Jenazah Bsoeki Dimakamkan, Pembunuhnya Belum Terungkap

KOMPAS

Senin, 08 Nov 1993

Halaman: 1

Penulis: POM/TT/KSP


JENAZAH BASOEKI DIMAKAMKAN
*Pembunuhnya Belum Terungkap
Jakarta, Kompas

Ribuan pelayat menghadiri pemakaman jenazah pelukis besar
Basoeki Abdullah di Pemakaman Keluarga, Mlati, Sleman hari Minggu.
Sejumlah seniman juga hadir disana. Tampak ikut mengantar ke
tempat peristirahatan yang terakhir, istri almarhum, Ny Nataya
Naeerat dan putrinya Caecilia Sidawati, istri pertamanya
Ny Josephine dan putrinya Saraswati, istri keduanya Maria Michele
dan kerabat lainnya.

Sementara itu sampai hari Minggu (7/11), polisi masih melakukan
penyelidikan terhadap kasus pembunuhan Basoeki Abdullah. Sebuah tim
khusus sudah dibentuk untuk mengungkap kasus ini. Anggotanya terdiri
dari petugas reserse Polsek Cilandak, Polres Jakarta Selatan, Polda
Metro Jaya dan didukung Mabes Polri. Semuanya bekerja keras untuk
mengusut tuntas pembunuhan besar ini.

Dalam pemakaman kemarin, dari kalangan seniman yang tampak
hadir adalah Bagong Kussudiardjo, Putu Wijaya, Sapto Hudoyo dan
Nyoman Gunarsa. Juga hadir Bupati Sleman Drs H Arifin Ilyas, Mantan
Dirjen Kebudayaan Drs GBPH Poeger dan Rektor ISI Yogyakarta Prof Dr
RM Soedarsono.

Rangkaian pemakaman itu diawali dengan kedatangan jenazah
Basoeki Abdullah dengan mempergunakan pesawat F-100 Pelita Air
Service dari Jakarta di Bandara Adisucipto, Yogyakarta sekitar
pukul 11.38 WIB. Ikut serta dalam pesawat bernomer penerbangan
PK-PJN yang diterbangkan Kapten Pilot Rusmana itu, antara lain
istri dan anak-anak almarhum, Ny Titi Prabowo dan Prabowo dan
kerabat lainnya.

Di tangga pesawat, rombongan itu disambut oleh kemenakan
almarhum, Otok S., beberapa seniman dan anggota keluarga lainnya.
Dengan mempergunakan mobil jenazah milik PUKY (Perkumpulan Urusan
Kematian Yogyakarta), peti jenazah almarhum yang hanya berhiaskan
seikat kembang putih dan ditutup kain tipis putih langsung dibawa
ke makam keluarga di Mlati, Sleman.

Di tempat ini, jenazah Basoeki Abdullah disemayamkan lebih
dahulu di depan kompleks pemakaman keluarga pahlawan nasional Dr
Wahidin Soedirohoesodo itu. Setelah dilangsungkan upacara penyerahan
keluarga kepada pemda setempat, dilanjutkan dengan ibadat sabda
pemakaman yang dipimpin oleh Soedomohadi, Prodiakon dari Gereja
Katolik Mlati, Sleman.

Basoeki Abdullah yang mempunyai nama baptis Fransiskus
Xaverius dimakamkan di sebelah Selatan makam ibu angkatnya, Ny RA
Umari Ambarsadikin di kompleks pemakaman keluarga tersebut. Usai
pemakaman, anggota keluarga Basoeki Abdullah dan rombongan
langsung kembali ke Jakarta.

Sementara itu istri almarhum, Ny Nataya dan kedua anaknya,
Sidawati maupun saraswati enggan memberikan komentar tentang
pemeriksaan yang menyangkut kematian Basoeki Abdullah itu. Mereka
hanya menyatakan belum dapat berkomentar lebih dahulu dan
menyerahkan masalah itu kepada yang berwajib.

Bawa uang tunai
Almarhum Basoeki Abdullah, menurut seorang sekretarisnya,
Meiwati (26), sering membawa uang tunai. Ia suka menceritakan
kepada orang lain bahwa ia sedang membawa uang. Menurut sang
sekretaris, usianya yang sudah 78 tahun kadang-kadang berbanding
terbalik dengan tingkah lakunya yang kembali seperti anak-anak.

Sehari sebelum pembunuhan, yaitu Kamis sore (4/11) Basoeki
bersama sekretarisnya Meiwati berbelanja di Ratu Plaza dan Pondok
Indah Mall. Mereka berangkat dari kantor galeri di Jl
Sisingamangaraja Jaksel pukul 17.10, menuju Ratu Plaza. Basoeki
bermaksud membeli buku-buku mengenai Habibie karena ia sudah
menerima pesanan 8 lukisan diri Habibie. Semua lukisan itu baru
rampung 50 persen, dan untuk menyelesaikannya, Basoeki perlu
mengetahui karakter Habibie melalui bacaan.

Di Ratu Plaza, Basoeki dan Wati ke Toko Buku Nasional, namun
buku yang dicari tidak ketemu. Mereka lalu ke Pondok Indah Mall, dan
akhirnya menemukan buku-buku yang dimaksud di Toko Buku Gramedia.
Selain membeli buku-buku tentang Habibie, Basoeki juga membeli
beberapa buku kecakapan bahasa asing, antara lain buku bahasa
Spanyol, Jepang dan Inggris.

“Pak Bas merencanakan vakansi ke luar negeri, mengunjungi makam
Nehru dan berjumpa dengan Ibu Teresa,” kata Meiwati. Menurut
sekretarisnya, Basoeki selalu bilang, “Saya ingin pulang ke Mlati
(tempat pemakaman keluarga di Sleman),”. Padahal sebelum pameran
lukisannya di Niaga Tower Jakarta (18-24 Oktober lalu), Basoeki
sudah sempat pulang ke Mlati.

Pulang pukul 20.00
Setelah berbelanja buku-buku yang nilainya mencapai Rp 500.000
di Pondok Indah Mall, Basoeki berpisah dengan Meiwati. “Pak Bas
minta saya pulang sendiri naik taksi, beliau ingin langsung pulang
ke rumah,” kata Wati yang tinggal di kawasan Cipete Jaksel. Basoeki
diperkirakan tiba di rumahnya di Jl Keuangan sekitar pukul 20.00.

Sedangkan istrinya, Ny Nattaya berangkat menghadiri undangan
dinner di rumah sahabatnya Ny Martha di Pondok Indah Jaksel, pukul
20.15. Menurut pembantunya, Basoeki sebenarnya diajak Nattaya, tapi
mungkin karena sudah lelah, Basoeki mengatakan tidak ikut. Nattaya
tiba di rumah pukul 24.00 dan suaminya sudah tidur. Menurut
keterangan, malam itu Nattaya pulang diantar seorang pria -seperti
dituturkan petugas satpam kepada polisi.

Prihatin
Presiden Soeharto dan Keluarga Cendana memprihatinkan
terjadinya penganiayaan yang telah menewaskan maestro lukis
Indonesia, R. Basoeki Abdullah. Demikian dikemukakan putri
Presiden, Ny Siti Herdiati Prabowo (Titi) menjawab pertanyaan
Kompas di sela-sela pemakaman Basoeki Abdullah di Pemakaman
Keluarga, Mlati, Sleman hari Minggu (7/11).

“Bapak (Presiden Soeharto red.) dan kami terkejut sekali
mendengar meninggalnya Pak Basoeki Abdullah ini. Apalagi kan
sebelumnya Ibu (Ibu Tien Soeharto red.) masih membuka pameran
lukisan beliau. Bapak dan kami sekeluarga prihatin kok ada orang
yang kejam, menganiaya Pak Basoeki yang sudah sepuh (tua) ini
sampai meninggal,” tutur Titi Prabowo, yang melayat dengan
didampingi suaminya.

Ia menambahkan, Presiden Soeharto tidak memberikan pesan
khusus untuk melayat itu. Demikian juga dalam pengusutan kasus
tersebut, Presiden tidak memberikan pesan, tetapi sepenuhnya
diserahkan kepada aparat yang menanganinya.

“Saya kira kan sudah ada petugas yang menanganinya, sehingga
kita serahkan seluruhnya kepada mereka. Tidak usahlah masing-
masing kepingin menjadi detektif untuk mengungkapkan kasus ini.
Biar ditangani instansi yang terkait saja,” kata Titi
Prabowo.(pom/tt/ksp)

FOTO di blog ini lukisan karya Basoeki Abdullah, “Mountain Salak”, dikutip dari http://www.artnet.com/Artists/LotDetailPage.aspx?lot_id=4F7D9823D829ECD64D523402A452B00E

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s