Pelaku Pembunuhan Basoeki Abdullah Belum Terungkap

KOMPAS

Minggu, 07 Nov 1993

Halaman: 1

Penulis: KSP/TI/AS/POM


PELAKU PEMBUNUHAN BASOEKI BELUM TERUNGKAP
Jakarta, Kompas
Otak dan pelaku kasus pembunuhan pelukis legendaris Basoeki
Abdullah masih menimbulkan tanda tanya besar. Motif perampokan
seperti yang disebut polisi, masih harus diuji. Polisi sendiri kini
tidak melihat motif pembunuhan ini hanya sekadar tindak kriminal
murni yang dilakukan penjahat tradisional, tapi juga melihat adanya
kemungkinan lain, seperti pembunuhan berencana dengan motif lain,
yang dilakukan atau disuruh orang yang kenal dan dekat dengan korban.

Sampai semalam polisi masih dalam tahap mengumpulkan data dan
informasi. Belum ada titik terang, dan informasi yang dikumpulkan
dan diolah, masih merupakan teori-teori kemungkinan. Namun demikian,
polisi sudah melangkah jauh, dengan mempelajari isi buku harian
Basoeki Abdullah dan menyelidiki manajemen keuangannya. “Tapi itu
semua butuh waktu,” kata Kapolres Jaksel Letkol (Pol) Drs Adang
Rismanto.

Penyidikan polisi mengarah pula informasi tentang surat wasiat
Basoeki Abdullah. Menurut seorang anggota keluarga, surat wasiat
tentang warisan sudah dikeluarkan, namun hanya seorang sekretarisnya
yang tahu isi surat wasiat itu. Seorang sumber mengatakan, seorang
sekretarisnya pernah mendesak pada keluarga agar isi surat wasiat
soal warisan segera diumumkan. Ada kemungkinan pembagian warisan
tidak merata. Namun informasi ini masih terus diolah oleh polisi.

Tentang jumlah pelaku, polisi mengatakan, jika melihat lokasi
kamar korban yang sempit, pembunuh diperkirakan pelaku tunggal.
Namun belum diketahui apakah pembunuh itu datang bersama teman
lainnya. Soal pelaku juga masih diteliti, apakah orang yang sudah
kenal dan dekat dengan korban, atau orang suruhan yang dibayar untuk
menghabisi nyawa Basoeki. Tapi siapa pun dia, “orangnya berdarah
dingin dan sadis,” kata polisi.

Satpam Yudi Priyono yang bertugas malam itu mengaku baru kali
itulah ia tertidur di pos. Polisi kini memeriksa pula air yang
diminum satpam itu. Kemungkinan satpam bekerja sama dengan pelaku
sangat kecil, kata polisi. Asal-usul satpam hingga sekecil-kecilnya
sudah diusut, dan Yudi seorang yang lugu.

Tentang tiga anjing di rumah yang tidak mengonggong, polisi
mengatakan, ketiga anjing itu jenis pudel dan peking, bukan herder
atau dobberman yang biasa galak. Namun masih dipertanyakan, apakah
jika anjing pudel dan peking yang menjaga rumah, anjing-anjing itu
tidak menyalak bila melihat “orang asing” di rumah.

Soal arloji almarhum yang oleh polisi dilaporkan hilang, jenis
arloji itu disebutkan bukanlah arloji yang mahal. Basoeki Abdullah
memang suka mengumpulkan berbagai jenis jam tangan, yang harganya
puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. Tapi masalah hilang atau
tidaknya jam tangan koleksi itu membingungkan. Sebab pihak keluarga
kemarin malah mengatakan, sebenarnya tak ada arloji yang hilang di
kamar korban.

Sedangkan soal jumlah uang di dalam tas, yang ketika ditemukan
hanya tertinggal selembar uang Rp 10.000. Menurut keterangan, uang
tunai yang masih ada di dalam tas Basoeki sekitar Rp 1,5 juta
setelah pulang berbelanja di Ratu Plaza dan Pondok Indah Mall.

Mantan Istri
Rumah duka di Jl Keuangan Raya No 19, Jaksel, sepanjang Sabtu
kemarin masih dikunjungi para pelayat. Antara lain mantan Kapolri
Hoegeng Iman Santoso dan Awaloedin Djamin, artis Idris Sardi dan
Marini, Dubes Irak Zaki al Habba dan kerabat lainnya.

Mantan istri Basoeki, Maya Thracker (60) dan putrinya,
Saraswati Koewenhoeven (48) Sabtu sore pukul 18.40 tiba di rumah
duka. Begitu menjejakkan kakinya di bandara, Maya berucap kepada
penjemputnya, “Saya tidak percaya itu (Basoeki dibunuh -red).”

Di rumah duka, Maya sempat berpelukan dengan istri Basoeki
sekarang, Nattaya yang berasal dari Thailand. Mereka berdua terisak-
isak di depan peti jenazah Basoeki, pria yang pernah mengisi hati
mereka.

Dari Batam dilaporkan, Deputi Kapolri bidang Operasi Mayjen
(Pol) Drs Koesparmono Irsan menyatakan telah memerintahkan satuan
Mabes Polri untuk membantu menyingkap tabir pembunuhan besar ini.
Tentang kemungkinan terlibatnya ‘orang dalam’, Koesparmono
mengatakan, “Mari kita keluarkan indikasi-indikasi, tetapi jangan
terus menuduh. Kalau sudah menuduh, maka pola pikir kita sudah
mencari pembenaran-pembenaran atas tuduhan tadi.”

Dari Yogyakarta dilaporkan, pemakaman jenazah pelukis kondang
di makam keluarga di Mlati, Sleman, Yogyakarta akan dilakukan hari
Minggu ini pukul 12.30. Menurut pihak keluarga, tak ada upacara
khusus kecuali sekadar ucapan belasungkawa dan terima kasih bagi
para pelayat di Yogyakarta. (ksp/ti/as/pom)

FOTO ilustrasi di blog ini lukisan cat kanvas Basoeki Abdullah “Indonesian Boy and Karbouw”, dikutip dari http://www.artnet.com/Artists/LotDetailPage.aspx?lot_id=53331FE4A90E6332

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s