Handojo Budianto dan Teknologi dalam Bisnis Bus

Pengantar
Handojo Budianto saat ini mengendalikan perusahaan bus PO Nusantara. Saya pernah diajak oleh Pak Handojo, mencoba menyetir bus mewah Scania buatan Swedia di pool PO Nusantara di Kudus, Jawa Tengah. PO Nusantara Kudus dirintis dari bawah dan kini berkembang pesat. (KSP)

KOMPAS
Jawa Tengah
Selasa, 14 Jun 2005
Halaman: 3
Penulis: Adhi KSP, Robert

HANDOJO BUDIANTO DAN TEKNOLOGI DALAM BISNIS BUS


DARI laptop di kantornya di pool PO Nusantara di Jalan Raya
Kudus-Demak KM 5, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Handojo Budianto
(38), pemilik PO Nusantara, dapat memantau dan mengontrol langsung
keberadaan 200-an busnya pada saat itu.

Teknologi GPS (global positioning system) yang dimanfaatkan
Handojo itu memungkinkannya mengetahui bus-busnya yang sedang melaju
di jalan raya di Pulau Jawa, lengkap dengan waktu, kecepatan bus,
dan posisi bus.

Ia memberi contoh, salah satu bus Nusantara yang pada pukul
13.30 ada di Jakarta, posisinya dapat diketahui di wilayah Jakarta
Selatan. “Teknologi GPS ini dapat diakses di mana saja. Ini dapat
disamakan semacam black-box. Data yang dicatat akurat. Jadi,
misalnya, kalau terjadi musibah kecelakaan, saya punya catatan,
kecepatan terakhir saat itu berapa,” jelas Handojo sambil
memerlihatkan laptopnya yang terkoneksi Telkomnet.
Karena itulah Handojo tak perlu khawatir ihwal posisi bus-bus
Nusantara yang sedang beroperasi di jalan.
***

Sejak kecil, Handojo kelahiran Kudus, 14 Desember 1966 senang
mengutak-atik mesin dan mendalami dunia otomotif. Ayahnya, Jonatan
Budianto, sejak tahun 1968, memiliki dua bus jurusan Kudus-Semarang
tanpa AC.

Usaha bus ini terus berkembang. Tahun 1975, PO Nusantara mulai
menggunakan satu-dua bus Mercedes Benz non-AC. Tahun 1984, mulai
menggunakan dua bus AC. “Armada kami waktu itu jumlahnya 10,”
ceritanya, Senin (13/6).

Pada tahun itu, Handojo yang tamat SMA, ingin melanjutkan
pendidikan tinggi dengan mengikuti bimbingan tes di Yogyakarta.
Waktu itu Handojo berpikir, kok tak ada bus Semarang-Yogyakarta yang
nyaman.

Tahun 1989, setelah Handojo mengenyam pendidikan tinggi di
Fresno, California, Amerika Serikat, mendalami teknologi industri
dengan spesialisasi transportasi, ia memegang kendali PO
Nusantara. “Saya pertama kali membuka jurusan Kudus-Semarang-
Yogyakarta Patas AC dengan komposisi bangku dua-dua,” katanya.

Tahun 1993, ia mulai membuka bus Patas jurusan Kudus-Semarang-
Purwokerto. Usahanya terus berkembang. Februari 1995, Handojo
merintis jurusan Kudus-Semarang-Jakarta.

Ketika krisis ekonomi terjadi tahun 1998, usaha busnya ikut
lesu. Jumlah penumpang ke Jakarta yang umumnya pedagang sangat
berkurang. “Saya mengandalkan trayek dekat, Kudus-Yogyakarta karena
pelajar dan mahasiswa tidak kena imbas,” ungkapnya.

Untuk menyelamatkan usahanya, Handojo putar otak. Ia membeli 11
bus dari perusahaan yang bangkrut dengan harga sekitar Rp 100
juta. “Tampilan luarnya buruk, tapi ternyata mesin dan suku
cadangnya masih bagus. Waktu membeli bus-bus bekas itu, saya
ditertawakan. Tapi cara itu sangat membantu, terutama menghemat suku
cadang karena harganya naik,” cerita Handojo.

Kini, tahun 2005, PO Nusantara berkembang menjadi perusahaan bus
disegani, memiliki 200 bus. Trayeknya bertambah, antara lain Kudus-
Bandung, Kudus-Bogor, Kudus-Surabaya, Kudus-Tegal, dan pertengahan
Juni ini, segera diluncurkan trayek baru Semarang-Kudus-Malang.
***

MENGELOLA usaha bus, bagi Handojo, merupakan hobi. “Orang boleh
saja investasi, tapi kalau tak disertai hobi, sulit,” katanya.
Tak heran jika kesejahteraan sopir bus pun sangat
diperhatikannya. “Gaji sopir harus diterima oleh istri,” katanya.
Rata-rata sopir bus itu menerima Rp 1,5 juta per bulan dari 13 x
pergi-pulang, belum termasuk uang makan.

Handojo, pemilik PO Nusantara ini tampak bersahaja dan
sederhana. Ia sempat mengajak Kompas mencoba menyetir bus mewah
Scania buatan Swedia. Di tangan Handojo-lah, PO Nusantara kini
menjadi salah satu perusahaan bus terkemuka di Jawa Tengah.
(Robert Adhi KSP)

LINK TERKAIT http://www.nu3tara.com/,
http://www.otostereo.info/home.php?link=article&a_id=69

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s