Taman Ria Senayan: Tidak Melupakan Masyarakat Menengah Bawah

KOMPAS
Jumat, 02 May 1997
Halaman: 18
Penulis: ADHI KSP

Taman Ria Senayan
TIDAK MELUPAKAN MASYARAKAT MENENGAH KE BAWAH
KALAU Anda datang sekarang ke Taman Ria Senayan (TRS), taman
hiburan di jantung kota Jakarta (persimpangan Jl Gerbang Pemuda-
Jl Gatot Subroto) seluas 11 hektar, mungkin Anda terkejut. TRS
bukan lagi seperti dulu, tapi sudah berubah dan berwajah modern.
Danau seluas enam hektar masih tetap dipertahankan, namun bangunan-
bangunan yang ada di sana sudah berubah dengan arsitektur modern.

BAYANGKAN. Di tepi danau, Anda bisa menyantap hidangan berselera
internasional di bawah payung-payung yang disediakan. Suasananya akan
seperti di Clark Quay atau Boat Quay di Singapura. Pengunjung yang
datang pada malam hari, dapat bersantap sambil menikmati pertunjukan
air di waktu malam (laservision) yang spektakuler, menggunakan
teknologi sinar laser mutakhir yang dimainkan di atas permukaan danau.
Pancaran air mancur berkekuatan 4,5 ton per menit, berbentuk kipas
setinggi 30 meter dan lebar 16 meter.

Atraksi air selama 15 menit ini dapat ditonton oleh siapa pun yang
masuk ke TRS pada malam hari, tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan
lagi. Gambar-gambar yang diproyeksikan dari sinar laser di tirai air
itu menjadi tampak nyata dan hidup, seolah-olah muncul dari permukaan
danau.

Para pengunjung TRS juga akan dapat menikmati pertunjukan seni,
musik hidup dan tari tradisional yang digelar di dua panggung hiburan
di kawasan TRS. Hiburan ini dapat dinikmati tanpa dipungut bayaran
tambahan.

Mereka yang masuk TRS memang diharuskan membayar rata-rata
Rp 3.000 per orang, tapi mereka dapat menikmati berbagai atraksi yang
digelar. Kecuali kalau pengunjung ingin makan, tentu saja harus ke
restoran. Mereka bisa memilih, ke restoran internasional, restoran
Indonesia atau membeli makanan yang dijajakan kereta dorong dengan
harga relatif lebih murah.

Atau kalau Anda sekeluarga ingin ke pusat arena permainan anak dan
keluarga, tentu Anda harus mengeluarkan biaya lagi. Pusat permainan
mutakhir ini menghadirkan enam jenis permainan dari roller coaster
(diindonesiakan menjadi treeak), feeris wheel setinggi 33 meter (cir
kincir), carousel dengan kapasitas 32 orang (lu la gi lu la gi),
convoy ride enam mobil (trung tung tung), bumper cars 20 mobil (zig
zag), dan telecombat 16 kereta (tele kombet). Di arena permainan ini,
akan juga dihadirkan play ground untuk anak-anak seperti main
pasir-pasiran (yang terakhir ini tidak dipungut bayaran).

TRS juga menyediakan restoran kapal berdesain phinisi Bugis
yang berlokasi di danau. Selain itu di Pulau Satu yang letaknya di
tengah-tengah danau, dibangun pusat kegiatan keluarga untuk permainan
elektronik dan dining theater beratap bahan teflon dengan arsitektur
masa depan. Di sini, akan dibangun restoran waralaba dari Amerika
Serikat. Para pengunjungnya dapat menikmati atraksi magic. Pusat
hiburan di Pulau Satu dapat dicapai melalui dua jembatan yang secara
khusus dibangun.

Di Pulau Satu juga dibangun arena permainan berkonsep cyber mini
golf dengan tema futuristik. Dengan pancaran air terjun dan permainan
sinar lampu, pengunjung dimungkinkan menikmati permainan ini sampai
malam hari.

Pengunjung yang hobinya memancing, masih dapat menyalurkan hobi
di sini sepuasnya. Namun mereka yang ingin mengajak anak-anaknya naik
sepeda air, kini tidak akan menemukannya lagi. Sepeda air digantikan
dengan gondola, perahu air yang dikayuh di danau.

TRS menyediakan gedung pameran tiga lantai seluas 2.000 m2, serta
pusat eceran berkapasitas 60 ruang usaha (sampai akhir April 1997,
sudah terisi 70 persen). Harga sewa rata-rata 30-70 dollar AS per
meter persegi. Toko-toko ini diutamakan menjual suvenir, cendera
mata dan benda-benda hobi.

Bagaimana dengan parkir yang biasanya menjadi masalah? TRS
menyediakan lahan parkir yang mampu menampung sekitar 2.000 kendaraan,
antara lain di lantai bawah tanah dan di lokasi parkir umum Gelora
Senayan (di seberang TRS). Parkir ini akan dikelola swasta, secure
parking.

Untuk memudahkan pengunjung, akan dibangun jembatan penyeberangan
modern yang menghubungkan TRS dengan Gelora Senayan. “Selain itu akan
disediakan pula, shuttle bus yang mengangkut penumpang dari lokasi
parkir di Gelora Senayan ke TRS dan sebaliknya,” jelas Monika Iryati,
Humas Taman Ria Senayan kepada Kompas.

Singkat kata, Taman Ria Senayan kini betul-betul menampilkan wajah
modern, namun tetap tidak melupakan masyarakat golongan menengah ke
bawah. “Dengan harga tiket rata-rata Rp 3.000 per orang, pengunjung
dapat menikmati sejumlah atraksi secara gratis di Taman Ria Senayan,”
kata Direktur PT ALP (Ariobimo Laguna Perkasa), Sharif C. Sutardjo
kepada pers pekan lalu.

Untuk merenovasi Taman Ria Senayan, PT ALP harus mengucurkan dana
sekitar Rp 120 milyar. PT ALP bekerja sama dengan pengelola TRS dengan
konsep BOT (build, operate, transfer) selama 30 tahun. Sharif
menargetkan 2,5 juta orang berkunjung ke TRS setiap tahunnya.

Restoran dan pedagang eceran di TRS didesain khusus dengan
perpaduan konsep nasional dan internasional. Pengunjung dapat
menentukan pilihannya, datang ke restoran dan tempat belanja yang
paralel dengan konsep Citywalk yang populer di Universal Studios,
Burbank, California, AS.

Para eksekutif, wisatawan dan siapa pun dapat menikmati beragam
restoran, pub, bar di kawasan TRS yang dibuka hingga larut malam.
Suasana romantis yang pernah ada di Taman Ria (Remaja) Senayan,
akan tetap ada namun dengan nuansa yang berbeda.

Kalau dulu di Taman Ria (Remaja Senayan), muda-mudi berpacaran
sambil berjalan-jalan menyusuri jalan di kawasan itu, duduk-duduk di
taman sambil menikmati matahari terbenam, kini di Taman Ria Senayan
yang sudah direnovasi, mereka pun akan dapat menikmati suasana
romantis namun dengan kondisi berbeda, lebih modern. Maklumlah,
zaman sudah berubah.
***

BAGAIMANA kisahnya sehingga PT ALP yang memperoleh kesempatan
merenovasi Taman Ria Senayan? “Suatu hari saya mengajak anak-anak ke
Taman Ria (Remaja) Senayan. Ketika anak-anak bermain sepeda air, saya
melamun. Tempat sebagus ini yang berlokasi di tengah kota dan letaknya
strategis, kok kondisinya begini-begini saja? Mengapa tidak
dipercantik,” ungkap Sharif Cicip Sutardjo.

Kemudian ia mencoba mencari tahu siapa di balik TRS ini. “Ternyata
ibu-ibu para jenderal. Saya dekati ibu-ibu ini. Setelah melalui
pembicaraan panjang, mereka pun setuju TRS diremajakan,” kata Sharif.
Memang tidak semua ibu-ibu pengelola TRS istri para jenderal, tapi
beberapa nama seperti Ny Ali Moertopo dan Ny Edi Sudrajat sampai
sekarang menjadi pengurus Ria Pembangunan.

PT ALP mengusulkan konsep Taman Ria Senayan yang diarahkan
sebagai tujuan wisata pertama di Ibu Kota, berstandar internasional,
menggabungkan taman hiburan dan rekreasi keluarga dengan pedagang
eceran. Konsep ini disesuaikan dengan fungsi dan peruntukan Rencana
Umum Tata Ruang (RUTR) Pemda DKI Jakarta dan Rencana Induk Kawasan
Gelora Senayan Tahun 2005.

Sejak awal dibuka pada 15 Agustus 1970 silam, Taman Ria (Remaja)
Senayan sudah merupakan pusat hiburan dan rekreasi keluarga yang
berlokasi di jantung kota Jakarta. Presiden Soeharto yang meresmikan
taman rekreasi ini 27 tahun yang lalu. Taman Ria Remaja dibangun atas
usaha ibu-ibu Ria Pembangunan pimpinan (almarhumah) Ny Tien Soeharto.

Waktu itu (tahun 1970) biaya pembangunannya sekitar Rp 23 juta.
Setelah diresmikan, Taman Ria Remaja diserahkan pengurusannya ke
Gubernur DKI Jakarta (waktu itu) Ali Sadikin.

Nama Taman Ria Remaja Senayan secara resmi diganti menjadi Taman Ria
Senayan (tanpa kata Remaja) pada bulan Maret 1995, dengan persetujuan
almarhumah Ny Tien Soeharto selaku Ketua Umum Ria Pembangunan. Proyek
peremajaan TRS ini memiliki Badan Pengurus Harian Proyek TRS diketuai
Ny Ali Moertopo, dengan penasihat-penasihatnya Mensesneg Moerdiono
selaku Ketua Badan Pengelola Gelora Senayan dan Gubernur DKI Jakarta
Surjadi Soedirdja.

Dana-dana yang diterima Ria Pembangunan dari hasil kegiatan usaha
di TRS akan digunakan untuk menunjang program-program sosial secara
nasional, seperti Pemilihan Murid dan Guru Teladan Tingkat Nasional,
Pemilihan Dosen dan Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional, Pemilihan
Pustakawan Teladan Tingkat Nasional, guru-guru terpencil seluruh
Indonesia dan teladan-teladan lainnya, yang setiap peringatan Hari
Kemerdekaan RI diundang ke Jakarta.

Kapan Taman Ria Senayan mulai dapat dinikmati masyarakat umum?
Pertengahan Juni 1997 mendatang, TRS akan dibuka percobaan (trial
opening), namun belum dibuka untuk umum, hanya untuk undangan dan itu
pun pada akhir pekan saja. Soft opening akan dimulai Agustus 1997 dan
setelah semua fasilitas dan sarana penunjangnya rampung, TRS akan
resmi dibuka (grand opening) pada akhir tahun 1997. (Adhi Ksp)

Foto:
Ist

WAJAH TAMAN RIA SENAYAN – Beginilah kira-kira nanti wajah Taman
Ria Senayan yang masih dalam proses renovasi. Taman rekreasi ini
direncanakan dibuka resmi akhir 1997, menghadirkan berbagai tempat
hiburan dan tempat bermain berstandar internasional.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s