Depdiknas Dorong Kuliah Tanpa Harus ke Kampus

KOMPAS CYBER MEDIA
Selasa, 29 Agustus 2006 – 10:34 wib

Depdiknas Dorong Kuliah Tanpa Harus ke Kampus

Laporan Wartawan Kompas R Adhi Kusumaputra

DEPOK, KOMPAS–Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) saat ini mendorong program kuliah tanpa harus datang ke kampus dengan memanfaatkan teknologi canggih atau diistilahkan dengan konsep e-learning atau belajar jarak jauh. Selain dalam bidang pendidikan tinggi, Depdiknas juga memfokuskan pada wajib belajar 9 tahun, sehingga pendidikan dapat diakses masyarakat hingga ke daerah terpencil.

Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Depdiknas, Dr Ir Lilik Gani HA MSc, mengemukakan hal ini dalam percakapan dengan Kompas sebelum seminar nasional e-learning di Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia Depok, Selasa (29/8) pagi.

Menurut Lilik Gani, daya serap mereka yang belajar e-learning sekitar 70-80 persen, sedangkan daya serap mereka yang belajar melalui conventional learning hanya 30 persen. “Dengan teknologi komunikasi dan informasi, akselerasi pemerataan belajar dan peningkatan kualitas pendidikan bisa terwujud,” kata Lilik.

Ketua Pengembangan e-learning Fakultas Ilmu Komputer UI, Zainal Hasibuan PhD, menambahkan manfaat e-learning, mahasiswa dapat mengikuti ujian pukul 08.00 walau terjebak kemacetan, melalui peralatan teknologi canggih seperti PDA, laptop dan sejenisnya. “Ini mengurangi stres, kuliah di kota besar. Tak perlu ke kampus setiap hari. Cukup beberapa kali saja. Kuliah di masa depan, selayaknya demikian,” kata Hasibuan.

Seminar nasional ini dihadiri 100-an peserta dari seluruh Indonesia, dibuka Wakil Rektor UI, Sutanto Husodo. Pembicara utama selain Lilik Gani juga Prof Dr Abtar Kaur, Direktur Open and Distance Learning Pedagogy Centre dari Open University Malaysia; Dr Paulina Pannen, Direktur SEAMEO SEAMOLEC; Prof Sri Hartati Soeradijono PhD, Guru Besar Fakultas Psikologi UI. Bertindak sebagai moderator, Dekan Fakultas Ilmu Komputer UI, T. Basaruddin PhD.

Lilik Gani menambahkan, sudah saatnya Indonesia dengan geografi kepulauan, memanfaatkan e-learning agar program wajib belajar 9 tahun tuntas. “Bayangkan jika anak-anak ke sekolah saja harus naik perahu tiga sampai empat jam. Program e-learning dapat dimanfaatkan hingga ke daerah terpencil dan di perbatasan,” ungkapnya.

Wakil Rektor UI, Sutanto Husodo, yang mewakili Rektor UI, Prof Usman Chatib Warsa, mengatakan UI telah memulai proses pembelajaran jarak jauh berbasiskan teknologi informasi. Ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan ke depan, termasuk memberi dorongan terhadap kebijakan pendidikan yang perlu disikapi di tingkat institusi dan tingkat nasional. “Kita perlu belajar dari pengalaman Malaysia dan usaha mewujudkan e-learning yang dilakukan,” katanya.

LINK TERKAIT http://www.seamolec.or.id/, http://www.cs.ui.ac.id/id/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s