Hubungan Sister City, Jakarta Ajukan Tiga Syarat Pada LA

KOMPAS
Senin, 04 Aug 1997
Halaman: 3
Penulis: ADHI KSP

UNTUK HUBUNGAN “SISTER CITY”
JAKARTA AJUKAN TIGA SYARAT PADA LOS ANGELES
Los Angeles, Kompas
Hubungan sister city (kota kembar, kota bersaudara) antara Jakarta
dan Los Angeles yang sejak tiga tahun terakhir kurang mulus, dibahas
dalam pertemuan khusus di kantor Konsul Jenderal (Konjen) RI di Los
Angeles, California, Amerika Serikat, Jumat (1/8) sore waktu setempat
atau Sabtu pagi WIB.

Pertemuan yang dipimpin Kepala Bidang Ekonomi Konjen RI Los
Angeles Chilman Arisman itu, dihadiri President Board of Director Los
Angeles-Jakarta Sister City Assosiation David Lang dan dua stafnya
Neil B Persky dan Gary Shapiro, serta Kepala Biro Kerja Sama Antarkota
dan Daerah (Kakda) DKI Jakarta Drs Robert Silalahi dan stafnya Drs
Catur Laswanto.

Wartawan Kompas, Robert Adhi Ksp melaporkan dari Los Angeles, AS kemarin, tiga syarat yang diajukan Jakarta kepada Los Angeles (LA)
agar hubungan kota kembar yang terjalin sejak 1991 dapat dilanjutkan
adalah lembaga yang mengurusi hubungan kota kembar Jakarta-LA harus
mempunyai akses ke pemerintah lokal (city hall). Lembaga itu harus
mempunyai program yang jelas, dan harus memiliki anggaran.

Menurut Kabid Ekonomi KJRI di LA Chilman Arisman, dari pengamatan
selama ini, pelaksanaan program kerja sama kota kembar Jakarta-LA
banyak menemui kendala, terutama dari kalangan pemerintah setempat
atau Wali Kota Los Angeles. Pihak KJRI-LA sendiri sudah beberapa kali
melakukan pendekatan khusus. “Dukungan Pemda DKI Jakarta dengan ujung
tombaknya Biro Kakda, tidak diimbangi dengan dukungan serupa dari
Kantor Wali Kota Los Angeles,” kata Arisman.

Ketika perjanjian kerja sama kota kembar Jakarta-LA ditandatangani
tahun 1991, Wali Kota LA dijabat Tom Bradley. “Namun setelah Richard
Riordan menggantikan Bradley sebagai Wali Kota LA sejak tiga tahun
silam, pejabat LA itu kurang melibatkan diri dalam kerja sama kota
kembar LA dengan semua kota, termasuk Jakarta. Pihak kantor wali kota
LA berpendapat, masalah kota kembar cukup ditangani tenaga sukarela
(volunteer) yang ditunjuk, yaitu Margaret Miller. Sementara Dewan Kota
Kembar LA-Jakarta yang dibentuk, ternyata tidak memiliki akses yang
kuat terhadap Wali Kota LA Richard Riordan,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Biro Kakda DKI Robert P Silalahi mengatakan,
kerja sama sister city yang dijalin antara Jakarta dan LA kurang baik,
karena perbedaan konsep yang dianut pemerintah. AS selama ini menganut
konsep masyarakat yang harus berperan dalam hubungan kota kembar,
sehingga tak satu pun pejabat pemerintah lokal yang bertanggung jawab
dalam kerja sama ini. Sedangkan di kawasan Asia, seperti Jepang, Korea
Selatan, Indonesia, pemerintah lokal (city hall) memegang peranan
penting.

“Mestinya, meskipun ada perbedaan konsep, jalinan kerja sama kota
kembar Jakarta-LA harus terpelihara. Karena itulah, pentingnya sinergi
pemerintah lokal dan masyarakat berjalan bersama, membangun ‘kampung
dunia’,” kata Silalahi yang mengutip tema pokok Konferensi Sister
International ke-41 di San Diego akhir Juli lalu.

Dinilai berhasil
Sementara itu hubungan kota kembar Jakarta dengan Tokyo dan Seoul
dinilai berhasil. Duta Besar Jepang untuk Indonesia Taizo Watanabe
yang ditanya Kompas di sela-sela Konferensi Sister Cities
International di San Diego, California, AS pekan lalu mengatakan,
hubungan kota kembar Jakarta-Tokyo berhasil. Banyak kerja sama yang
dilaksanakan antarkedua kota, tidak hanya antarpemerintah lokal, tapi
juga antarmasyarakat kedua kota.

Sejak perjanjian kerja sama kota kembar Jakarta-Tokyo
ditandantangani tahun 1989, sudah puluhan kegiatan yang dilaksanakan,
antara lain pertukaran pelajar (homestay), pelatihan tenaga kerja
dalam berbagai bidang keahlian, studi banding pejabat pemerintah lokal
tentang berbagai aspek pembangunan perkotaan.

Sementara itu kerja sama kota kembar Jakarta-Seoul juga dinilai
relatif berhasil. Namun menurut Direktur Eksekutif KLAFIR (Korean
Local Authorities Foundation for International Relations) Seoul
Young-Kook Chun yang ditanya Kompas pekan lalu, jalinan kerja sama
kota kembar Jakarta-Seoul hendaknya lebih ditingkatkan dengan kerja
sama perdagangan langsung.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s