Pilkada Kabupaten Bekasi Kurang Sosialisasi

Pengantar

Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, hari Minggu (11/3) menggelar pesta demokrasi untuk kali pertama. Namun Pilkada ini kurang mendapat respon masyarakat, terutama yang tinggal di perumahan. Kurang sosialisasi, apatis dan kurang akuratnya data desa. (KSP)

KOMPAS CYBER MEDIA

Minggu, 11 Maret 2007 – 13:05 wib

Pilkada Kabupaten Bekasi Kurang Sosialisasi

BEKASI, KOMPAS – Pilkada Kabupaten Bekasi hari Minggu (11/3) digelar. Namun tingkat partisipasi warga kompleks perumahan Lippo Cikarang relatif rendah. Ini akibat kurangnya sosialisasi dan data dari desa dan kelurahan tidak di-update.

Demikian hasil pengamatan Kompas di sejumlah TPS di Perumahan Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, sejak Minggu pagi hingga siang ini. Di TPS 10 yang lokasinya di Sekolah Karya Iman misalnya, sampai pukul 12.15, jumlah yang mencoblos tercatat baru 85 orang dari 583 yang terdaftar. atau 14,57 persen.

Ketua TPS 10, Wong Liong Tje mengatakan, sedikitnya pemilih yang datang ke TPS .karena data pemilih yang digunakan data saat Pemilihan Presiden 2004 dan Pilkades 2006. “Perpindahan penduduk di Lippo Cikarang sangat cepat. Cikarang kan daerah industri sehingga jika pindah kerja juga pindah rumah,” kata Wong, yang bekerja di perusahaan batubara dan berkantor di Sudirman Jakarta.

Di TPS 11 di kawasan Taman Dago Permai, Lippo Cikarang, pemilih yang menyoblos baru 55 orang atau sekitar 10 persen. “Baru satu bundel kartu pemilih yang terpakai,” kata Ketua TPS 11, Marino. Dia juga mengungkapkan banyak data pemilih yang tidak cocok lagi dengan keadaan sekarang ini.

“Tak ada Pantarlih seperti Pilpres. Jadi semua pakai data lama yang sudah tidak akurat lagi. Selain itu tenggat waktu mepet. Jumlah undangan yang tersebar hanya 30 persen sampai 60 persen. Juga sosialisasi akan ada Pilkada Kabupaten Bekasi juga sangat kurang,” kata Marino.

B Kurniawan Sulistya (29), warga Pinus Hijau Tengah III No 32A, Meadow Green yang sudah antusias datang ke TPS, terpaksa kecewa karena ternyata namanya tidak tercantum dalam daftar. “Saya pindah ke Lippo Cikarang Juni 2006 dan punya KTP September 2006. Tapi kok tidak terdaftar ya? Saya pikir menunjukkan KTP saja sudah bisa nyoblos. Ternyata tidak juga,” kata Kurniawan yang buka usaha Jababeka.

FOTO di blog ini suasana di TPS di Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, oleh Robert Adhi Kusumaputra/KOMPAS

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s