Trotoar Lebar dan Udara Bersih


KOMPAS

Rabu, 18 Aug 2004

Halaman: 49

Penulis: ADHI KSP

TROTOAR LEBAR DAN UDARA BERSIH

HUAQIANGBEI di jantung kota Shenzhen, China, merupakan salah
satu kawasan yang menyenangkan bagi pejalan kaki. Di sini kita dapat
menemukan trotoar yang sangat lebar dan memanjakan pejalan kaki.

KAWASAN Huaqiangbei ini menambah deretan kawasan pusat kota di
dunia yang memiliki trotoar lebar seperti Champ Elysees di Paris,
Orchard Road di Singapura, dan Bukit Bintang di Kuala Lumpur,
Malaysia (tentunya daftar ini belum termasuk Jakarta karena rencana
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun trotoar lebar belum
terealisasi).

Di Huaqiangbei, Anda juga akan menemukan tempat-tempat duduk di
ruang publik yang luas. Di bawah cuaca kota yang sejuk, warga kota
bisa menikmati suasana modern kota dengan duduk-duduk sambil melamun
atau membaca buku, atau sekadar ngobrol dengan teman.

Di kiri-kanan jalan terdapat banyak pusat perbelanjaan modern
berkelas internasional, yang biasanya menjadi tujuan para wisatawan
asing maupun warga China yang datang ke Shenzhen. Iklan-iklan dari
perusahaan global-kapitalis tampak terpampang di mana-mana, bukan
hanya barang merek China.

Sepeda menjadi salah satu alat transportasi yang disarankan
pemerintah kota. Di sini, penjaga parkir sepeda masih bisa ditemukan.
Meskipun penjaganya sudah lanjut usia dengan uban di kepala, penjaga
sepeda yang tak bisa berbahasa asing selain China itu tetap setia
menjaga sepeda titipan yang berderet di sana.
***

YANG menarik disimak adalah komitmen Pemerintah Kota Shenzhen
pada lingkungan dengan menyisihkan 3 persen dari produk domestik
bruto (PDB) untuk anggaran perlindungan lingkungan. Sejak tahun 2001,
sebanyak 3,5 miliar yuan atau 421,7 juta dollar AS dialokasikan untuk
membersihkan sungai-sungai yang kotor di kota itu.

Tahun 2000, Shenzhen didesain sebagai kota taman dengan standar
internasional. Penetapan Shenzhen sebagai kota taman ini disponsori
oleh Perserikatan Bangsa-bangsa setelah dilakukan seleksi atas
sejumlah kota di dunia. Akhirnya, Shenzen-lah yang dipilih secara
aklamasi dalam komite pemilihan, menyisihkan kandidat kota-kota lain
di AS dan Jerman.

Hasilnya? Dari pengamatan Kompas yang mengunjungi Shenzhen akhir
Juli lalu, kota ini memang bersih dan hijau. Di antara gedung-gedung
jangkung yang menjulang, pepohonan meneduhkan juga hadir. Kita bisa
menemukan pepohonan hampir di setiap sudut kota ini.

Komitmen pada lingkungan yang bersih ditunjukkan oleh pemerintah
kota ini. Awal Agustus lalu, registrasi sekitar 100 mobil baru
ditolak Pemerintah Kota Shenzhen karena tidak sesuai dengan standar
proteksi lingkungan kota itu. Sebagian besar adalah mobil-mobil impor
model baru bermerek terkenal. Pemerintah Kota Shenzhen tampaknya
sangat tegas dalam soal lingkungan.
***

GLOBALISASI memang telah menjadikan Shenzhen kota metropolitan
dunia. Sebuah kota yang kini berpenduduk 7 juta jiwa, sebagian dihuni
kaum urban China dan orang-orang asing yang bekerja pada perusahaan
multinasional yang membuka kantor di kota yang berseberangan dengan
Hongkong ini. Sebuah kota yang menyediakan kemudahan bagi investor
asing yang akan menanamkan modalnya di sini.

Shenzhen memang ideal bagi investor. Bandara internasional,
pelabuhan internasional, jaringan kereta api, kereta api bawah tanah,
jalan tol, dan semua infrastruktur yang dibutuhkan tersedia. Shenzhen
menawarkan lapangan pekerjaan karena di sini berdiri banyak industri
hi-tech.

Shenzhen juga memberikan kesempatan kepada warga kotanya untuk
dapat menikmati hidup lebih layak di tengah udara yang bersih, tanpa
polusi. Apartemen-apartemen dibangun di tengah kota, memudahkan
mobilitas kelas menengah China, kaum pekerja yang rata-rata
berpendidikan tinggi.

Kota ini memang salah satu tujuan wisata baru di China. Di sini
Anda dapat menemukan hotel berbintang hingga hotel dengan harga
terjangkau. Juga tempat-tempat wisata yang sengaja dibangun seperti
Window of the World, salah satu taman terbesar di China yang
menawarkan miniatur sejumlah lokasi di dunia, seperti Glass Pyramid
di Museum Louvre di Paris, Angkor Watt di Kamboja, Taj Mahal di
India, Menara Eiffel di Paris, Buckingham Palace di London, Menara
Pisa di Italia, Acropolis di Athena, dan Air Terjun Niagara di AS.
Inilah sebuah kota yang sengaja diciptakan dalam waktu singkat,
“buah” reformasi ekonomi China, dan menjadi salah satu kebanggaan
China. (ROBERT ADHI KSP, dari Shenzhen, China)

Foto: 3
Kompas/robert adhi ksp
KOTA TAMAN – Kota Shenzhen di China dikenal sebagai kota taman.
Pemerintah Kota Shenzhen sangat tegas soal pencemaran dan polusi
udara. Awal Agustus lalu, sekitar 100 mobil baru ditolak masuk kota
karena tidak memenuhi standar proteksi lingkungan.

JANTUNG KOTA – Inilah salah satu suasana di jantung kota Shenzhen.
Pejalan kaki berjalan bebas di trotoar yang lebar, yang dibatasi
pagar.

PEPOHONAN DAN TEMPAT DUDUK – Pepohonan dan tempat duduk di bawahnya
disediakan untuk kenyamanan warga kota Shenzhen. Kota yang dibangun
dalam waktu 20 tahun ini, berpenduduk sekitar tujuh juta jiwa, masih
memberi ruang yang lega dan manusiawi bagi para penghuninya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s