Kekayaan Basoeki Abdullah Sekitar Rp 6,5 Mliar

KOMPAS

Jumat, 19 Nov 1993

Halaman: 7

Penulis: KSP


KEKAYAAN BASOEKI ABDULLAH SEKITAR RP 6,5 MILYAR
* Nattaya : Saya Tidak Dapat, Tak Apa-Apa
Jakarta, Kompas
Aset kekayaan pelukis legendaris Basoeki Abdullah di Jakarta
saat ini diperkirakan sekitar Rp 6,5 milyar. Angka ini termasuk
klise foto lukisan-lukisan Basoeki yang jumlahnya lebih dari 1.000
buah.

Istri almarhum, Ny. Nattaya Nareerat, dan asisten almarhum,
Doeta Seta, membenarkan hal ini ketika ditanya Kompas saat ditemui
secara terpisah di kediaman masing-masing, Kamis (18/11). “Saya
heran jika ada orang bilang harta Bapak sampai puluhan milyar
rupiah. Itu tidak betul,” kata Nattaya. Hal serupa dikatakan Doeta
Seta, yang bekerja pada Basoeki sejak tahun 1975.

Aset almarhum Basoeki Abdullah itu berupa rumah tinggal di Jl.
Keuangan Raya No 19, Cilandak, Jaksel (bernilai sekitar Rp 800 juta)
dan rumah tinggal di kompleks Shangrila Indah, Ciledug, Tangerang
(bernilai sekitar Rp 200 juta).

Selain itu empat kendaraan bermotor (sedan BMW, Mercedes,
Starlet dan mobil Kijang, yang nilai seluruhnya berkisar Rp 200
juta). Jumlah lukisan yang masih ada di galeri tercatat 60 buah.
Harga jual lukisan berkisar antara Rp 25 juta – Rp 300 juta.

Lukisan itu termasuk lima lembar lukisan KTT GNB (satu di antaranya
berukuran 7m x 2m, empat lainnya 165 cm x 250 cm). Namun belum
jelas, apakah lukisan KTT GNB ini akan dihibahkan kepada negara.

Sedangkan nilai sekitar 1.000 klise foto lukisan Basoeki bisa
mencapai Rp 3,5 milyar. Sebab harga copyright sebuah klise lukisan
sekitar 3.000 dollar AS (atau sekitar Rp 6 juta). Beberapa
perusahaan swasta sudah ada yang membelinya dan menjadikan foto
lukisan itu kalender perusahaan, antara lain Asuransi Indonesia,
Bank BNI 1946 dan Semen Tiga Roda.

Menurut Ny Nattaya, ia heran ada orang bilang harta suaminya
mencapai puluhan milyar. “Saya kaget. Jumlah itu ya bisa saja
begitu kalau dikumpulkan dari tahun ke tahun. Tapi Bapak ‘kan
orangnya royal, suka membagi-bagikan uangnya kepada orang lain,
pegawainya.”

Hidup keluarga Basoeki tergantung dari pesanan lukisan. Jumlah
lukisan itu jika dihitung sejak Basoeki Abdullah pindah dari Bangkok
ke Jakarta tahun 1975 (atas permintaan Adam Malik), mencapai 1.200
buah.

Ny. Nattaya selama ini mengurus “kas kecil”, seperti pembantu,
makanan, minuman, kesehatan karyawan, listrik, air, telepon (untuk
rumah di Jl Keuangan, di Shangrila dan galeri di Jl
Sisingamangaraja), juga pengiriman bunga untuk rekan-rekan. Jumlah
pengeluaran ‘kas kecil’ bisa mencapai Rp 10 juta per bulan. Sedangkan
pesanan lukisan ditangani sendiri oleh Basoeki, dibantu pegawainya di
galeri.

“Tunggu Pak Moer”
Mengenai pertemuannya dengan Mensesneg Moerdiono beberapa waktu
lalu, Ny. Nattaya mengatakan, pembicaraan berkisar pada surat wasiat
yang ada kaitannya dengan negara. Terutama, rumah di Jl. Keuangan
Raya No 19 rencananya akan dijadikan museum dan dihibahkan kepada
negara. “Tapi keputusannya menunggu Pak Moerdiono pulang dari luar
negeri,” kata Nattaya yang pada Kamis sore kemarin mengenakan gaun
hitam.

Nattaya mengaku belum pernah melihat surat wasiat yang dibuat
almarhum suaminya. “Makanya saya heran ada surat kabar yang
menyebutkan nama-nama penerima warisan. Ada nama pembantu, ada ini-
itu, darimana sumbernya ? Dan siapa yang buka ? Siapa yang lebih
tahu soal ini ?” Namun Nattaya mengakui, mendengar isu-isu bahwa
namanya tidak tercantum dalam daftar ahli waris penerima warisan
Baoseki Abdullah.

Ditanya perasaannya jika memang ternyata namanya tidak
tercantum dalam surat wasiat soal harta warisan, Ny. Nattaya
menjawab, “Saya tidak mendapat bagian, ya tidak apa-apa. Saya sudah
punya rumah di Bangkok, dekat Bandara Don Muang. Bagi saya, itu
sudah cukuplah. Saya masih muda, masih bisa berusaha yang lain.

Rumah itu dihadiahkan Bapak kepada saya tahun 1974. Luasnya seperti
rumah inilah (maksudnya rumah di Jl Keuangan Raya No 19 Jaksel).”
Menurut Nattaya, “Beberapa bulan lalu, Bapak memang pernah
tanya, kamu maunya apa, mau saya berikan apa. Tapi saya tidak mikir
Bapak menanyakan itu, ada maksud apa. Cuma saya jawab sejujur-
jujurnya, Bapak nggak usah memikirkan saya.”

Bekas runner up ratu kecantikan asal Thailand ini mengusulkan
kepada suaminya, untuk membeli rumah sebelah dan menjadikannya galeri
lukisan-lukisannya. “Galeri di Jl. Sisingamangaraja itu dikontrak
sejak 13 tahun yang lalu, harga kontrak setahun sekarang sudah Rp 60
juta. Sayang ‘kan ? Geleri di sana suka bocor, kita mau perbaiki
bukan milik sendiri. Itu yang saya usulkan pada Bapak. Dan jawaban
Bapak waktu itu, tunggu mukjizat.”

Nattaya memiliki sepuluh lukisan dari Basoeki Abdullah, umumnya
lukisan potret diri yang diberikan sebagai hadiah ulang tahunnya.
Nattaya mengaku saat ini ia merasa sendiri dan asing, sejak kematian
suaminya. (ksp)

FOTO di blog ini lukisan karya Basoeki Abdullah, “Balinese Beauty”, dikutip dari http://www.artnet.com/Artists/LotDetailPage.aspx?lot_id=98BF557291C4B9A3

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s