Raksasa TV China dan Perancis Bergabung untuk Kuasai Pasar TV Dunia

KOMPAS
Bisnis & Investasi
Jumat, 30 Juli 2004

Raksasa TV China dan Perancis Bergabung untuk KuasaiPasar TV Dunia

SHENZHEN, KOMPAS – TTE Corporation-gabungan dua perusahaan TV global, TCL China dan Thomson Perancis-hari Kamis (29/7) resmi beroperasi. Dua raksasa ini akan menguasai pasar dunia televisi, bersaing dengan produk Korsel, Jepang, dan lainnya.

Dalam grand opening ceremony di Menara TCL Shenzhen, China, Kamis pagi, Chairman TTE Li Dong Sheng dan dua Chief Executive Officer Charles Dehelly dan Charls Zhao mengumumkan bergabungnya dua raksasa perusahaan TV itu kepada sekitar 200-an wartawan seluruh dunia, termasuk wartawan Kompas, Robert Adhi Kusumaputra.

Berdirinya TTE mempertajam industri global TV dan menandai terwujudnya mimpi internasionalisasi bisnis China. Menurut Li Dong Sheng dalam jumpa pers, ini merupakan model sebuah proses globalisasi perusahaan China.

Penggabungan TCL dan Thomson diumumkan November 2003 lalu, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan kesepakatan kerja sama pada 28 Januari 2004 di Paris, Perancis. TCL Group memiliki saham 67 persen, sedangkan Thomson 33 persen.

Saat ini TTE memiliki lima kantor pusat, lima gedung penelitian dan pengembangan, serta 10 pabrik di lima benua. TTE juga memiliki 20.00 outlet penjualan dengan 29.000 karyawan di seluruh dunia, 1.100 di antaranya insinyur.

Menurut Li, TTE akan mempromosikan merek TCL di Asia, merek RCA di Amerika Utara, dan merek Thomson di kawasan Eropa. TTE menawarkan produk TV berkualitas tinggi, namun harga ekonomis, mulai dari yang sederhana sampai berteknologi tinggi. Li menjelaskan, TTE merupakan pembuat TV di dunia yang memiliki product line TV. Pada tahun 2003 TCL dan Thomson memproduksi 18,5 juta unit TV dan menempati ranking pertama dunia.

Target keuntungan
Tahun depan TTE menargetkan meraih keuntungan di pasar Eropa dan Amerika Utara. TTE mempromosikan XF (flat-tube) dan TV digital di pasar Amerika dan Eropa dengan kualitas tinggi, namun harga ekonomis.

Dengan sinergi dua raksasa TV ini, TTE diharapkan dapat meraih keuntungan karena dapat menekan biaya, meningkatkan produktivitas, dan mengoptimalkan pabrik di seluruh dunia. Dampak sinergi bisnis global ini, kata Li, secara substansial akan tercermin dalam manufaktur dan sumber daya manusia TTE.

TTE kini merupakan industri pembuat TV terbesar di China dan menempati posisi lima besar di Eropa dan Amerika Utara. Menurut data yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan China, TTE merupakan pembuat TV terbesar di China dan memiliki pangsa 19 persen dalam pasar TV China. Menurut statistik Synovate, TTE pembuat TV kedua terbesar di Amerika Utara dengan pangsa 11 persen. Sedangkan menurut statistik GFK, TTE menempati posisi keempat di Eropa dengan merebut pasar 11 persen.

TTE bekerja sama dengan mitra-mitranya di dunia dengan distributor seperti Wal-Mart, Carrefour, RadioShack, Home Depot, dan Euronics. Di Amerika Utara dan China, lebih dari 20.000 ritel yang menjual produk TTE. Jaringan ritel di Eropa hampir 80 persen mendistribusikan produk TTE. Lima kantor litbang TTE berada di Kota Shenzhen dan Wuxi (China), Singapura, Indianapolis (AS), dan Villingen (Jerman). Seusai grand opening, wartawan diajak mengunjungi pabrik di Kota Hui Zhou, sekitar dua jam dari Kota Shenzhen.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s