Bentrokan di Sambas dan Bolaang Mongondow

Pengantar
Berita adalah bagian dari sejarah. Berita konflik etnis di Sambas, Kalimantan Barat juga bagian dari sejarah kelam hidup bermasyarakat di republik ini. Berita-berita masa lalu tentang Sambas bukan ingin menghidupkan suasana masa silam, tetapi mungkin ada sesuatu yang dapat kita pelajari, kita ambil hikmahnya, agar kejadian serupa tidak pernah terulang lagi. (KSP)

KOMPAS
Jumat, 22 Jan 1999
Halaman: 1
Penulis: KSP/NTS/ZAL/THY

BENTROKAN DI SAMBAS DAN BOLAANG MONGONDOW

Singkawang, Kompas
Suasana Lebaran di Desa Paritsetia, Kecamatan Jawai, Kabupaten
Sambas (Kalbar) berubah menjadi duka dan mencekam sejak Selasa (19/1)
hingga hari Kamis (21/1) sore, akibat serbuan warga desa tetangga yang
menyebabkan tiga orang tewas dan dua lainnya luka berat. Warga yang
tewas, Ayub (45), Wasli (35), dan Mahli (45); sedang yang luka Rasyim
Ayub dan Pani Bujang.

Bukan hanya di Sambas. Sebagian warga Kecamatan Lolayan,
Kabupaten Bolaang Mongondow (Sulut) juga tercekam, menyusul bentrok
antardua desa pada hari kedua Lebaran, Rabu (20/1) lalu. Peristiwa
ini menyebabkan sembilan rumah terbakar dan belasan lainnya rusak.

Di Banyumas dan Pemalang (Jateng) juga terjadi bentrokan,
menyebabkan beberapa orang terluka. Sedang di Kapetakan (Cirebon),
meski bentrok antardua desa setempat sudah agak mengendur, tetapi
tetap mengganggu jalur balik Lebaran antara Cirebon-Indramayu.

3.000 mengungsi
Menurut laporan dari Sambas, lebih 90 persen penduduk desa
yang berjumlah 3.000 orang kini mengungsi. Mereka trauma menyusul
serangan sebanyak 300-an orang bersenjata tajam ke desa yang berawal
dari kasus pencurian dan pemukulan. Sehubungan bentrok tersebut,
Batalyon Infanteri 641/ Beruang (Singkawang) dan Polres Sambas masih
berjaga-jaga di lokasi.

Para pengungsi termasuk camat, dokter Puskesmas, bahkan tukang
ojek. Mereka mengungsi ke tempat lain, karena tak berani tinggal di
rumah masing-masing.

Menurut Herman, warga Desa Paritsetia, sudah puluhan tahun
desanya aman tenteram, tak terusik keributan. “Entah mengapa,
kekerasan menjalar ke tempat kami yang jauh dari hiruk-pikuk kota,”
ungkapnya sedih.

Bupati Sambas, Tarya Aryanto di depan tokoh masyarakat Kecamatan
Jawai mengimbau agar warga tidak terpancing isu adu-domba. Menurut
Tarya, sudah ada kesepakatan damai, di mana yang salah tetap
diproses secara hukum.

Kasus itu sendiri dipicu kejadian hari Minggu dinihari lalu
ketika seorang warga Desa Sarimakmur, Hs, tertangkap saat mencuri di
sebuah rumah warga Desa Paritsetia. Hs ditangkap dan dipukuli kemudian
dibebaskan setelah dirawat di Puskesmas tanpa dilaporkan ke polisi.

Berikutnya, saat warga saling bersilaturahmi Lebaran, massa
mendatangi Desa Paritsetia dan memukul siapa saja yang terlihat di
jalan. Polisi kini sudah mengamankan Ni bin Tl, warga Desa Sarimakmur,
tersangka pemukul yang menyerahkan diri. Menurut informasi, enam
tersangka lain diduga menganiaya Hs.

Banyumas
Laporan dari Purwokerto menyebutkan, sepanjang Rabu malam
hingga Kamis pagi kemarin, sedikitnya terjadi dua peristiwa tawuran
antarwarga dan dua peristiwa amuk massa yang meminta empat korban luka
dan enam buah rumah rusak.

Tawuran yang melibatkan ratusan orang, terjadi di jalur jalan
Cindaga (Banyumas)-Sampang (Cilacap), yakni antara kelompok dari Desa
Cindaga, Kecamatan Kebasen, dengan kelompok massa dari Desa Sampang,
Kecamatan Sampang. Tawuran yang berawal dari serempetan sepeda motor
itu berakibat empat warga luka-luka.

Di Desa Gancang, Kecamatan Gumelar (Banyumas) juga terjadi
amuk massa antardua kubu pendukung calon kepala desa. Insiden ini
mengakibatkan enam buah rumah dan satu tempat ibadah rusak.

Kasus pemukulan juga terjadi di Purwokerto, Rabu malam oleh
lima orang terhadap Satpam Doyo Wiratmoko (33) dan penjaga malam pada
bengkel Bintang Wijaya, Slamet (21). Di pantura Jateng, Kamis malam
terjadi dua tawuran antarkelompok pemuda dan tawuran massal juga
terjadi di lokawisata Pantai Widuri, Kabupaten Pemalang.

Komandan Korem 071/Wijaya Kusuma (Banyumas-Pekalongan), Kolonel
(Inf) M Noer Muis mengimbau agar masyarakat tidak mudah terhasut
isu-isu yang negatif.

Bolaang Mongondow
Sementara itu, dari Kabupaten Bolaang Mongondow (Sulut) dilaporkan,
sembilan rumah penduduk ludes terbakar dan belasan rumah lainnya rusak
total dalam tawuran antardesa di Kecamatan Lolayan, sekitar 220 km
Selatan Manado, Rabu lalu.

Bupati Bolaang Mongondow, Muda Mokoginta, mengatakan, suasana
desa telah pulih kembali. Mokoginta mengatakan, akibat tawuran itu,
enam warga dari kedua desa menderita cedera dan harus dirawat.

Kadispen Polda Sulut, Mayor (Pol) Petrus Rualemba, menyebutkan
aparat telah mengamankan beberapa pelaku utama pertikaian.
Ditambahkan, pihak keamanan telah menempatkan pasukan terdiri dari
unsur Polres Kotamobagu dan Kodim setempat.

Cirebon
Di jalur alternatif mudik Lebaran Cirebon-Indramayu (Jabar)
juga terjadi tawuran antarpenduduk empat desa di Kecamatan Kapetakan,
yang menyebabkan setidaknya 28 rumah rusak terkena lemparan batu dan
empat rumah dibakar. Sampai Kamis malam, ketegangan masih berlanjut.

Komandan Korem 063/ Sunan Gunungjati, Kolonel (Inf) Herry
Cahyana mengatakan, pasukannya baru mendapat bantuan 60 personil
kendaraan bermotor dari Kodam III Siliwangi. “Masyarakat tidak perlu
khawatir saat melintasi jalur pantura Jabar karena kami jamin
keamanannya,” kata Herry Cahyana.

Di Porsea (Sumut), massa menghadang kendaraan yang melalui
Porsea, Kabupaten Tapanuli Utara, pada hari Kamis, sehingga para
pengemudi angkutan umum dan pribadi dari Sibolga menuju Medan, banyak
mengalihkan jalur. Selain menghentikan kendaraan, massa juga membakar
ban-ban dan merintangkan kayu di tengah jalan.

Para penumpang bus umum diperiksa dan dimintai uang, demikian
juga terhadap pengemudi kendaraan pribadi. “Kami terpaksa ikut para
pengemudi kendaraan lainnya yang mengalihkan jalur Porsea-Medan,
akhirnya melalui Dolog Sanggul- Dairi-Kabanjahe dan Berastagi yang
jaraknya lebih jauh menuju Medan,” tutur Budi bersama keluarganya
yang tiba di Medan. Belum diketahui motif kejadian di Porsea ini.
(ksp/nts/zal/thy/Ant)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s