Kolom Blog Adhi Ksp: Indonesia Mulai atau Sudah Hi-Tech Minded?

Pengantar
Mega Bazaar Computer 2007 di Jakarta Comvention Center yang digelar sejak 7 Maret hingga satu pekan ke depan, ramai dikunjungi penggemar teknologi komunikasi. Apakah ini fakta bahwa orang Indonesia makin melek internet? (KSP)
Kolom Blog Adhi Ksp

Indonesia Mulai atau Sudah “Hi-Tech Minded?”

Pameran Mega Bazaar Computer 2007 di Jakarta Convention Centre yang berlangsung sejak 7 Maret dan digelar selama seminggu ke depan, ramai dikunjungi pencinta teknologi komunikasi. Ratusan gerai dibuka, mulai dari komputer, kamera, sampai peralatan pendukung komputer.

Saya sengaja datang ke pameran ini karena saya memang salah satu minat saya adalah teknologi. Begitu tiba di JCC, saya langsung singgah di gerai HP. Khusus dalam pameran ini, HP mengeluarkan produk terbaru, Media Center Personal Computer atau MCPC seri MCPC m8088d, setelah MCPC Pavilion m7590d. Produk itu hampir sama dengan MCPC m7590d, tapi kelebihan m8088d sudah menggunakan Windows Vista Premium. Hard disc pun lebih besar kapasitasnya, 320 GB dibandingkan sebelumnya 250 GB.

MCPC yang merupakan produk high-end HP ini bisa merekam siaran TV, mendengar musik sambil melihat album foto, bermain games tiga dimensi. Juga mempunyai fungsi wireless internet tanpa kabel tapi melalui wi-fi, media card reader 15.1 yang artinya bisa membaca hingga 15 jenis Memory Card.
Mouse dan keyboard tak menggunakan kabel atau coreless. Satu lagi kelebihan MCPC, selain diperkuat dengan prosesor Core 2 Duo, juga ditambah dengan teknologi Intel VIIV. Artinya dapat meningkatkan performa entertainment di dalam MCPC itu, seperti games, audio, dan visual.


Penggemar MCPC ini tentu saja ada, tapi terbatas pada kalangan eksekutif dan pemilik (owner). Pameran seperti ini memang sangat efektif memperkenalkan produk baru. Karena itu tak heran jika produsen teknologi komunikasi menjadikan pameran ini ajang promosi.

Di dalam areal JCC, ratusan gerai komputer dan kamera dikunjungi ribuan orang. Untuk berjalan saja, terasa sesak. Entah apakah orang Indonesia sudah ‘high-tech minded’ atau baru mulai, Tapi faktanya, memang banyak sekali pengunjung pameran Mega Bazaar Computer yang diorganisir oleh PT Dyandra.

Kebutuhan akan komputer semakin tinggi. Makin banyak orang Indonesia melek internet. Karena itu tidak heran jika Telkom gencar memasarkan produk Speedy-nya. Demikian pula operator Indosat dan XL yang memasarkan PCMCIA maupun USB Wireless masing-masing dengan harga bersaing. Supaya makin banyak orang Indonesia yang main internet. Sebab bagaimanapun, internet sudah menjadi salah satu kebutuhan hidup masyarakat modern. (Baca juga http://adhikusumaputra.blogspot.com/2007/02/kolom-blog-adhi-ksp-internet-sudah-jadi.html).

Jika penduduk Singapura hampir 100 persen memiliki komputer di rumah, Malaysia 85 persen, maka Indonesia mungkin baru sekitar 15-20 persen yang melek internet. Tapi jika dihitung dari jumlah penduduk 220 juta, angka ini relatif besar, malah lebih banyak dari seluruh penduduk Singapura dan mendekati jumlah penduduk Malaysia. Artinya, pangsa pasar Indonesia masih sangat besar.

Aneka merek komputer dari branded sampai rakitan, dengan berbagai peralatan pendukungnya dijual dengan harga promosi selama pameran. Dari Multimedia Card Memory, Compact Flash Memory, Secure Digital Memory sampai USB Flash Drive dijual dengan harga promosi. Monitor LCD pun kini sudah dijual dengan harga bersaing. Singkat kata, hujan diskon dan banjir bonus. LG, Samsung, Acer, Lenovo, ion dan banyak lagi.

Glodok dan Manggadua betul-betul pindah ke JCC selama pameran itu. Yang dicari tentunya peralatan teknologi komunikasi. Fakta membeludaknya pengunjung dalam pameran ini sekali lagi membuktikan orang Indonesia makin ‘high-tech minded’. Ini sebenarnya sudah bisa dilihat dari makin maraknya tempat publik seperti kafe dan perkantoran yang memasang fasilitas hotspot, wi-fi. Tentunya atas permintaan pasar. Pengguna PDA, notebook, laptop, ponsel multimedia jumlahnya makin banyak.

Saya jadi ingat nasib anak-anak Indonesia yang ada di pelosok nusantara, yang belum terjangkau teknologi komunikasi. Bagaiamana jika Depdiknas segera merealisasikan program belajar jarak jauh, memanfaatkan teknologi komunikasi? Agar anak-anak pulau nun jauh di sana, tetap dapat mengikuti perkembangan apa pun yang terjadi di bumi ini. Agar tidak terjadi kesenjangan teknologi antara masyarakat kota dan pedesaan. Agar suatu hari kelak Indonesia akan dikenal sebagai masyarakat yang ‘high-tech minded’, melek internet.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s