Genting Highlands: Kota Hiburan Keluarga dengan 7.000 Kamar Hotel

KOMPAS
Metropolitan
Jumat, 09 Mei 2003

Genting Highlands

Kota Hiburan Keluarga dengan 7.000 Kamar Hotel

NAMA Genting Highlands di Malaysia sebenarnya tak asing bagi sebagian masyarakat Indonesia. Tempat wisata terpadu di puncak Gunung Ulu Kali setinggi 1.800 meter di atas permukaan laut itu memiliki 7.000 kamar hotel dari enam hotel di lokasi yang berdekatan dan saling terhubungkan, mulai kelas bintang tiga sampai bintang lima.

Genting dapat dicapai dalam waktu 45 menit dari Kuala Lumpur dengan kendaraan. Untuk naik ke puncak gunung, pengunjung dapat menggunakan kereta gantung (cable car) dalam waktu 12 menit, menempuh perjalanan 3,8 km. Setiap jam, sekitar 100 cable car mondar-mandir membawa sekitar 2.000 penumpang ke dan dari Genting. Pengelola Genting menghabiskan dana 128 juta RM untuk membangun konstruksi cable car dari Gohtong Jaya ke puncak gunung. Kereta gantung di Genting ini merupakan yang terpanjang dan tercepat di Asia Tenggara.

Pemilik Genting Highlands, Lim Goh Tong (85)-yang sudah mendapat gelar Tan Sri-dalam buku peringatan 35 tahun Genting Highlands berjudul Impianku menyebutkan, sebagai sebuah resor turis, Genting Highlands tak hanya mengoperasikan kasino. Pengusaha sukses yang merintis sebagai tukang kayu itu mengembangkan Genting sebagai kota hiburan dan wisata untuk seluruh keluarga, muda sampai tua. Konsep itulah yang membuat Genting Highlands menjadi tempat yang populer bagi wisatawan karena sekali datang, wisatawan sudah mendapat banyak hiburan.

Pada tahun 1999, misalnya, lebih dari 12 juta wisatawan berkunjung ke Genting Highlands untuk menikmati aneka hiburan di sana. “Jumlah turis yang datang terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2001 sekitar 14 juta orang dan pada tahun 2002 lalu sekitar 15 juta turis datang ke Genting. Ini berarti dalam sehari sekitar 30.000 sampai 40.000 orang berkunjung ke Genting. Setiap akhir pekan, sekitar 7.000 kamar hotel di sini selalu penuh,” kata Asisten Direktur Pemasaran Tour & Travel Genting Highlands Ken Cheah dalam percakapan dengan wartawan di sebuah restoran di Hotel Genting, Kamis (1/5) siang lalu.

Meningkatnya jumlah turis dari tahun ke tahun membuat pengelola kawasan hiburan keluarga ini membangun dua hotel baru sehingga kapasitas kamar hotel menjadi 10.000-an. Jumlah itu belum termasuk 4.000 kamar apartemen khusus untuk para pekerja dan staf Genting Highlands.

Menurut Manajer Hubungan Media Genting Highlands Ng Kok Wai, dari 10.000 hektar lahan yang dimiliki, yang baru terbangun sekitar empat persen atau baru 400 hektar. Ini berarti, di masa depan Genting akan terus membangun dan berkembang.
Pada saat ini saja terdapat sekitar 100 restoran besar dan kecil yang menyajikan aneka masakan untuk memenuhi kebutuhan para pengunjung.

MENGAPA Genting Highlands sangat populer? Sebagai pusat hiburan keluarga, Genting memang memiliki fasilitas lengkap. Di pusat perbelanjaan First World Plaza seluas 152.000 meter persegi terdapat sejumlah landmark kota-kota di dunia, seperti Times Square dan Universal Walk, kawasan mode Champs Elysses di Paris, Big Ben di London, sampai pada Patung Liberty Amerika Serikat dan menara kembar Petronas kebanggaan Malaysia. Plaza ini dibangun dengan biaya 200 juta RM.

Berbagai permainan keluarga juga dapat dinikmati di sini, seperti Euro Express Roller Coaster, Reindeer Cruiser, dan Rio Float yang menawarkan pemandangan indah ke seluruh kawasan mal. Jika di Venesia gondola hanya bisa dijalankan di air, di Genting, gondola menjadi salah satu kendaraan yang bisa berjalan di udara mal dengan lampu hias warna-warni.

Resto dan kafe waralaba sampai restoran yang menawarkan makanan lokal banyak ditemukan di pusat perbelanjaan ini, mulai dari Restoran Italia Torcello, Nasi Kandar Penang, Restoran Ah Yat Abalone, Dome Cafe, Starbuck, Coffee Bean, McDonald’s, Kentucky Fried Chicken, sampai Pizza Hut.

Salah satu permainan yang baru diluncurkan di First World Plaza adalah SkyVenture, yang dibangun dengan biaya 10 juta RM. Setiap orang yang mengikuti permainan ini dapat melakukan sky-dive tanpa parasut atau tanpa harus melompat terjun bebas dari pesawat terbang. Ini merupakan satu-satunya simulator sky-diving di Asia dengan kecepatan angin dari lubang 120 mph.

Ketika Kompas mencoba permainan SkyVenture ini, yang dirasakan adalah keasyikan tersendiri, seolah-olah melakukan sky-dive di langit bebas.
Pada malam hari, pengunjung di Genting Highlands disuguhkan pertunjukan 1001 Nights Sinbad dengan harga tiket 20 ringgit. Pertunjukan ini diadakan setiap malam di Genting International Showroom di Genting Hotel. Penonton dapat menikmati pertunjukan ilusionis terbesar dunia, Loris Allesandro Togni.
Pengelola Genting Highlands mengajak serta penari dan peloncat dari negara-negara pecahan Uni Soviet untuk bergabung dalam satu grup dan menghibur tetamu di sana.

Permainan lainnya yang juga baru diluncurkan adalah Snow World, replika dari suasana musim dingin lengkap dengan salju putih dan sebuah rumah es atau igloo. Di arena Snow World ini, pengunjung dapat mencoba meluncur dengan ban menyusuri salju yang licin.

Lengkapnya kota hiburan keluarga di Genting Highlands ini membuat wisatawan asal Indonesia mengunjungi daerah ini. Dalam satu tahun, kata Ken Cheah, sedikitnya 70.000 orang Indonesia mengunjungi Genting Highlands.
“Turis Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi kami. Kami memang lebih memfokuskan diri kepada wisatawan dari negeri jiran seperti Singapura, Thailand, dan Indonesia. Untuk Indonesia dan Singapura, kami tak memiliki banyak perbedaan. Bahasa, budaya, dan makanan mirip-mirip sehingga tak ada keluhan soal ini,” kata Ken Cheah lagi.

SULIT untuk membayangkan betapa pendiri Genting Highlands, Lim Goh Tong, dapat mewujudkan impiannya menjadikan kawasan itu sebagai kota hiburan terpadu yang gemerlap dan hidup 24 jam dan, tentu saja, mendatangkan banyak uang bagi Pemerintah Malaysia.
Awalnya, Lim mengaku itu semua hanya impiannya. Pada mulanya, Lim yang bekerja sebagai kontraktor menginginkan memiliki tempat berlibur di atas bukit Gunung Ulu Kali, sekitar 58 km dari Kuala Lumpur.

Dia membutuhkan waktu selama sembilan hari untuk naik ke puncak bukit.
Ketika tahu posisinya berada di perbatasan antara Pahang dan Selangor, Lim berpikir bagaimana caranya melakukan pendekatan ke pemerintah.

Setelah diperkenalkan oleh Tan Sri Haji Mohd Noah bin Omar, Lim berjumpa kali pertama dengan Perdana Menteri (PM) Malaysia Tunku Abdul Rahman dan menjelaskan konsepnya, membangun Gunung Ulu Kali sebagai resor berlibur. Ternyata, PM Malaysia itu pun setuju. Pada tahun 1971, hotel pertama di Genting dibangun dengan nama “Theme Park Hotel” berkapasitas 445 kamar.

Tujuh tahun kemudian, tahun 1978, Genting Hotel dibangun 18 lantai dengan 719 kamar. Tahun 1981, Apartemen Kayangan sebanyak 82 unit dibangun, dan kemudian pada tahun 1986, dua blok Apartemen Ria setinggi 22 lantai didirikan. Satu blok apartemen itu milik Kesultanan Pahang dan satu lagi milik Kesultanan Selangor. Masih pada tahun 1986, sebuah resor yang dilengkapi dengan lapangan golf 18 holes, Awana Genting Highlands Golf & Country Club, dibangun.

Tahun 1992, Resort Hotel terdiri atas 23 lantai dengan 842 kamar didirikan. Dan, pada tahun 1997, Highlands Hotel berkapasitas 888 kamar resmi dibuka oleh PM Mahathir Mohamad. Di masa depan, Genting Highlands berencana memiliki 10.000 kamar hotel agar dapat menampung ribuan tamu pada peak season.

Malaysia boleh berbangga dengan sosok Lim Goh Tong dan Genting Highlands. PM Malaysia Mahathir Mohamad mengakui Lim Goh Tong sebagai salah seorang tokoh legenda di negeri itu, seorang pengusaha yang sukses, yang pantang menyerah dan mampu melewati hambatan. Mahathir juga memuji Lim sebagai pengusaha yang menaati peraturan pemerintah dan membantu pemerintah memperkuat ekonomi negara, terutama dalam bidang pariwisata.
Sementara Lim Goh Tong yang berhasil mewujudkan impiannya mengatakan, PM pertama Malaysia, Tunku Abdul Rahman, merupakan pemimpin yang memimpin dengan hati. “Bahkan,, sampai hari ini pun, kata-kata Tunku masih merupakan dukungan dan melekat di telinga saya. Jika saya dipanggil sebagai Bapak Genting Highlands, maka saya harus cepat menambahkan bahwa Tunku itulah yang membuat impian saya bisa terwujud,” tulis Lim dalam buku memoarnya.

Demikianlah, Genting Highlands kini menjadi salah satu kebanggaan Malaysia. Berapa jumlah devisa yang diperoleh dari wisatawan yang berkunjung ke situ setiap tahunnya, tentu itu menjadi tolok ukur betapa Malaysia kian berjaya dalam bidang pariwisata. Sebuah usaha pengusaha swasta yang mendapat dukungan penuh pemerintahnya. (ROBERT ADHI KSP Dari Kuala Lumpur, Malaysia)
FOTO di blog ini kereta gantung menuju kawasan wisata Genting Highlands, oleh Robert Adhi Kusumaputra/KOMPAS

LINK TERKAIT http://www.genting.com.my/

http://en.wikipedia.org/wiki/Genting_Highlands

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s