Sebuah Kasus Kawasan yang Rumit

KOMPAS

Sabtu, 05 Apr 1997

Halaman: 3

Penulis: KSP/LOM

Kemang
SEBUAH KASUS KAWASAN YANG RUMIT

PALU sudah diketuk. Nasib tempat-tempat usaha di kawasan Jalan
Kemang, Mampangprapatan, Jakarta Selatan itu sudah jelas. Begitu izin
habis, habislah riwayatnya. Bangunan yang dijadikan tempat usaha
dikembalikan menjadi rumah tinggal. Kawasan Jalan Kemang dikembalikan
sebagai kawasan permukiman sebagaimana ditetapkan dalam RUTR (Rencana
Umum Tata Ruang) 1985-2005 DKI Jakarta dan dijabarkan lagi dalam RBWK
(Rencana Bagian Wilayah Kota) Kecamatan Mampangprapatan.

Menurut catatan Kompas, di kawasan Jalan Kemang terdapat sedikit-
nya 133 unit usaha. Terdiri dari bermacam usaha, antara lain restoran
dan kafe, bank, mebel, bengkel, toko barang seni. Dari jumlah itu, 33
di antaranya adalah restoran dan kafe.

Masril, seorang pedagang mebel mengaku mengantungi izin usaha
tetapi tidak menjelaskan siapa yang menerbitkannya. Lalu, seorang
pedagang barang-barang antik mengaku mendapat SIUP (surat izin usaha
perdagangan) dari Kanwil Perdagangan. “Izin itu untuk selamanya,”
katanya dan lalu menambahkan, “Saya tidak mengerti mengapa Pak
Gubernur bilang izin yang diberikan di kawasan ini hanya sementara.”

Lain lagi keterangan seorang pemilik bengkel motor. “Wah, izin saya
lengkap dan jelas itu bukan izin sementara,” katanya tanpa menjelaskan
siapa yang memberikan izin. Ketika dikejar, dia bilang, “Dari kantor
wali kota.”

Cicih, seorang pemilik warung tegal (warteg) bilang, dia tidak
mempunyai izin. “Saya ini melayani orang-orang kecil, apa perlu izin?”
katanya. Menurut dia, restoran dan kafe-lah yang memerlukan izin.
* * *

RESTORAN dan kafe pun ternyata mengantungi izin tidak dari sumber
yang sama. Dan bahkan di antara 33 restoran dan kafe itu ada yang tidak
memiliki izin sama sekali. Dari jumlah itu empat di antaranya mengan-
tungi izin dari Kanwil V Deparpostel dan sisanya dari Dinas Pariwisata
DKI Jakarta. Menurut pengusaha yang mendapat izin dari Kanwil V, izin
itu bukan sementara tetapi merupakan izin tetap.

Hanya, izin-izin yang dikeluarkan Dinas Pariwisata diakui para
pengusaha memang sifatnya sementara, yang bisa atau tidak diperpanjang
tergantung perubahan yang mungkin terjadi.

Semisal Twilite Cafe di Kelurahan Bangka, Jalan Kemang Raya.
Restoran, bar dan musik hidup ini mengantungi UUG (undang-undang
gangguan), IMB rumah tinggal, ITUR (izin tetap untuk restoran) yang
diterbitkan Kanwil V Deparpostel, dan SIUP.

Rumah makan dan Kafe Indiana mengantungi UUG, IMB Rumah tinggal dan
ITUP (izin tetap untuk pariwisata) yang diterbitkan Dinas Pariwisata
DKI Jakarta. Restoran dan kafe lainnya juga memiliki IMB rumah tinggal
dan hanya beberapa yang mengantungi IMB toko dan IMB untuk restoran
dan IMB untuk usaha.

Yang mengantungi IMB untuk usaha semisal Dunkin Donats, Espesso,
Kafe Granita, Castelo Do Mas Mamas, Numeru Uno, Warung Si Doel, Amigos.
Tetapi ada juga yang tak mengantungi izin apa pun, baik UUG, ITUP dan
ITUR. Dan selama ini usaha restoran dan kafe itu terus saja berjalan.

Menurut para pengusaha yang memiliki izin, rata-rata setiap restoran
dan kafe mempekerjakan 100 orang. Berikut restoran dan kafe yang tak
memiliki izin maka di jenis usaha itu saja sedikitnya 3.300 orang
menggantungkan hidupnya. Atau kalau dihitung dengan keluarganya,
sedikitnya 9.900 jiwa hidup dari bisnis itu.
Itu belum dihitung jenis usaha lain yang bakal ikut tergusur.
Karyawan hotel, bank, bengkel, toko mebel, art shop dan lain-lain.

“Entahlah, mungkin mendekati 200.000 jiwa,” kata seorang pengusaha.
Jumlah yang tak sedikit. Memikirkan manusia sebanyak itu saja
rumit. Belum lagi kalau “mengapa itu harus terjadi”, ikut dipikirkan.
Rumit, memang rumit kasus Jalan Kemang. Dan makin rumit, karena per-
soalan serupa tak hanya terjadi di Jalan Kemang, juga di bagian lain
kota yang bernama Jakarta ini… (ksp/lom)

Iklan

One response to “Sebuah Kasus Kawasan yang Rumit

  1. hi…

    saya faquhar dari malaysia..

    mahukah saudara bertukar link blog dengan saya?

    ini url blog saya

    http://www.faquhar.com

    Kuha

    Admin@faquhar.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s