Kolom Blog Adhi Ksp: Pizza Marzano, Jazz dan Kawasan Sarinah

Pengantar
Catatan ringan ketika saya menikmati suasana jantung Kota Jakarta pada Jumat malam, di mana banyak kaum profesional menghabiskan waktu mereka di kafe dan resto ternama di kawasan Sarinah. (KSP)

Kolom Blog Adhi Ksp

Pizza Marzano, Jazz dan Kawasan Sarinah

Penyanyi jazz yang tampil di sudut restoran Pizza Marzano di lantai dasar Menara Cakrawala atau dulu dikenal dengan nama Skyline Building Jakarta, tampak menghayati lagu yang dibawakannya. Hari Jumat (2/3) malam, restoran itu cukup ramai. Ada sekelompok tamu yang merayakan ulang tahun temannya. Tapi ada juga perempuan yang asyik berselancar di jagat maya dengan notebooknya.

Saya sengaja datang ke restoran Pizza Marzano di kawasan Sarinah Jakarta itu, untuk menemui sahabat lama saya, Eddy Efendy, profesional yang bekerja di bidang pariwisata. Eddy ditemani seorang rekannya, Andra Gunawan yang memiliki usaha videography, Life Eyes.

Sekitar lima tahun lalu, saya berkenalan dengan Eddy, yang waktu itu masih bekerja di Avia Tour. Waktu itu dia mendampingi sejumlah jurnalis, termasuk saya, yang berangkat ke Malaysia atas undangan Malaysia Tourism Board. Sekarang Eddy membuka usaha sendiri, Berlian Wisata. Eddy pernah menjadi berita ketika menggagas mengadakan seminar di dalam pesawat yang sedang mengudara.

Tapi pada Jumat malam itu, kami tidak ngobrol banyak soal pariwisata, tetapi lebih menikmati suara penyanyi jazz di Pizza Marzano. Perawakan sang penyanyi itu kurus, rambutnya pendek dan alis matanya tebal. Wajahnya imut-imut. Suaranya mirip suara Syaharani, jazzer Indonesia bersuara emas. “I left my heart in San Fransisco…”

Pizza Marzano belum lama dibuka di Menara Cakrawala, yaitu pada Mei 2006 lalu. Tapi restoran pizza ini sudah banyak penggemarnya. Di Jakarta ada tiga gerai, selain di Menara Cakrawala, juga di Senayan City dan di Formule-1. Di era globalisasi ini, memang makin banyak waralaba asing masuk Jakarta.

Pizza Marzano sebelumnya dikenal dengan nama Pizza Express, dimulai ketika Peter Boizot MBE, wirausaha asal Inggris tahun 1948 mencicipi rasa pizza di Florence, Italia. Tahun 1960-an, Peter kembali ke Inggris, membuka restoran pizza khas Italia di Wardour Street. Karakter dan desain Pizza Express diciptakan seniman terkenal, Enzo. Sejak itu, masyarakat Inggris mengenal cita rasa pizza asli Italia. Kini di seluruh Inggris, ada 355 cabang Pizza Marzano yang melayani 16 juta pelanggan setiap tahun.

Sedangkan waralaba Pizza Marzano terdapat di Perancis, Spanyol, Cyprus, Uni Emirat Arab, Hong Kong, Hongaria, India, Jepang, Kuwait, Polandia, Qatar, Indonesia, China, Ceko dan Andorra. Nama Pizza Marzano menjadi brand internasional setelah Pizza Express dikembangkan menjadi usaha global tahun 1997. Marzano adalah nama jenis tomat yang digunakan sebagai bumbu pizza.

Kembali ke penyanyi jazz yang suaranya mendayu-dayu. Dia diiringi pemain gitar yang rambutnya diikat ke belakang, pemain keyboard, pemain drum, dan pemain bas. Saya belum sempat menanyakan namanya (ah, apa perlu?), namun ketika kami akan meninggalkan restoran pizza itu, dia melemparkan senyumnya. Mungkin dalam benaknya, siapa tahu kami, pengunjung, akan kembali lagi ke restoran itu, mencicipi pizza asli Italia itu suatu hari nanti.

Setelah keluar dari restoran Pizza Marzano, saya melihat sekeliling gedung Menara Cakrawala. Persis di sebelah Pizza Marzano, gerai ngopi Starbucks Coffee yang menyediakan tempat duduk di bagian ‘outdoor’. Starbucks Coffe di sini buka 24 jam. Juga ada Pizza Hut yang juga buka 24 jam. Di seberangnya ada McDonalds yang sejak lama dikenal sebagai tempat makan 24 jam. Ada tempat biliar Afterhour dan resto Chiliout, Komala’s dan InulVizta.

Jantung Jakarta ternyata ada di kawasan Sarinah. Cari tempat parkir saja susahnya minta ampun. Mungkin hari Jumat ini awal dari libur akhir pekan sehingga banyak yang nonton di bioskop Djakarta Theatre XXI dengan konsep baru yang lebih wah.

Di bagian lain kota Jakarta mungkin sudah redup pada dinihari ini. Tapi kawasan Sarinah tetap benderang dan berdenyut hingga pagi nanti. Saya ingat suara penyanyi jazz di Pizza Marzano. I left my heart in Sarinah…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s