Sebagian Suku Cadang Mobil Mewah dari Serpong

KOMPAS
Selasa, 01 Apr 2003
Halaman: 17
Penulis: adhi ksp, robert

SEBAGIAN SUKU CADANG MOBIL MEWAH DARI SERPONG

PEMILIK mobil-mobil buatan Eropa seperti BMW, Audi, Renault, VW,
ataupun buatan Amerika Serikat seperti Ford mungkin tak percaya bahwa
ada beberapa suku cadang yang dipasang di dalam mobil-mobil tersebut
dibuat di sebuah pabrik kelas menengah di Serpong, Kabupaten
Tangerang. Tetapi demikianlah kenyataannya.

“Semua mobil BMW yang diedarkan di mana pun di dunia ini memakai
park distance control atau kontrol jarak jauh untuk parkir. Alat
sensor parkir ini dipasang di setiap BMW agar tidak menabrak. Alat
ini diproduksi di pabrik kami,” kata Hardi Hartoko, Direktur PT
Induktorindo Utama, dalam percakapan dengan Kompas di pabriknya di
Taman Tekno, Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Senin (31/3) siang.

Hardi pantas bangga karena produksi pabrik yang dikelolanya bukan
hanya park distance control, tetapi ada ratusan jenis produk lain
berteknologi tinggi yang 100 persen diekspor ke mancanegara, mulai ke
Eropa, Asia, Amerika Serikat, hingga Australia, dengan nilai ekspor
per tahun Rp 50 milyar. “Perusahaan ini kelas menengah. Modal
terbesarnya kepercayaan mitra di luar negeri akan kualitas produk,”
katanya.

Perusahaan ini mempekerjakan sekitar 800 buruh, yang 90 persen
merupakan penduduk lokal. “Bagi saya, mempekerjakan penduduk lokal
sebagai karyawan di sini merupakan prioritas utama,” ungkap Hardi
yang berpengalaman mengelola belasan pabrik sebelumnya. Tenaga asing
yang bekerja di perusahaan itu hanya seorang.

Tahun 2001, pabrik ini memperoleh sertifikat dari badan
sertifikasi Jerman, TUV Anlagentechnik GmbH, berupa DIN EN ISQ
9001:1994 dan QS- 9000:1998 karena produk-produknya secara kualitas
terbukti memuaskan. “Pengakuan internasional terhadap mutu produk
perusahaan ini membuat kami lebih mudah mengembangkan diri. Yang
sulit diperoleh terutama sertifikat mutu QS-9000 karena lebih terkait
industri otomotif,” ujar Hardi, lulusan SMA St Yusuf, Malang, yang
secara otodidak mengelola perusahaan.

Berbekal sertifikat mutu, Hardi menawarkan produknya kepada
General Motor yang memproduksi kendaraan merek Ford di Amerika
Serikat. “Dengan sertifikat ini, orang-orang General Motor tak perlu
datang ke pabrik kami untuk melakukan audit. Mereka sudah percaya
hasil sertifikasi Jerman ini,” ungkap Hardi yang mengelola pabrik itu
bersama adiknya, Bambang Sarwoadji, insinyur teknik elektro lulusan
perguruan tinggi dari Jerman.

Produk perusahaan ini menembus industri otomotif yang memproduksi
BMW, Audi, VW, Renault, dan Ford. “Kami masih mencoba menembus
Mercedes Benz,” kata Hardi yang menilai divisi riset dan pengembangan
merupakan kunci utama dari perusahaannya. “Kalau kami tak punya
divisi riset, penelitian, dan pengembangan, kami akan dicap sebagai
industri tukang jahit,” tegasnya.
***

HARDI yang memiliki segudang pengalaman mengelola berbagai jenis
pabrik bekerja sama dengan adiknya. “Kami mulai dari kecil, dari
industri di rumah kecil di Pamulang Permai pada tahun 1993. Bulan
Juni tahun itu, kami memproduksi pertama kali ke Jerman dengan nilai
ekspor waktu itu 240 DM (dikali Rp 1.200, nilai mata uang Jerman
waktu itu),” ceritanya.

Berangkat dari itulah, produk perusahaannya berupa suku cadang
amplifier mulai diakui oleh pembeli industri elektronik. Sejak itu,
Hardi mengembangkan perusahaan itu dengan meyakinkan mitra asing di
Jerman. Lima tahun kemudian, tahun 1997, Hardi dan adiknya membeli
lahan seluas satu hektar di Taman Tekno dan mendirikan pabrik
permanen.

Berbekal pengalamannya mengelola belasan pabrik, Hardi menerapkan
manajemen persaudaraan dengan semua karyawannya. “Setiap makan siang,
saya dan pimpinan pabrik di sini hampir selalu bareng dengan karyawan
di kantin. Setiap karyawan mendapat subsidi perusahaan, hanya
membayar Rp 2.000-Rp 3.000 dari nilai makanan Rp 7.000- Rp 8.000 per
porsi,” jelasnya.

Kawasan industri Taman Tekno BSD memang diproyeksikan akan
menjadi kawasan industri nonpolusi di Serpong, yang mampu menyerap
tenaga kerja lokal dan menciptakan lapangan kerja baru. PT
Induktorindo merupakan satu dari lima pabrik yang sudah dibangun di
kawasan industri nonpolusi dan ramah lingkungan ini.
(ROBERT ADHI KSP)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s