Kemajuan Iptek Membuat Kejahatan Semakin Canggih

KOMPAS

Jumat, 01 Oct 1993

Halaman: 5

Penulis: KSP


Sidang Umum Interpol ke-62
KEMAJUAN IPTEK MEMBUAT KEJAHATAN SEMAKIN CANGGIH
Aruba, Kompas
Kemajuan ilmu dan teknologi ikut membuat jenis dan bentuk
kejahatan semakin canggih, ragam, rumit, dan sulit untuk dipecahkan.
Tak hanya itu, kejahatan yang terjadi juga makin mengabaikan batas-
batas negara. Karena itu, usaha memerangi kejahatan tersebut hanya
bisa dilakukan secara bersama (antar negara), yang sejauh ini harus
diakui masih sangat terbatas dan membutuhkan perbaikan maupun
peningkatan.

Hal ini menjadi pokok utama yang dibicarakan 431 peserta dari
130 negara dan tujuh organisasi internasional yang sedang mengikuti
Sidang Umum ICPO (International Criminal Police Organization)-
Interpol ke-62 di Aruba, sebuah pulau kecil di kawasan Laut Karibia,
Amerika Tengah. Sidang Umum Interpol yang akan berlangsung hingga 5
Oktober 1993 dibuka oleh Menteri Kehakiman Aruba, Rafael di Grand
Ballroom Hotel Americana Aruba Rabu pagi (29/9) waktu setempat atau
Rabu malam waktu Indonesia.

Wartawan Kompas Robert Adhi Ksp dari Aruba melaporkan, pokok
soal ini juga dikemukakan secara tegas oleh Menkeh Aruba Rafael dan
Presiden ICPO-Interpol Norman Inkster dari Kanada, dalam sambutan
mereka. Sidang Interpol yang berlangsung di negara pulau seluas 193
km persegi dan berpenduduk sekitar 72.000 orang ini, diawali lagu
kebangsaan “Aruba Dushi Tera” (artinya Aruba Negara Nan Indah) yang
dinyanyikan seorang gadis cantik.

Delegasi Indonesia dalam SU Interpol ini terdiri 8 orang
dipimpin langsung oleh Kapolri Letjen (Pol) Drs Banurusman
Astrosemitro selaku Kepala NCB (National Central Bureau-Interpol
Indonesia). Anggota delegasi lainnya, Deputi bidang Operasi Mayjen
(Pol) Drs Koesparmono Irsan, Kapolda Sumbagsel Mayjen (Pol) Drs
Yusnan H. Usman, Sekretaris Kepala NCB-Interpol Brigjen (Pol) Drs
Suharyono, Direktur Reserse Polri Kolonel (Pol) Drs Rusdihardjo,
Koordinator Spri Kapolri Letkol (Pol) Drs Djuharnus, serta Kasubdit
Intelijen Ditjen Bea Cukai Drs M. Chariri dan Wakil Kepala Urusan
Pengedaran Uang Bank Indonesia Drs Sidarto.

Yugo dan Macedonia
Meskipun Anggaran Dasar ICPO-Interpol (Pasal 3) melarang
anggotanya melakukan intervensi dalam kegiatan politik, namun
tampaknya masalah politik ikut mewarnai SU Interpol. Hal ini
tercermin dari Sidang Pleno hari pertama -seusai acara pembukaan-
yang membahas pengajuan lamaran tujuh negara yang akan menjadi
anggota baru ICPO-Interpol. Dari tujuh negara yang mengajukan
lamaran, hanya Macedonia yang belum disetujui diterima jadi anggota
Interpol.

Sidang sepakat menundanya hingga hari Senin mendatang.
Enam negara lainnya, Belarus dan Georgia (bekas Uni Soviet),
Republik Ceko, El Savador, Slovakia dan Afrika Selatan disetujui
menjadi anggota baru, melalui pemilihan yang demokratis. Setiap
wakil delegasi memasukkan kertas ke dalam kotak, memuat setuju atau
tidak negara-negara itu jadi anggota Interpol.

Dengan diterimanya enam negara dalam SU Interpol ke-62 ini,
berarti jumlah negara anggota ICPO-Interpol tahun 1993 ini menjadi
175 negara anggota.

Khusus soal Macedonia, delegasi Yunani menyampaikan memorandum
yang intinya meminta agar Interpol sebagai organisasi internasional
tidak menerima nama “Republik Macedonia”. Sebab akan menciptakan
masalah baru terhadap perkembangan negosiasi di PBB saat ini. FYROM
(Former Yugoslav Republic of Macedonia) sebelumnya telah mengajukan
diri masuk anggota ICPO dengan nama “Republik Macedonia”.

Di samping soal Macedonia, pembicaraan soal Yugoslavia juga
cukup alot. Sidang Pleno akhirnya berpendapat, status Yugoslavia
dalam keanggotaan Interpol ditinjau kembali, dan diharuskan
mengajukan lamaran baru dengan nama Serbia dan Montenegro.

Kegiatan SU Interpol hari kedua pada Kamis pagi (30/9) waktu
Aruba atau Kamis malam waktu Indonesia, mulai membahas kejahatan dan
kepentingan angggota Interpol.


LOGO di blog ini diambil dari http://www.interpol.int/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s