Ruang Terbuka dan Taman Bermain di Kawasan Perumahan

KOMPAS
Jumat, 28 Mar 2003
Halaman: 35
Penulis: Adhi KSP, Robert

RUANG TERBUKA DAN TAMAN BERMAIN DI KAWASAN PERUMAHAN

RUANG terbuka hijau di kawasan perumahan kini sudah merupakan
kebutuhan mutlak. Para pengembang semakin menyadari, ruang terbuka
yang diwujudkan dalam bentuk taman dengan bunga aneka warna dan pohon
teduh ataupun taman bermain anak, makin dibutuhkan warga penghuni
rumah.

BEBERAPA pengembang yang membangun perumahan di Tangerang,
misalnya, mengakui perlunya ruang terbuka hijau dan taman bermain
anak, yang umumnya dilengkapi dengan pusat jajan, rumah makan
tradisional. Konsorsium pengembang yang membangun Kota Mandiri Bumi
Serpong Damai (BSD) di Kabupaten Tangerang, merupakan salah satu
contoh.

“Setiap cluster di BSD dibangun taman, dan di antaranya
dilengkapi dengan taman bermain anak. Ini penting karena taman
mencerminkan keindahan dan kenyamanan. Taman juga bisa menjadi sarana
sosialisasi anak,” kata Ir Jo Eddy, Kepala Divisi Pengembangan BSD
kepada Kompas di kantor pemasaran hari Selasa (25/3).

Ruang terbuka hijau ini dapat ditemukan di cluster Taman
Edelweiss, Taman Fortuna, dan Taman Giri Loka, yang harga rumahnya
berkisar antara Rp 400 juta hingga Rp 1 milyar. Di cluster Puspita
Loka yang ukurannya lebih kecil, juga disediakan taman, meski tidak
dilengkapi taman bermain. Bahkan, di cluster Griya Loka di Sektor I
BSD, sejak lama ada taman dan pusat jajan, serta klub olahraga bagi
para penghuni.

Mengapa BSD menganggap penting ruang terbuka hijau? Menurut Eddy,
sejak awal BSD memiliki komitmen menciptakan suasana perumahan dengan
lingkungan udara yang bersih dan nyaman. Di taman, anak-anak bisa
disuapi makan sambil menghirup udara segar. Di taman, anak-anak bisa
belajar sosialisasi dengan sesamanya, mengenal ada banyak orang
dengan berbeda suku, agama dan kebangsaan. “Kalau sejak dini anak-
anak tidak diajarkan bersosialisasi, kelak setelah dewasa, mereka
bisa egois,” demikian Jo Eddy memberi alasan.

Meskipun rumah berukuran kecil, halaman sempit, namun jika di
luar rumah ada taman, maka kesannya lingkungan perumahan menjadi
lebih luas. Ketika Kompas diajak melihat cluster Taman Edelweiss,
terlihat sebuah taman hijau yang dilengkapi tempat bermain anak-anak
dan pasir putih. “Yang bisa memanfaatkan taman ini hanya para
penghuni sekitar,” jelasnya. Demikian pula di cluster-cluster lain,
yang memiliki pola yang sama meskipun tidak semua taman dilengkapi
taman bermain anak.

Pusat rekreasi yang diperuntukkan bagi masyarakat luas, yang kini
sedang dibangun di BSD adalah pusat jajan seluas 0,5 hektar di depan
Kawasan Niaga Golden Road. “Rencananya, bulan Juni 2003 mendatang,
pusat jajan dengan 30-an restoran bisa dinikmati masyarakat umum.

Pusat jajan ini juga dilengkapi dengan plaza, sebagai tempat bermain
keluarga, serta tempat hiburan insidental warga,” kata Eddy. Meski
BSD terkesan terlambat membangun pusat jajan, namun tempat ini
diyakini akan menjadi titik rendezvous keluarga yang tinggal di
kawasan itu dan sekitarnya.

PENGEMBANG yang membangun permukiman Alam Sutera (Serpong), PT
Alfa Goldland Realty, juga menyadari pentingnya ruang terbuka hijau.
Selama ini tempat rekreasi keluarga lebih dititikberatkan pada benda-
benda elektronik, seperti misalnya Time Zone, yang kini tersebar di
banyak pusat perbelanjaan. Mengapa tidak membangun taman rekreasi
keluarga di ruang terbuka hijau yang berwawasan lingkungan? Manajer

Pengelola Family Park di Alam Sutera, Iwan Setia Atmadja kepada
Kompas, Selasa lalu menjelaskan, pengembang yang membangun Alam
Sutera akhir tahun 2002 lalu meresmikan “Family Park”, sebuah tempat
rekreasi keluarga di alam terbuka yang dilengkapi pusat jajan. “Kami
ingin menggugah kembali minat keluarga untuk melakukan rekreasi dan
kegiatan di alam terbuka (outdoor activities),” ujarnya.

Kawasan seluas 4,2 hektar itu memiliki tempat main anak-anak
(wonder kids) antara lain wadding pool, kolam renang khusus anak-anak
berlantai karet dan berwarna-warni. Kolam dilengkapi air mancur,
water cannon, serta aneka permainan air lainnya. Suara gemercik air
yang menyegarkan di tengah lingkungan asri, memberikan nuansa sendiri.

Anak-anak menjadi pusat perhatian utama di Family Park, karena di
sini, juga ada paviliun khusus untuk anak-anak yang merayakan hari
ulang tahun (HUT), juga ada mainan mobil dan kereta untuk anak, serta
beragam jenis permainan anak di alam terbuka lainnya.

Yang juga menarik dari Family Park Alam Sutera adalah dibangunya
Kampoeng Maen, duplikasi dari lokasi dengan nama serupa di Citarik,
Sukabumi, Jawa Barat. “Di sini, anak-anak di bawah 12 tahun bisa
melakukan permainan outbound yang tujuan utamanya, melatih
kepemimpinan,” jelas Iwan.

Wahana bermain seluas 4.000 meter persegi
ini menawarkan program edukatif unggulan yang dikemas dalam permainan
interaktif. Setiap program dipersiapkan untuk merangsang dan membina
daya pikir, kemandirian, kebersamaan, dan aktualisasi kemampuan
setiap anak.

Aktivitas di Kampoeng Maen ini, kata Iwan, dipandu para
instruktur berpengalaman, didukung dengan metode pembelajaran yang
diaplikasikan melalui proses tahapan daya pikir anak. Diharapkan
dapat menumbuhkan motivasi dan kepekaan anak terhadap lingkungan.
Di kawasan Family Park, kegiatan outbound juga ada untuk para
remaja dan orang dewasa, yang dikemas dalam program menarik, penuh
tantangan. Kegiatan ini dipersiapkan untuk mengisi acara liburan, dan
dapat digunakan sebagai sarana Team Building Management, baik untuk
organisasi maupun perusahaan.

Pusat Family Park adalah ring “o” stage, sebuah teater terbuka
berbentuk lingkaran, yang dilengkapi dengan panggung dan tata
suaranya. “Tempat ini sering digunakan sebagai tempat latihan bela
diri dan seni, juga sarana pertunjukan dan atraksi. Minggu lalu, baru
ada pertunjukan barongsai. Hari Minggu 6 April, rencananya akan ada
lomba tari poco-poco dan asereje di sini,” kata Iwan, yang sudah
delapan tahun bekerja di perusahaan pengembang itu.

Yang lebih dulu ada di kawasan Family Park, ketika Alam Sutera
baru dibangun sekitar tujuh tahun silam, adalah Patriot Paintball
Sport, suatu tempat bagi pengunjung untuk mengasah keberanian dan
mengolah ketangkasannya melalui permainan perang-perangan. Permainan
ini dilakukan dengan menggunakan peluru berisi cat dan perlengkapan
tempur lainnya. Selain masyarakat umum, banyak selebriti yang datang
ke lokasi ini, main perang-perangan.

SEMENTARA pengembang PT Lippo Karawaci sejak awal membangun
perumahan, sudah menyediakan ruang terbuka yang bisa menjadi tempat
berkumpul keluarga yang biasanya dilakukan dengan makan bersama di
pusat jajan, yang dilengkapi dengan taman bermain anak. “Sejak awal
Lippo Karawaci dibangun tahun 1993, kami sudah membangun Taman Sari,
food court, pusat jajan yang menyediakan makanan tradisional dan
hidangan laut,” kata Gordon Benton, salah satu konseptor pengembang
Lippo Karawaci kepada Kompas, pekan lalu.

Taman Sari berbentuk lingkaran, di tengahnya ada taman berumput
hijau dan dilengkapi tempat bermain anak seperti papan luncur. Yang
menarik, Taman Sari sudah berulang kali dijadikan ajang pertunjukan
Jazz Merah Putih oleh grup jazz Ireng Maulana dan kawan-kawan.

Pertunjukan seni internasional Jakfest juga beberapa kali diadakan di
lokasi ini. Respons para penonton pun cukup baik, sehingga mengangkat
nama Taman Sari di Lippo Karawaci di mata penggemar musik dan seni.
Pengembang agaknya merespons keinginan sebagian penghuni perumahan
Lippo Karawaci yang merupakan kaum ekspatriat.

Demikianlah, banyak cara untuk menarik minat calon pembeli rumah
di sebuah lokasi. Namun, ruang terbuka hijau, taman yang memberi
kesegaran, tempat bermain anak, dan juga tempat rekreasi di alam
terbuka yang menyajikan aneka permainan, sudah merupakan keharusan,
bahkan boleh dikatakan sudah menjadi syarat utama bagi pengembang
membangun kawasan perumahan. Ada keyakinan, dari lingkungan yang
sehat dan baik, akan tumbuh generasi yang baik, calon pemimpin bangsa
di masa mendatang. (ROBERT ADHI KSP)

Foto:
Kompas/Robert Adhi KSP
TAMAN BERMAIN ANAK–Selama ini, tempat bermain anak selalu di dalam
ruangan, misalnya di pusat perbelanjaan. Taman bermain anak di alam
terbuka ini diciptakan pengembang Alam Sutera, Serpong, yang
menyadari kebutuhan ini. Ruang terbuka berupa tempat bermain anak-
anak dan taman keluarga menjadi kebutuhan utama warga yang tinggal di
kawasan perumahan. Bumi Serpong Damai (BSD) di Kabupaten Tangerang
menyediakan taman di “cluster” Taman Edelweiss (kiri).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s