Pusat Daur Ulang Limbah Pertama di Indonesia

Pengantar
Limbah produksi ternyata dapat berguna setelah diolah kembali dan menjadi barang baru berniai ekspor. (KSP)

KOMPAS
Sabtu, 08 Mar 2003
Halaman: 18
Penulis: ksp

PUSAT DAUR ULANG LIMBAH PERTAMA DI INDONESIA

PERNAHKAH terbayang, limbah produksi, seperti limbah dari pabrik
sepatu, diolah kembali dan dijadikan barang baru yang punya nilai dan
bisa diekspor?

Itulah yang dilakukan jaringan perusahaan sepatu multinasional Nike Inc membangun pusat daur ulang limbah di kawasan industri Jatake, Jatiuwung, Kota Tangerang. Pusat daur ulang limbah yang dinamakan PT Recycle Center Indonesia (RCI) itu hari Kamis (6/3) pagi diresmikan Deputi IV Menteri Lingkungan Hidup Isa Karmisa.

“Selama ini, yang sering kita dengar ialah kualitas lingkungan
hidup makin menurun, hutan makin berkurang, kualitas air menurun,
sungai kian tercemar. Kehadiran PT RCI di tengah persoalan lingkungan
hidup ini bak angin segar,” kata Isa yang berharap pabrik ini menjadi
proyek percontohan dan ditiru industri lainnya.

Banyaknya industri yang beroperasi di Indonesia menyebabkan
dampak kerusakan lingkungan di mana-mana. Apalagi banyak industriwan
tak mampu mengelola limbahnya sehingga keadaan lingkungan makin
parah. Menurut Direktur PT RCI HS Kim, Nike Inc melakukan berbagai
cara untuk mendorong dan memastikan industri pemasoknya agar
mengurangi pembuatan limbah dengan menerapkan produksi bersih dan
memastikan seluruh limbah didaur ulang.

Salah satu di antaranya dengan cara didaur ulang di dalam
industri dan digunakan untuk keperluan industri itu sendiri. Selain
itu, dilakukan kerja sama dengan pihak ketiga, seperti perusahaan
pengolah limbah, serta kerja sama dengan pengumpul limbah setempat
agar limbah bisa dijadikan barang kerajinan.

HS Kim menjelaskan, limbah sepatu Nike yang sudah diolah di
pabrik akan menjadi lapangan rumput sintetis dan diekspor ke Amerika
Serikat (AS). Sudah ada perusahaan AS, Field Turf Co, yang akan
membeli dan memasarkannya di AS. Pabrik seluas 15.000 meter persegi
ini mampu mengelola sekitar 500 ton limbah sepatu setiap bulannya.

Menurut Kim, Manajer PT KMK Global Sports, salah satu industri
pemasok sepatu Nike, keuntungan dari bisnis daur ulang limbah sepatu
ini akan digunakan sebanyak-banyaknya untuk keperluan program
kemanusiaan dan perbaikan lingkungan hidup di Indonesia

Manajer Rekayasa Lingkungan PT Nike Indonesia Abdullah Al-Katiri
kepada Kompas menjelaskan, ide membangun pabrik ini terinspirasi dari
Cina yang lebih dulu membangun China Recycle Center/CRC) tahun 1998,
disusul Vietnam Recycle Center (VRC) tahun 2001. “Indonesia negara
ketiga di Asia yang membangun pabrik daur ulang limbah sepatu. Kami
menganggap penting karena di Indonesia terdapat sembilan pabrik
sepatu Nike,” tuturnya.

Manajer Operasional PT RCI Catur Marhaendra mengungkapkan, dari
sembilan pabrik sepatu Nike di Indonesia, terdapat 1,5 ton limbah
sepatu per bulan.

Dalam peresmian PT RCI itu hadir Presiden Direktur Nike Indonesia
Jeff Dumont, Direktur PT RCI HS Kim, pejabat Asprindo Djimanto, serta
pejabat Pemprov Banten dan Pemkab Tangerang. (KSP)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s