Terorisme, Topik Utama Konferensi Polisi ASEAN…

KOMPAS
Metropolitan
Senin, 08 September 2003

Terorisme Topik Utama Temu Aseanapol

Manila, Kompas – Masalah terorisme merupakan salah satu topik utama yang dibahas dalam Konferensi Kepala-kepala Kepolisian se-Asia Tenggara atau ASEAN Chiefs of National Police (Aseanapol) 2003 yang akan dibuka Senin (8/9) ini di Manila, Filipina. Konferensi ini akan diikuti delegasi dari 10 negara Asia Tenggara.

Delegasi Indonesia dipimpin langsung Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal Pol Da’i Bachtiar. Rencananya, Da’i akan bertemu secara khusus dengan Kepala Kepolisian Nasional Filipina Dirjen Hermogenes E Ebdane Jr dan Kepala Kepolisian Selandia Baru Rob Robinson.

Dari Manila, wartawan Kompas Robert Adhi Kusumaputra melaporkan, masalah lain yang akan dibahas lebih mendalam di konferensi ini antara lain soal peredaran gelap narkotika, kejahatan di bidang ekonomi, cyber crime, pemalsuan dokumen perjalanan, dan kerja sama dalam database elektronik Aseanapol.

Sekretaris National Central Bureau (NCB)-Interpol Indonesia Brigjen Pol Sisno Adiwinoto mengatakan, terorisme termasuk salah satu topik yang akan dibahas dalam konferensi Aseanapol yang juga dihadiri pengamat dari International Criminal Police Organization (ICPO)-Interpol, Australian Federal Police (AFP), New Zealand Police, dan Sekretariat Jenderal ASEAN.

Masalah teror bom Bali dan bom di Hotel JW Marriott di Jakarta, termasuk yang akan dijelaskan delegasi Indonesia, yang diwakili Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Erwin Mappaseng, Deputi Sumber Daya Manusia Polri Irjen Pol Tjuk Sugiarso, Direktur I Keamanan dan Transnasional Bareskrim Brigjen Pol Aryanto Sutadi, dan Direktur II Ekonomi Khusus Bareskrim Brigjen Samuel Ismoko.

Belum menerima
Direktur I Keamanan dan Transnasional Bareskrim Polri Brigjen Pol Aryanto Sutadi mengatakan, hingga kini Polri belum menerima daftar 10 nama baru warga negara Malaysia yang diindikasikan sebagai anggota jaringan Al Qaeda. Daftar nama baru itu dikeluarkan Pemerintah Amerika Serikat, akhir pekan lalu.

Tambahan nama baru itu akan melengkapi nama-nama tokoh yang sebelumnya sudah dirilis yang terdiri tujuh WN Indonesia, dua WN Filipina, dan seorang WN Pakistan.

Dari sepuluh nama baru yang seluruhnya WN Malaysia itu, seperti diberitakan The Sunday Times, ada nama Dr Azahari Husin, perakit bom Bali dan JW Marriott Jakarta. Nama lainnya adalah Marzuki Zulkifli (35) yang diduga terlibat dalam penyaluran dana kelompok Jemaah Islamiyah (JI), Zulkifli Abdul Hir (37), lulusan universitas Arizona AS dan bekerja di perusahaan telepon seluler, Noordin Mohamed Top, dan Amran Mansour.

Menurut Aryanto, Polri belum menerima daftar DPO baru itu. Akan tetapi dia yakin, masalah ini juga akan dibahas lebih mendalam dalam konferensi Aseanapol yang akan berakhir hari Jumat (12/9).

Penyelenggaraan Konferensi Aseanapol di Manila ini merupakan yang keempat kalinya. “Kepolisian Nasional Filipina bangga menjadi tuan rumah konferensi,” kata Hermogenes E Ebdane Jr. ***
FOTO di blog ini rekaman peristiwa oleh Robert Adhi Kusumaputra/KOMPAS, yang saat itu kebetulan berada di sekitar Kuningan, Jakarta Selatan. Setelah mendengar suara dentuman keras disertai asap tebal, saya langsung ke asal asap dan ternyata Hotel JW Marriott dibom.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s