Skytrain dan Subway Belum Pecahkan Masalah Kemacetan di Bangkok

KOMPAS
Metropolitan
Senin, 10 Juli 2006


transportasi
Skytrain dan Subway Belum Pecahkan Masalah Kemacetan di Bangkok

R Adhi Kusumaputra

Kemacetan di kota Bangkok, ibu kota Thailand, mirip Jakarta. Pada jam-jam sibuk, pagi dan sore hingga malam hari, sejumlah ruas jalan utama sangat padat. Ini dialami Kompas saat akan kembali ke Hotel Nai Lert Park di Wireless Road, setelah menikmati spa Thai di Potalai di Samakompaet Road, Klongchan, Bangkok, dan seharian melakukan test drive mobil baru di jalan bebas hambatan, Selasa (4/7) lalu.

Dibutuhkan waktu sekitar dua jam untuk tiba di hotel berbintang lima yang lokasinya di jantung Kota Bangkok itu. Mobil ’hatchback’ Nissan Tiida yang baru saja diuji coba harus berjalan lambat, mengikuti arus lalu lintas yang padat. Kondisi macet ini mirip dengan kondisi Jakarta sore dan pagi hari.

Tapi Bangkok agak lebih maju dibandingkan Jakarta dalam hal pembangunan infrastruktur di bidang transportasi karena sudah memiliki skytrain dan subway. Setidaknya, inilah salah satu solusi mengatasi kemacetan lalu lintas di kota yang sangat dinamis ini.

Bangkok dengan penduduk sekitar 10 juta jiwa, termasuk salah satu kota dengan pertumbuhan ekonomi sangat cepat di kawasan Asia Tenggara. Tahun 2005, GDP-nya 220 miliar dollar AS, atau 43 persen GDP Thailand. Pendapatan per kapitanya kira-kira 20.000 dollar AS.

Bangkok muncul sebagai pusat ekonomi regional, menyaingi Singapura dan Hongkong. Namun Bangkok menyimpan banyak persoalan kota yang serius, terutama masalah kemacetan lalu lintas, polusi udara, dan kualitas air yang buruk.

Tidaklah heran jika pemerintah setempat berkomitmen membangun infrastruktur transportasi setara dengan kota-kota besar di dunia. Selain jalan layang bebas hambatan dibangun di berbagai lokasi, juga skytrain dan subway.
Skytrain yang melaju di jalan layang di atas jalan raya di Bangkok, diluncurkan 5 Desember 1999, dan beroperasi pukul 06.00-24.00. Skytrain atau nama resminya Bangkok Mass Transit System memiliki 23 stasiun dengan rel ganda (dua jalur), dan rute sepanjang 23 km di kota Bangkok. Awalnya, jumlah penumpang skytrain rata-rata 200.000 orang setiap hari. Tahun 2005, meningkat menjadi lebih 500.000 orang setiap hari.

Lima tahun kemudian, Juli 2004, Bangkok mengoperasikan kereta api bawah tanah atau Bangkok Metro Subway atau MRT dengan 18 stasiun dan rute sepanjang 20 km. Subway menghubungkan Stasiun Bang Sue di wilayah utara dengan Stasiun Hua Lamphong di dekat pusat kota, dan juga melalui kawasan timur kota Bangkok. Tiga stasiun subway saling terhubungkan dengan stasiun Skytrain di Mo Chit, Asok, dan Sala Daeng.

Pada jam-jam sibuk (07.00-09.00 dan 17.00-20.00), skytrain maupun MRT berangkat setiap dua menit sekali. Di luar jam sibuk, setiap 3 menit dan 6 menit sekali.

Tahun 2007, ada rencana memadukan tiket Skytrain dan Subway dengan kartu pintar (smart card) sehingga penumpang skytrain maupun MRT cukup menggunakan satu kartu saja. Saat ini penumpang skytrain dan MRT harus membeli tiket masing-masing.

Bersih dan ber-AC
Kesan pertama, stasiun-stasiun ini bersih, tidak bau pesing, jarang terlihat pengemis ataupun pedagang kaki lima di kawasan stasiun. Semua stasiun subway di Bangkok ber-AC, dilengkapi elevator, eskalator, kios, telepon umum dan mesin penjualan tiket. “Seharusnya Jakarta sudah punya semacam skytrain atau subway,” kata WN Indonesia, Yama Sarwono (29) di Bangkok.

Kompas naik skytrain dari Stasiun Phloen Chit menuju Stasiun Mo Chit, harga tiketnya 35 baht. Perempuan-perempuan muda mengenakan tank-top tanpa risi dan cemas naik skytrain. Di dalam kereta ber-AC itu, beberapa penumpang asyik berponsel dan sebagian lagi mendengarkan musik dari CD dan mungkin I-Pod. Tampak juga mereka yang asyik berpacaran. Inilah gambaran suasana di dalam skytrain dan MRT, alat transportasi umum modern di Bangkok.

Hanya dalam waktu 10 menit, skytrain tiba di Stasiun Mo Chit. Di stasiun ini terdapat lahan parkir yang luas, yang menampung 1.000 mobil pengguna skytrain maupun subway. Khusus di stasiun ini, parkir tidak dikenakan biaya alias gratis.

Di seluruh Bangkok terdapat sedikitnya lima kawasan parkir di stasiun MRT dan Skytrain. Biaya parkirnya hanya lima Baht per dua jam. Kawasan parkir terluas ada di Stasiun Lat Phrao, dengan kapasitas 2.200 mobil. Stasiun lainnya yang memiliki kawasan parkir adalah Stasiun Ratchadaphisek, Thailand Cultural Center, Phetchaburi, dan Sam Yan.

Untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di Bangkok, pemerintah setempat menyediakan 18 jalur bus menuju stasiun-stasiun skytrain dan subway, sehingga warga di pinggiran kota cukup naik bus dan melanjutkan perjalanan dengan skytrain atau subway, menuju tempat kerja pada pagi hari, dan sebaliknya pada sore dan malam hari.

“Namun, meskipun Bangkok sudah punya skytrain dan subway, tetapi kemacetan di jalan masih sangat terasa. Jumlah kendaraan makin banyak yang melaju di jalan,” kata Vannop Charani, warga Kota Bangkok.

Memang, setelah Thailand terlepas dari jeratan krisis moneter 1997-1998, dan ekonomi berangsur-angsur pulih, sekitar 500.000 mobil baru muncul di jalan-jalan di Kota Bangkok setiap tahun. Rata-rata mobil yang berseliweran di jalan di Bangkok, mobil-mobil baru. Ini tidak heran karena Thailand termasuk negara yang memproduksi mobil-mobil Jepang yang digemari. Bahkan sejumlah merek mobil yang beredar di Indonesia adalah produksi Thailand.

Nah, bagaimana dengan Jakarta? Sepuluh tahun hingga 15 tahun silam, Jakarta sudah sibuk berwacana membangun subway ataupun monorel. Tapi sampai sekarang, belum ada satu pun yang terwujud, kecuali busway. Proyek monorel di Jakarta pun belum jelas, baru tiang-tiang pancang yang menambah macet lalu lintas. Sampai kapan warga Jakarta dan Bodetabek harus menunggu?

FOTO di blog ini oleh Robert Adhi Kusumaputra/KOMPAS, diambil ketika berkunjung ke Bangkok, Juli 2006.

LINK TERKAIT http://www.2bangkok.com/2bangkok/Skytrain/index.shtml

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s