Air Terjun Pontianak: Si Cantik yang Tersembunyi

KOMPAS
Minggu, 03 May 1998
Halaman: 14
Penulis: KSP

Air Terjun Pontianak
SI CANTIK YANG TERSEMBUNYI


Di Kecamatan Air Besar, Kabupaten Pontianak, terdapat sepuluh air
terjun alami di lokasi terpisah dan terpencar-pencar.

Untuk mencapai air terjun Melanggar di Dusun Perbuah, Desa Marayuh,
misalnya, orang harus ke Desa Serimbu, ibu kota Kecamatan Air Besar,
yang jaraknya kira-kira 260 km dari Pontianak. Bila memakai kendaraan
umum, pengunjung harus berhenti di terminal kota Kecamatan Ngabang
(sekitar tiga jam dari kota Pontianak). Dari sana, dapat menggunakan
kendaraan desa ke Desa Serimbu (sekitar 56 km dari Ngabang), dengan
waktu tempuh sekitar dua jam lebih.

Dari Desa Serimbu, perjalanan ke Air Terjun Melanggar dilanjutkan
dengan perahu motor berkecepatan 13 km/jam dengan kekuatan mesin 9,9
PK. Ongkosnya sekitar Rp 100.000 sekali jalan. Perjalanan melintasi
Sungai Landak ini menempuh waktu sekitar dua setengah jam, itu pun
harus melewati sejumlah riam.

Di kiri-kanan sepanjang perjalanan melintas di Sungai Landak,
yang yang dapat disaksikan adalah hutan belantara yang hijau.
Sesekali terlihat penduduk desa mandi dan mencuci di sungai. Jarang
sekali bertemu perahu motor yang seiring atau berlawanan arah.
***

BUJANG Arbi mengendalikan perahu motornya menghindari riam-riam
berbahaya. Beberapa kali mesin perahu tersangkut sampah sungai,
sehingga perjalanan terhenti beberapa kali. “Kalau tak hati-hati,
kita bisa menabrak batu riam,” kata Bujang.

Setiba di Dusun Perbuah, Desa Merayuh, perahu motor diparkir di
tepi sungai karena kondisi sungai yang penuh riam, tak memungkinkan
melanjutkan perjalanan. Sebagai orang setempat, Bujang Arbi bertindak
sebagai penunjuk jalan. Jalan yang diambil sebelah kiri sungai dan ini
jarang dilewati masyarakat. “Biasanya masyarakat mengambil jalan di
kanan sungai karena air terjun berlokasi di kanan sungai,” jelas Ya’
Rubai, warga Desa Serimbu yang menemani perjalanan.

Medan jalan yang harus dilewati untuk menuju lokasi air terjun,
sungguh berat, menembus hutan belantara melewati jalan setapak.
Seringkali jalan baru harus dibuat dengan menebangi ilalang akibat
jarangnya orang melintasi daerah itu. Bukit yang didaki tak jarang
kemiringannya 60-70 derajat. Kalau salah memakai sepatu, bisa-bisa
terpeleset. Apalagi saat itu hujan turun dengan derasnya. Lintah
menjadi kawan seperjalanan yang lamanya sekitar satu jam.

Air Terjun Melanggar merupakan patahan Sungai Landak. Ketinggiannya
sekitar 40 meter. Di atasnya terdapat dahan pepohonan, yang menurut
warga setempat, sudah bertahun-tahun ada di sana dan tidak jatuh atau
hanyut. Air terjun itu dikelilingi Gunung Pejapa (1.019 m).

Di seberang sungai, terdapat Gua Sanjan yang bisa dicapai setelah
melintasi jalan setapak sekitar 4 km. Rute ini biasa digunakan penduduk
setempat untuk membawa hasil bumi ke kota kecamatan terdekat dengan
perahu motor. Gua ini pun diwarnai air terjun kecil, yang jatuh ke
dalam sungai kecil.

Keindahannya memang menakjubkan, tetapi mungkinkan ia dimanfaatkan
sebagai obyek wisata?

BUPATI Kabupaten Pontianak, Drs Henri Usman, mengatakan luasnya
wilayah kabupaten itu 18.171,2 km persegi merupakan salah satu
penyebab kesulitan memanfaatkan banyak potensi wisata di wilayahnya.

“Banyak yang harus kami prioritaskan. Dana pembangunan pun harus
dibagi-bagi. Selain itu Pemda Tingkat II Kabupaten Pontianak belum
memiliki instansi dinas pariwisata,” jelas Henri.

Di Kecamatan Air Besar saja terdapat 10 air terjun di lokasi
terpencar-pencar yang berjauhan. Luas Kecamatan Air Besar 2.239,98 km2
atau kira-kira 3,5 kali luas kota Jakarta, tapi jumlah penduduknya
31.685 jiwa, sa-ma dengan satu kelurahan di Jakarta.

Menurut tokoh masyarakat Kecamatan Air Besar, Maryaman Sahman
(58), selain air terjun Melanggar, sembilan air terjun lainnya adalah
Air terjun Remabo, patahan Sungai Dait. Air terjun yang berlokasi di
Desa Sekendal ini lebih cantik karena terdiri dari tujuh tingkat.
Untuk ke lokasi ini tak bisa sembarangan karena harus melewati jalan
HPH PT Batasan.

Di samping itu, ada Air Terjun Terinting, juga tujuh tingkat,
patahan Sungai Ensiang, berlokasi di perbatasan Desa Jambo
Tembawang-Desa Engkangin. Keistimewaannya, dikelilingi gunung dengan
rimba yang masih utuh. Untuk ke lokasi ini dibutuhkan waktu satu hari
berjalan kaki (sekitar 40 km dari Desa Serimbu, ibu kota kecamatan).

Jika menggunakan perahu motor pun, dibutuhkan waktu 12 jam, karena
setelah tiba di Kuala Terinting, masih harus berjalan kaki lagi
berjam-jam. Di sekitar air terjun, ada sejumlah gua untuk menginap, di
antaranya Gua Harimau.

Di air terjun Tepaan di Desa Amparjawa, menurut Maryaman, air
Sungai Tepaan sepanjang 3 km dekat air terjun itu lurus tak
berbelok-belok, dengan kedalaman 8-10 cm. Lokasinya sekitar satu jam
dari air terjun Melanggar dengan berjalan kaki di jalan setapak. Di
kawasan ini, terdapat Air Terjun Meroban dengan ketinggian 30 meter.

Di kawasan air terjun Padelembayung dengan ketinggian 100 meter
di Desa Bentiang, suhu udaranya sejuk, seperti kawasan Puncak di
Jawa Barat. Peneliti dari Perancis membangun tiga rumah di sekitar
lokasi. Untuk ke lokasi ini, dibutuhkan waktu dua hari dengan berjalan
kaki (sekitar 60 km dari Serimbu).

Air terjun Romboksetin di Desa Tengue dengan ketinggian 35 meter,
di kiri kanannya terdapat gunung dengan hutan belantara alami. Air
terjun ini digemari pelajar setempat, dan jaraknya sekitar 30 km dari
Serimbu.

Di sekitar air terjun Bedawan di Sungai So’ong, Desa Dangeaji,
tumbuh bermacam jenis anggrek. Di sungai yang jernih, ikan
berlimpah-limpah. Untuk ke lokasi ini, dibutuhkan waktu lima jam
berjalan kaki dari Serimbu.

Air Terjun Berui di Desa Serindu, sekitar 3 km dari Serimbu (satu
jam berjalan kaki) memiliki enam tingkatan. Salah satu keistimewaannya,
kawasan ini salah satu tambang intan tradisional. Sedangkan Air Terjun
Ringin tiga tingkat di Dusun Tejo, Desa Sepangah, dapat ditempuh dengan
satu jam berjalan kaki dari Serimbu.

Menurut Camat Air Besar, Moses Hermanus Munsin, dari 10 air terjun
itu, yang paling sering dikunjungi masyarakat adalah Air Terjun
Melanggar. Turis yang datang belum banyak, dalam satu bulan, paling
satu-dua orang. Mereka biasanya menginap satu malam di penginapan
sederhana di Desa Serimbu dengan biaya Rp 5.000/malam/orang. Esok
paginya, baru mereka melanjutkan perjalanan dengan perahu motor ke
lokasi air terjun.
***

KEPALA Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pontianak Ir Luluk E Priyono
mengatakan, untuk ke lokasi air terjun Melanggar, sudah ada jalan dari
Desa Sepangah ke Desa Tau sepanjang 9 km. Sedangkan dari Desa Tauk ke
lokasi air terjun (sekitar 6 km), masih berupa jalan setapak. “Memang
ada jembatan gantung, tapi belum bisa dilewati kendaraan roda empat,”
jelasnya.

Pihak Dinas PU setempat merencanakan membangun jembatan gantung
sepanjang 60 meter pada tahun anggaran 1999/ 2000, termasuk pengerasan
jalan Desa Sepangah-Tau. “Pemda akan mensurvei jalan setapak sepanjang
lima kilometer dari Desa Tau ke lokasi air terjun, dan mempelajari
kemungkinan membuka jalan baru dan isolasi desa,” kata Luluk. (adhi ksp)

Foto:
Kompas/ksp
AIR TERJUN – Air terjun Melanggar di Desa Merayuh, Kecamatan Air Besar,
Kabupaten Pontianak, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Pontianak, merupa-
kan salah satu keindahan alam di Kalimantan Barat. Sayang, keindahan
ini belum diperhatikan.

LINK TERKAIT http://www.my-indonesia.info/filedata/1692_509-1234300Kalbar.pdf, http://pariwisata.kalbar.go.id/index.php?op=objek&u1=2&u2=5&idkt=11&page=2

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s