Ruang Keluarga Padukan Gaya Etnik dan Modern-Minimalis

Pengantar
Bagaimana agar ruang keluarga dalam rumah tetap hangat? Tips dari pakarnya.

KOMPAS
Kamis, 17 Apr 2003
Halaman: 35
Penulis: ksp

RUANG KELUARGA PADUKAN GAYA ETNIK DAN MODERN-MINIMALIS

RUANG keluarga dalam sebuah rumah merupakan salah satu ruangan
yang sangat vital. Dekorasi dan asesori sebuah ruangan keluarga
mencerminkan hangat tidaknya keluarga yang menghuni rumah itu.

SAAT ini banyak orang Indonesia yang meniru konsep ruang keluarga
rumah gaya Eropa. Ini tampak pada ciri-ciri dekorasi dan asesori yang
ada dalam ruangan tersebut. Seorang arsitek lulusan Jerman, Chris
Santoso Dipl Ing, melihat beberapa ciri yang ada, misalnya, pada
lukisan yang abstrak, juga patung yang abstrak. Ruangannya pun
cenderung sederhana, tidak menggunakan lis, tapi tetap menarik.

“Pohon hidup yang ditaruh di dalam ruangan, krei yang terbuat
dari bambu, meja yang terbuat dari batu kali yang diberi aksen warna
tanah, juga hiasan-hiasan dalam ruangan yang menggunakan batu alam
serta pot bunga dari batu koral, mengesankan ruang keluarga ini
menekankan gaya etnik. Ruang keluarga seperti ini umumnya disukai
orang-orang Eropa, dan gaya ini rupanya diadopsi oleh masyarakat
Indonesia,” kata Chris, lulusan Arsitek RWTH (Rheinisch Westfalische
Technische Hochshule), Aachen, Jerman di Jakarta, Selasa (15/4).

Gaya etnik memang tampak pada ruang keluarga ini, misalnya, pada
lukisan bernuansa Mesir. Juga batu-batuan yang dipakai sebagai
hiasan. Seperti dekorasi dinding yang mengambil lempengan batu alam
yang dicat dengan warna merah marun sehingga kontras dengan warna
keseluruhan ruangan yang menekankan warna tanah, warna natural.

Nuansa etnik ini dipadukan dengan gaya modern-minimalis yang
terlihat pada furniturnya. Kursi yang ramping dipadukan dengan sofa
modern yang menggunakan beludru yang hangat.

“Lemari yang digunakan adalah lemari yang ditanam di tembok, atau
istilahnya lemari built-in. Lemari seperti ini menghemat tempat,”
kata Chris.

Ihwal lemari, arsitek Ir Jo Eddy melihat, unsur lemari yang simpel ini merupakan ciri tropik. Lebar lemari sama dengan lebar ruang keluarga, dan tinggi lemari itu pun setinggi plafon ruangan sehingga membuat lemari built-in itu menyatu dengan ruangan.

Meniru gaya Eropa tentu sah-sah saja, akan tetapi ruang keluarga dalam rumah-rumah di Indonesia tentunya tetap harus memperhatikan faktor iklim
yang ada karena iklim di Eropa empat musim, sedangkan di Indonesia
dua musim. “Iklim sangat mempengaruhi penggunaan energi seperti air
conditioning (AC),” kata arsitek lainnya, H Dhony Rahajoe.

Ruang keluarga yang baik tentunya harus memperhatikan bagaimana
udara bisa melalui ruangan dengan baik. Ventilasi hendaknya tidak
tertutup elemen interior. Kursi atau sofa sebaiknya tidak langsung
terkena sinar matahari. Ada beberapa bahan sofa seperti tenun ikat
yang jika kena sinar matahari menjadi mudah luntur.

“Faktor-faktor kecil seperti ini tetap harus diperhatikan jika ingin menata ruang keluarga yang cocok dengan iklim negeri kita,” katanya. Penataan
lampu yang baik juga berpengaruh besar dan memiliki efek tertentu
pada ruang keluarga.

Warna dalam ruang keluarga umumnya dipilih warna bumi, warna
alami, seperti warna terakota (warna genteng), warna pasir, warna
kayu natural, warna hijau daun, atau pun warna bebatuan. Warna ini
mengesankan suasana alam yang natural. Apalagi dekorasi dan
asesorinya yang bernuansa etnik, akan makin membuat suasana ruang
keluarga itu natural.

Namun, gaya modern tetap tampak pada pemilihan kursi dan sofanya.
Perpaduan gaya etnik dan gaya modern-minimalis ini agaknya digemari
masyarakat yang menyadari pentingnya sebuah ruang bagi keluarga.(KSP)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s