Kalbar Rusuh Lagi, Tiga Tewas, 20 Rumah Dibakar

Pengantar
Penyerangan terhadap warga di Desa Paritsetia, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Januari 1999, ternyata memicu konflik serupa di Kecamatan Tebas. Pemicunya sangat sepele, penumpang tidak bayar dipelototi kernet. Si penumpang tak terima, lalu mencari kernet dan kemudian melukainya. Dari sini, Sambas mulai membara. (KSP)

KOMPAS
Selasa, 23 Feb 1999
Halaman: 19
Penulis: KSP

KALBAR RUSUH LAGI
* Tiga Tewas, 20 Rumah Dibakar
Pontianak, Kompas
Tiga orang tewas akibat keributan antarwarga di Kecamatan Tebas,
Kabupaten Sambas (Kalimantan Barat) sepanjang hari Senin (22/2).
Sementara itu, 20 rumah dan dua truk hangus dibakar massa. Hingga
Senin malam situasinya masih mencekam. Pasukan polisi dan tentara
dikerahkan untuk menjaga keamanan dan mengendalikan situasi di
kota-kota pantai di Kalbar bagian utara.

Kapolda Kalbar Kolonel (Pol) Chaerul Rasjid hari Senin sore
mengatakan, peristiwa itu berawal dari masalah sepele, yang kemudian
berkembang menjadi penyerangan, pembakaran dan pembunuhan atas
sekelompok warga lainnya. Polres Sambas kini menahan seorang bernama
Rudi, yang perbuatannya memicu keributan. Kapolres Sambas Letkol (Pol)
M. Nurdin menegaskan, Rudi akan diadili.

Menurut keterangan berbagai sumber, awalnya pada Minggu (21/2)
sore, Rudi, warga Desa Pusaka, Kecamatan Tebas, naik kendaraan umum
di daerah itu. Setelah turun di Desa Mensere, Rudi menolak membayar.

Kernet angkutan umum itu, Bujang Idris lalu memelototinya. Rudi
tersinggung, lalu pulang ke rumahnya di Desa Pusaka dan mengambil
celurit. Rudi sudah kenal Bujang Idris, sehingga mudah mencarinya di
Desa Semparuk. Pada sore itu, Rudi menyabet Bujang Idris dengan
celuritnya, sehingga luka.

Masyarakat Desa Semparuk, Kecamatan Pemangkat tidak menerima
perlakuan Rudi. Pada Senin pukul 02.00 dini hari, mereka membakar
kompleks perumahan, yang menghanguskan 17 rumah. Pada waktu yang
bersamaan, massa lainnya juga membakar tiga rumah di Desa Tebas Kuala.

Pukul 05.00, massa melakukan penyerangan ke rumah kontrakan
tertentu di Desa Sungai Kelambu, Kecamatan Tebas. Penghuninya adalah
pekerja yang sedang melakukan pembuatan jalan desa. Dalam serangan itu
satu orang tewas seketika namun identitasnya belum diketahui. Seorang
lagi, Sukri, tewas dalam perjalanan ke rumah sakit. Tiga penghuni
lainnya berhasil kabur, seorang lagi bersembunyi dengan cara memanjat
pohon kelapa. Dua truk di sekitar lokasi hangus dibakar massa.

Pukul 10.00, di atas jembatan di kota kecamatan Tebas, polisi
menemukan jenazah Mukri (29), yang diduga tewas akibat dihajar massa.
Sepanjang hari Senin, seluruh warga berjaga-jaga di kampung
masing-masing dengan mengenakan ikat kepala warna kuning di kepala,
untuk mengantisipasi terjadinya penyerangan balasan.

Di kota kecamatan Pemangkat (sekitar 187 km dari Pontianak)
situasi sangat mencekam, semua toko tutup sejak pagi. Begitu pula di
kota kecamatan Tebas. Ratusan personel keamanan dikerahkan, untuk
mengamankan kota-kota di pesisir utara wilayah Kalbar.


Satu kompi Brimob Polda Kalbar diturunkan ke Kecamatan Tebas dan Kecamatan Pemangkat, untuk mengendalikan situasi. Ratusan tentara dari batalyon infantri 641/Beruang Hitam, 643/ Anjungan, dan Zeni Tempur-6, Artileri Medan Ngabang, juga dikerahkan untuk mengamankan daerah itu.
Bupati Sambas Tarya Aryanto bersama Muspida setempat langsung
mengadakan tatap muka dengan tokoh-tokoh masyarakat. Kapolda Kalbar
Kolonel (Pol) Chaerul Rasjid Senin malam juga langsung berdialog
dengan pemuka agama dan tokoh masyarakat Kecamatan Tebas dan Kecamatan Pemangkat.

Bulan Januari lalu, insiden berdarah juga terjadi di Kabupaten
Sambas, yang menewaskan tiga warga Desa Paritsetia, Kecamatan Jawai.
Waktu itu persoalannya juga sepele, warga Desa Paritsetia memergoki
Hasan, warga Desa Sarimakmur, Kecamatan Tebas, mencuri. Hasan dihajar
massa, tetapi ia tidak terima dan mengadu ke keluarganya. Tepat pada
hari pertama Lebaran (19/1), ratusan orang dari Desa Sarimakmur,
Kecamatan Tebas, menyerang warga Desa Paritsetia, menyebabkan tiga
orang tewas. (ksp)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s