Duh Lezatnya: Xiao Ba Wang, Seni Menikmati La Mian

Pengantar
Xiao Ba Wang adalah nama restoran yang khusus menyajikan la mian,dan digemari komunitas tionghoa Semarang. Chef-nya didatangkan langsung dari Shenzhen, China.

KOMPAS
Jawa Tengah
Sabtu, 16 Apr 2005
Halaman: 3
Penulis: ksp

XIAO BA WANG, SENI MENIKMATI LA MIAN

ANDA penggemar la mian atau bakmi tarik? Salah satu tempat yang
dapat Anda datangi adalah Xiao Ba Wang Noodle House di Jalan Letjen
S Parman 52 di kawasan elite Candi Baru, Semarang.
Dibuka sejak 15 Mei 2004 silam, Xiao Ba Wang adalah restoran
pertama la mian di Jawa Tengah.

Ide mendirikan restoran la mian di Semarang muncul di benak
Nanan Wiryono (32), instruktur pengembangan kepribadian di Jakarta.
Awal tahun 2004, la mian sedang semarak di Jakarta. Selain itu,
Nanan juga terinspirasi dari Restoran Crystal Jade di Jakarta dan
Shanghai.

Nanan berpikir, mengapa penggemar la mian di Semarang harus ke
Jakarta atau ke Shanghai dulu untuk bisa menikmati la mian yang
enak?

Nanan yang sejak kecil punya hobi makan la mian itu kemudian
bertemu dengan mitranya, Adrian dari Singapura, membahas ide dan
mencoba mewujudkannya. Mereka bertemu dengan pengusaha JB
Wibowo. “Dari Pak Bowo-lah, kami mendapat lokasi strategis di
kawasan elite Candi Baru,” kata Nanan yang mengaku paham betul
dengan kualitas tepung dan bumbu.

“Saya ingin menyajikan bakmi yang fresh tanpa MSG. Jadi benar-
benar kaldu sapi atau kaldu ayam. Dan, juga kaldu babi kalau ada
permintaan khusus. Kami membuat open kitchen yang memungkinkan para
tamu bisa melihat langsung bagaimana chef membuat bakmi tarik mulai
dari olahan tepung sampai menjadi bakmi siap saji. Ini bukan bakmi
instan,” kata Nanan, pemilik Xiao Ba Wang dalam percakapan dengan
Kompas, awal pekan ini.

Untuk itu, didatangkanlah chef khusus dari Desa Xi An, Shenzhen,
China, Yuan Pan Feng yang akrab dipanggil Xiao Yuan.
Ia memilih nama Xiao Ba Wang karena mengandung makna kecil-kecil
cabai rawit. Xiao artinya kecil, ba wang artinya raja.

Menurut Nanan yang asli putri Solo itu, pangsa pasar utama Xiao
Ba Wang adalah penikmat la mian, yang umumnya dari etnis
Tionghoa. “Di Semarang, jumlahnya relatif banyak. Inilah pangsa
pasar kami,” ungkapnya.

Para tamu yang makan di restorannya adalah mereka yang punya
sejarah dan pengalaman makan la mian. “Orang yang lanjut usia
datang bersama anak dan cucunya,” cerita Nanan yang acap kali turun
sendiri ke lapangan, ikut melayani tamu-tamu yang datang.
***

RESTORAN Xiao Ba Wang yang berkapasitas 80 tempat duduk ini,
dibuka setiap hari, namun jam bukanya tidak sama. Pada hari Senin,
misalnya, jam buka antara pukul 17.30 dan 21.30. Setiap hari Selasa
sampai Jumat, buka mulai pukul 11.30-14.30, dilanjutkan 17.30-21.30.
Sedangkan pada akhir pekan, mulai Sabtu, Minggu, dan hari libur,
Anda dapat menikmati la mian lebih awal karena dibuka mulai pukul
09.00-21.30.

Salah satu menu kegemaran pengunjung adalah bubur claypot yang
dimasak dalam kuali dengan arang dalam waktu delapan jam. Tamu dapat
memilih topping-nya, mau pakai kakap putih, udang, ayam, atau daging
sapi.

Biasanya pada akhir pekan atau hari libur, bubur claypot cepat
habis, terutama bila Anda datang selepas pukul 12.00.
Sejumlah menu andalan Xiao Ba Wang dapat Anda coba, seperti bakmi
tarik paha ayam goreng lunak, bakmi tarik iga babi garing, bakmi
tarik irisan daging has sapi, dan bakmi tarik ayam cincang dengan
sayur.

Anda juga bisa mencicipi Nasi Ayam dan Nasi Goreng ala Xian. Pun
beragam makanan kecil seperti Shanghai Xiao Long Bao, Xiao May,
gorengan aneka dumpling. “Yang paling khas adalah ubur-ubur asam
manis dengan bumbu kacang yang renyah dan taburan kacang wijen yang
gurih rasanya,” jelas Nanan, yang bernama asli Sarah Siti Kawiryan
itu.

Harga makanan di sini antara Rp 18.000-29.000 per porsi.
Jika Anda penggemar sejati la mian, Restoran Xiao Ba Wang di
Semarang adalah salah satu referensi penting. (adhi ksp)

FOTO di blog ini suasana Restoran Xiao Ba Wang, Semarang. Foto oleh Robert Adhi Kusumaputra/KOMPAS

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s