desa Semparuk, Kecamatan Pemangkat ditemukan tiga jenazah.
Demikian pula di Desa Pusaka, seorang pria berusia 70 tahun ditemukan
tewas. Massa menyebut mereka sebagai “orang-orang kriminal yang
meresahkan warga setempat”.

Di Kecamatan Tebas, polisi menerima laporan penemuan lima jenazah
yang semuanya dalam kondisi tak utuh. Camat Tebas Samingan
menyebutkan, korban tewas di wilayahnya sebagian sudah dimakamkan
dalam satu lubang di kuburan dekat kantor kecamatan.
Sedangkan jumlah rumah yang dibakar massa mencapai lebih 1.000
unit. (ksp)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s