Shuttle Bus di Kawasan Perumahan Sangat Dibutuhkan

Pengantar
Buruknya kondisi transportasi di Indonesia, terutama dari kawasan permukiman menuju Jakarta dan sebaliknya, menyebabkan sejumlah pengusaha menangkap peluang itu dengan menyediakan shutlle bus. Peminatnya orang kantoran. (KSP)

KOMPAS
Jumat, 11 Apr 2003
Halaman: 36
Penulis: adhi ksp, robert

“SHUTTLE BUS” DI KAWASAN PERUMAHAN SANGAT DIBUTUHKAN


BANYAKNYA pekerja kantoran yang tinggal di kawasan perumahan di
luar Kota Jakarta, membuat jarak antara kantor dan tempat tinggal
kini makin jauh. Sementara kondisi angkutan umum biasa belum banyak
berubah: masih berdesak-desakan, berimpit-impitan, dan rawan
kejahatan.

KONDISI ini membuat orang berpikir perlunya membeli mobil
pribadi, baik yang baru maupun yang bekas. Jumlah mobil pun terus
bertambah, sedangkan panjang jalan tak banyak berubah. Akibatnya,
kemacetan pun kian parah. Dalam situasi seperti ini, kehadiran
shuttle bus (bus terjadwal) semakin dibutuhkan, terutama oleh mereka
yang bekerja di perkantoran di Jakarta.

Pengembang yang menyadari pentingnya menyediakan bus- bus
terjadwal sebagai salah satu fasilitas bagi penghuni kawasan
perumahan adalah pengembang yang membangun perumahan Lippo Karawaci
dan yang membangun perumahan Bumi Serpong Damai (BSD) di Kabupaten
Tangerang. Dua pengembang besar ini menyadari pentingnya bus
terjadwal untuk mengangkut para penghuni yang umumnya pekerja
kantoran ke dan dari tempat kerja mereka di Jakarta.

Bus terjadwal BSD misalnya, disediakan pengembang sejak akhir
tahun 2000, bekerja sama dengan perusahaan bus PT Arimbi Jaya Agung.
Terminal bus terjadwal di Lippo Karawaci sudah lebih dulu ada, yaitu
sejak perumahan itu dibangun sepuluh tahun silam, dan dioperasikan
anak perusahaan di grup Lippo yang bergerak di bidang transportasi,
PT Dinamika Intertrans.

Sejak bus-bus terjadwal dioperasikan, kehadirannya sangat
ditunggu para pekerja kantoran. “Banyak penumpang bus terjadwal yang
kini memutuskan untuk tidak membawa mobil pribadi ke kantornya lagi,
dan beralih naik bus terjadwal ini. Dari rumah di kawasan BSD ke
terminal bus yang berlokasi di Sektor I, mereka bisa menempuhnya
dengan angkutan kota dan ojek,” kata Kepala Hubungan Masyarakat BSD,
Dhony Rahajoe, Selasa (8/4) siang.

Yang menarik, saking dibutuhkannya bus-bus terjadwal tersebut,
para penumpang pelanggan bus BSD-Jakarta patungan membelikan pulsa
telepon seluler untuk para sopir bus. Menurut Junaedi (30), salah
seorang pengemudi bus terjadwal BSD-Jakarta yang ditemui Kompas
sedang ngetem di terminal BSD pada Rabu siang, para penumpang sering
menghubungi para sopir bus untuk menanyakan posisi bus ada di
mana. “Pada umumnya para penumpang selalu mengucapkan
kalimat, Ætunggu saya, jangan ditinggal yaÆ, kepada kami para
sopir,” katanya.

Sopir-sopir bus terjadwal BSD-Jakarta pada umumnya sudah hafal
dengan para penumpang, termasuk nama dan tempat tinggal
mereka. “Hampir setiap hari kerja kami berjumpa dengan mereka. Jadi,
kami sudah hafal wajah para penumpang, yang sebagian besar pekerja
kantoran di Jakarta,” ungkap Junaedi yang menambahkan, para penumpang
yang naik bus terjadwal biasanya tertidur di dalam bus ber-AC
tersebut saat jam berangkat kerja.

Bus terjadwal BSD-Jakarta berangkat dari terminal di depan kolam
renang Griya Loka Sektor I BSD, lalu berhenti di halte Al-Azhar BSD,
halte Taman Perkantoran 2 di Sektor VI BSD. Setelah melewati gerbang
tol Kebon Nanas, bus ini melewati tol Tangerang-Jakarta, lalu di
simpang Tomang, berbelok ke kanan ke arah Slipi, selanjutnya ke arah
Semanggi, lalu Sudirman-Thamrin-Harmoni-Lapangan Banteng-Gambir dan
kembali lagi ke Harmoni dengan rute yang sama saat berangkat.

Di Jakarta, bus terjadwal BSD berhenti di sejumlah terminal,
yaitu Slipi-Gatot Subroto-Semanggi-Sudirman-MH Thamrin-Merdeka Barat-
Majapahit-Harmoni/Juanda-Jalan Pos-Lapangan Banteng-Pejambon-
Gambir/Merdeka Timur- Merdeka Utara. Setiap hari Senin sampai Sabtu,
bus terjadwal BSD berangkat paling pagi pukul 05.45 dengan prakiraan
tiba di Harmoni sekitar pukul 07.15. Adapun bus terakhir berangkat
dari Harmoni pukul 20.00 dan tiba di BSD diperkirakan pukul 21.30.

Halte kedatangan di BSD adalah halte kantor pemasaran BSD di Sektor
IV, halte Taman Giri Loka, dan halte terminal terakhir di depan kolam
renang Griya Loka.

Khusus pada hari Minggu dan hari libur nasional, bus terjadwal
BSD berangkat paling pagi pukul 07.00, sedangkan bus terakhir
berangkat dari Harmoni pukul 18.45. Mulai Senin 7 April, tarif bus
terjadwal BSD naik dari Rp 5.000 menjadi Rp 6.000 per penumpang.

Jumlah bus terjadwal BSD saat ini ada lima unit dan pada hari
Senin sampai Sabtu beroperasi sesuai jadwal setiap 15 menit sekali
mulai pukul 05.45 sampai 06.45. Setelah itu satu jam sekali antara
pukul 09.00 dan pukul 12.00. Lalu keberangkatan bus dari BSD selang
dua jam (14.00) dan satu setengah jam (15.30). Setelah itu selang
setengah jam sampai pukul 17.30, dan terakhir pukul 18.30 dari BSD.

Menurut Dhony Rahajoe, idealnya warga BSD tinggal dan bekerja di
BSD juga. Tapi cita- cita itu belum bisa terwujud, dan masih banyak
penghuni BSD yang bekerja di Jakarta sehingga fasilitas transportasi
bus yang nyaman ber-AC dan terjadwal sangat dibutuhkan.
***
PENGEMBANG yang lebih dulu menyadari pentingnya bus terjadwal
adalah yang membangun perumahan Lippo Karawaci, Tangerang. Menurut
Kepala Unit PT Dinamika Intertrans, yang mengelola transportasi
perumahan itu, Ambari Karim, kepada Kompas, Selasasiang, pihaknya
mengoperasikan sembilan unit bus berkapasitas antara 27 dan 40
penumpang mulai pukul 05.30 hingga pukul 21.30.

“Sebelumnya sampai pukul 22.30, tetapi karena jumlah penumpang
terlalu sedikit sehingga kami anggap kurang efektif. Dan sejak
Desember 2002, kami mengambil langkah efisiensi,” kata Ambari yang
ditemui di terminal bus terjadwal Lippo Karawaci.

Para penumpang bus Lippo Karawaci sebagian besar adalah para
penghuni perumahan tersebut, dan hanya sebagian kecil saja yang
tinggal di luar perumahan. “Kami sebetulnya tidak membatasi
penumpang, asalkan bisa membayar Rp 7.500 per orang,” katanya. Namun
di masa depan, pihaknya berencana mengeluarkan semacam smart card
sehingga penumpang tak perlu membayar tiket, tinggal menunjukkan
kartu pintar.

Lokasi terminal cukup strategis, di samping Matahari Supermal
Karawaci, sehingga menguntungkan pusat perbelanjaan terbesar di
Tangerang itu. Jumlah penumpang yang naik bus Lippo Karawaci setiap
hari rata-rata 1.500-an orang.

“Konsep kami adalah point to point, tidak ada yang berhenti di
halte di Tangerang dan Jakarta. Jadi dari terminal bus Lippo Karawaci
menuju terminal akhir,” jelasnya.

Ada empat rute menuju terminal akhir, yaitu Citra Graha di Jalan
Gatot Subroto (dekat perempatan Kuningan) yang berangkat 15 kali
mulai pukul 05.50 paling pagi dan terakhir pukul 21.30. Lalu dari
Lippo Karawaci ke Blok M (depan Lapangan Mabes Polri) berangkat 15
kali, mulai pukul 06.00 dan terakhir pukul 21.30. Bus yang ke Grogol
(melewati Mal Ciputra berbelok ke arah Terminal Grogol dan berhenti
di depan Kampus Universitas Trisakti dan melewati depan Kampus
Universitas Tarumanegara, lalu masuk tol Jakarta-Tangerang) berangkat
10 kali mulai pukul 06.10 dan terakhir pukul 18.35.

Adapun bus yang berangkat ke Kebon Jeruk (keluar gerbang tol
Kebon Jeruk, melewati Jalan Panjang, berputar di Hero Srengseng Sawah
dan masuk lagi tol Jakarta-Tangerang) berangkat tiga kali mulai pukul
06.40, 17.30, dan 19.00. Jam-jam keberangkatan dan rute-rute itu,
kata Ambari, sudah disesuaikan dengan penelitian, kapan bus banyak
penumpang.

Di areal perumahan Lippo Karawaci, perusahaan menyediakan 11 bus
berkapasitas 14 dan 27 orang yang terus-menerus di jalan utama sampai
ke jalan lingkungan di perumahan, khususnya di Kompleks Taman Elok,
Taman Bromo, Taman Imam Bonjol, dan Taman Ubud di perumahan Lippo
Karawaci. Sedangkan dari luar perumahan yang datang ke kawasan Lippo,
terutama ke Supermal Karawaci, sudah ada angkutan kota resmi dari
berbagai jurusan di wilayah Tangerang.

Demikianlah, keberadaan bus-bus terjadwal di perumahan yang sudah
menjadi kebutuhan utama para penghuni warga yang bekerja di kantor-
kantor di Jakarta. Kebutuhan ini dilihat oleh pengembang yang jeli.

Meski tak terlalu menguntungkan, tetapi investasi di sektor ini
membuat banyak warga tertarik membeli rumah, terutama warga perumahan
yang harus berangkat pagi dan pulang sore sesuai jam kantor.

Kehadiran bus-bus terjadwal ini setidaknya membantu warga
perumahan-yang tak perlu bersusah payah menunggu dan mengejar bus
umum karena sudah ada bus yang nyaman dan terjadwal. Juga warga tak
perlu lagi membawa mobil pribadi dari rumah ke kantor dan sebaliknya-
yang acapkali membuat pengendara mobil terjebak kemacetan di jalan
sehingga membuat orang “tua di jalan”. (ROBERT ADHI KSP)

Iklan

One response to “Shuttle Bus di Kawasan Perumahan Sangat Dibutuhkan

  1. for going to paris i have try Shuttle Paris its very nice !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s