Partai Bela Negara Calonkan Sutiyoso sebagai Presiden

KOMPAS CYBER MEDIA

Rabu, 07 Februari 2007 – 14:54 wib

Partai Bela Negara Calonkan Sutiyoso sebagai Presiden

Laporan Wartawan Kompas R Adhi Kusumaputra

DEPOK, KOMPAS – Partai Bela Negara, partai politik baru akan mencalonkan Sutiyoso sebagai calon Presiden Republik Indonesia dalam Pemilu 2009 mendatang. Parpol ini akan menduetkan Sutiyoso dengan Akbar Tandjung.

“Kami mencalonkan Sutiyoso dan Akbar Tandjung karena mereka punya kapasitas sebagai pemimpin bangsa ini,” kata Ketua Umum Partai Bela Negara, Eddy Hartawan (55), di sela-sela deklarasi dan pelantikan DPC Partai Bela Bangsa Depok di Hotel Bumi Wiyata Depok, Rabu (7/2).

Eddy Hartawan yang juga Ketua Umum Laskar Merah Putih ini dikenal ketika membakar bendera Malaysia di Kedubes Malaysia di Kuningan ketika TKI dicambuk. Dia juga dikenal saat menyegel kantor Kedubes Malaysia saat kisruh Blok Ambalat.

Eddy yang wajahnya berjenggot itu mengatakan, parpol yang didirikan pada 16 Desember 2005 dan dideklarasikan pada 16 Desember 2006 itu sudah bertekad mencalonkan Sutiyoso yang saat ini Gubernur DKI Jakarta sebagai Presiden RI. “Sebagai calon Wapres, kami mencalonkan Akbar Tandjung. Kembali seperti tahun 1945, duet Jawa dan Sumatera,” kata Eddy yang juga dikenal sebagai tim sukses Bang Yos, panggilan akrab Sutiyoso, saat mencalonkan lagi menjadi Gubernur DKI Jakarta periode 2002-2007.

Namun demikian, Partai Bela Negara tetap mendukung pemerintahan sekarang sampai tahun 2009, dan tidak perlu mencabut mandat. Partai Bela Negara didirikan oleh Laskar Merah Putih yang terdiri dari 118 LSM yang mencintai NKRI dan anti bantuan asing. “Saat ini banyak LSM menjual kemiskinan bangsa untuk kepentingan kelompok sendiri,” kata Eddy.

Sutiyoso adalah Ketua Dewan Pembina Laskar Merah Putih. Menurut Eddy, Laskar Merah Putih terpanggil mendirikan parpol baru ini karena melihat patriotisme sudah memudar, mundur 25 tahun ke belakang. “Saat ini kita harus jaga keutuhan bangsa. Sebab ada kelompok tertentu yang arahkan jadi negara federal. Bagi kami, NKRI adalah harga mati,” ujarnya.

Partai Bela Negara ini memiliki 27 DPD di 27 provinsi. “Kalau soal berapa DPC, itu tinggal balikkan telapak tangan,” ujarnya lagi. Eddy Hartawan melihat di Indonesia harus muncul Sukarno-Sukarno muda yang membela bangsa, yang tidak melihat perbedaan suku, agama dan tidak melihat kaya atau miskin,” ungkapnya lagi.

Luruskan ajaran Bung Karno
Eddy mengungkapkan pula, munculnya parpol-parpol baru karena tak ada parpol yang bisa bela rakyat. “Kami mau luruskan ajaran Bung Karno. Sebab Bung Karno adalah tokoh dan nasionalis sejati. Kami yakin akan muncul generasi muda yang cintai bangsa. Mahathir Mohammad saja mengakui dia Sukarno muda, mengapa di Indonesia tidak ada Sukarno muda?” tanya Eddy yang berharap di masa depan tak ada lagi WN Indonesia kelas kambing.

Partai Bela Negara ini, kata Eddy, mengajak pula cucu-cucu para pemberontak PRRI, Permesta, PKI karena sesungguhnya tak ada dosa keturunan. “Dan supaya tak ada komunis gaya baru,” tandasnya. Dengan parpol baru ini, Eddy mengajak kaum tertindas dan terhina segara bangkit.

Eddy Hartawan juga mengingatkan Presiden harus mengeluarkan Dekrit Presiden untuk kembali ke UUD 1945, bukan yang amandemen karena UUD 1945 itu fondasi dan tak boleh dibongkar.

Eddy menilai bangsa Indonesia bangsa penghujat. “Banjir ada di mana-mana, tapi kok ada yang dihujat Sutiyoso. Pemerintah pusat ikut bertanggung jawab,” ujarnya.

Tak perlu ada bantuan untuk parpol
Partai Bela Negara akan memperhatikan nasib guru, buruh, TKI yang selama ini diabaikan. Mestinya pemerintah memberi karpet merah kepada TKI yang bekerja di luar negeri. Ini kan tidak. Menterinya saja pengusaha, yang tak paham kontribusi TKI menyumbang devisa negara,” katanya.

Eddy juga berpendapat nasib guru dan petani harus diperhatikan. “Karena itu tak perlu lagi ada bantuan ke parpol. Uangnya diberikan saja kepada guru dan petani. Itu yang paling penting diperhatikan,” tandasnya.

Eddy Hartawan juga berpendapat Pesiden tak perlu takut jika ada parpol yang tak sepaham. “Karena itu Jangan jadikan menteri dari parpol tak sepaham. Bikin repot nanti. Itu sudah terbukti. Jadi serahkan saja ke Presiden terpilih nanti. Mbak Mega kabinet pelangi, sekarang lebih pelangi lagi,” kata Eddy yang berpenampilan santai itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s