Kejahatan Ekonomi Internasional Meningkat dan Semain Canggih

KOMPAS

Rabu, 06 Oct 1993

Halaman: 14

Penulis: KSP


KEJAHATAN EKONOMI INTERNASIONAL
MENINGKAT DAN SEMAKIN CANGGIH

Aruba, Kompas
Kejahatan ekonomi internasional yang terjadi di hampir seluruh
dunia menunjukkan kecenderungan meningkat dan makin melilit dunia.
Mulai dari kejahatan perbankan yang sulit diajukan ke pengadilan,
kejahatan di bidang lingkungan hidup yang makin bervariasi, sampai
pada kejahatan di bidang komputer yang dilakukan dengan modus
operandi baru, semuanya terjadi di hampir seluruh negara di dunia
ini.

Demikian dilaporkan wartawan Kompas Robert Adhi Ksp hari Senin
(4/10) waktu setempat (Selasa 5/10 WIB) dari Sidang Umum Interpol
ke-62 di Aruba di kawasan Laut Karibia, Amerika Tengah. Dari sidang
Interpol ini disampaikan berbagai laporan yang disampaikan oleh
sejumlah delegasi yang menggarisbawahi kecenderungan meningkatnya
kejahatan ekonomi internasional itu.

Kejahatan perbankan misalnya, diakui oleh Sekretariat Jenderal
ICPO (International Criminal Police Organization)-Interpol yang
bermarkas besar di Lyons (Perancis), telah meningkat jumlahnya
dengan kerugian yang juga sangat besar. Kejahatan perbankan agak
sulit diajukan ke pengadilan karena bank-bank yang jadi korban
kejahatan enggan melaporkannya kepada polisi.

Tahun 1992, Setjen ICPO-Interpol menerima laporan 1.648 kasus
kejahatan ekonomi dengan bermacam jenis tindak pidana ekonomi dari
seluruh dunia. Sebanyak 621 kasus atau 37,7 persen merupakan
kejahatan di bidang perbankan, termasuk kejahatan kartu kredit.

Di Afrika, kejahatan ekonomi terasa lebih meningkat karena
sistem ekonomi negara-negara di Benua Afrika tergolong longgar.
Pihak Sekjen ICPO-Interpol menyadari kejahatan ekonomi, terutama
kejahatan di bidang keuangan- akan sangat merusak negara tanpa
pandang bulu, apakah negara kaya atau negara miskin. Dampaknya pun
akan terasa di semua sektor masyarakat.

Delegasi Italia menginformasikan ditemukan modus operandi baru
kejahatan di bidang komputer. Sekelompok penjahat di Roma mencoba
membobol bancomat system -yaitu semacam pengambilan uang yang
menggunakan kartu magnetik. Penjahat asal Italia telah membeli alat-
alat untuk memalsu kartu bank dan beraksi di Paris.

Khusus soal money laundering, Setjen ICPO-Interpol sudah
memberikan prioritas utama penanganannya. Sudah ada satu kelompok,
FOPAC, yang diserahi tugas membahas masalah ini. Proyek MAIE (Mafia
Laundering in Europe) mengamati kegiatan Mafia, Camorra, Yakuza dan
organisasi kejahatan internasional lainnya dalam melakukan kegiatan
money laundering.

Delegasi Colombia melaporkan ditemukannya modus operandi baru
dalam kasus ini, yaitu ada kerja sama yang erat antara penjahat dan
pejabat-pejabat bank, pengawas bank, petugas bea dan cukai, serta
pegawai money changer. Dengan kerja sama erat ini, uang hasil-hasil
kejahatan ditukar dan diganti dengan uang baru, tanpa diketahui
pihak berwajib.

LOGO di blog ini dari http://www.interpol.int/default.asp

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s