Kasus Pembunuhan Basoeki Abdullah: Rekonstruksi Rekaan di Tempat Kejadian

KOMPAS

Selasa, 09 Nov 1993

Halaman: 1

Penulis: KSP


Kasus Pembunuhan Basoeki Abdullah
“REKONSTRUKSI REKAAN” DI TEMPAT KEJADIAN
Jakarta, Kompas
Polisi melakukan “rekonstruksi rekaan” di rumah korban Basoeki
Abdullah sejak Minggu (7/11) malam hingga Senin (8/11) dinihari.
Rekonstruksi imajiner di TKP (tempat kejadian perkara) ini untuk
mempelajari bagaimana penjahat masuk dan keluar rumah korban, lalu
menghabisi nyawa pelukis itu.

Polisi juga mulai mendengarkan keterangan dua orang sekretaris
Basoeki, Ny Wiwin Wadaryatmo (38) dan Meiwati (26). Kedua orang ini
dinilai sabagai salah satu “kunci” untuk menyingkap kasus pembunuhan
Basoeki. Sebab kedua sekretaris ini banyak tahu kehidupan Basoeki
dan pekerjaan sehari-harinya.

Rumah almarhum Basoeki Abdullah sejak Senin kemarin dijaga oleh
petugas. Sementara itu di depan rumah Basoeki ada bangunan rumah
yang sedang direnovasi total dan dikerjakan 15 buruh sejak awal
Agustus 1993 silam. Menurut keterangan, tiap hari pekerjaan
diselesaikan pukul 16.00. Setiap malam, ada 10 pekerja yang tidur di
rumah bertingkat dua yang sedang direnovasi itu.

Kemungkinan sendirian
Sebuah sumber mengatakan, dari “rekonstruksi rekaan” itu,
polisi melihat adanya kemungkinan pelaku masuk dari atap fiberglass
di atas tempat pencucian piring – di gang antara garasi dan dapur.

Jejak kaki di tembok di atas tempat pencucian piring, bisa jadi
telapak kaki penjahat. Pembunuhnya kemungkinan tunggal dan
tradisional, yang niatnya betul-betul mencuri atau merampok.

Namun demikian, polisi juga melihat kemungkinan motif lainnya,
misalnya surat wasiat mengenai warisan. Polisi menyadari
keluarga Basoeki saat ini masih dalam suasana duka, namun dalam
waktu dekat ini polisi akan mendengarkan keterangan Ny Nattaya dan
putrinya Sidawati, demi kepentingan penyelidikan.

Dari “rekonstruksi rekaan” ini, polisi mengandaikan, setelah di
dalam rumah, penjahat diduga masuk ke dapur mengambil apel di dapur
dan mengambil samurai pajangan di ruang tengah. Pelaku diduga naik
ke lantai dua lewat tangga, sambil makan apel. Sisa gigitan apel dan
samurai pajangan ditinggalkan di meja di lantai dua. Karena pintu
kamar yang ditempati Ny Nattaya terkunci, pelaku diduga turun ke
bawah, masuk ke kamar Basoeki yang tidak terkunci.

Salah satu kemungkinannya, korban saat itu sedang membaca buku
di tempat tidur, karena menurut pembantunya, ia memang biasa membaca
atau menulis sekitar pukul 02.00-03.00 dinihari.

Diperkirakan, begitu melihat ada seorang tak dikenal masuk,
korban langsung menyambar senapan angin di pojok kamarnya. Tapi
senapan angin kaliber 4,5 mm seberat 5 kilogram dapat direbut
penjahat.

Pelaku kemudian menghantam bagian kepala korban dengan popor
senapan angin, sehingga senapan terpatah dua. Sesuai fakta, ada uang
yang hilang (sekitar Rp 1,5 juta) dari tas dan tersisa selembar Rp
10.000, serta puluhan arloji koleksinya lenyap. Pelaku diperkirakan
keluar dari tangga di dekat kamar pembantu, dan melompat ke genteng
rumah penduduk.
Dua penghuni rumah tetangga sudah dimintai keterangan dan diambil sidik jarinya. (ksp)

FOTO di blog ini lukisan karya Basoeki Abdullah, “Mountain Landscape”, dikutip dari http://www.asianart.com/articles/fast/8.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s