Produksi dan Distribusi Narkotika Makin Meningkat

KOMPAS
Senin, 03 Oct 1994
Halaman: 7
Penulis: ADHI KSP, ROBERT

Dari Sidang Umum Interpol di Roma
PRODUKSI DAN DISTRIBUSI NARKOTIKA MAKIN MENINGKAT
Roma, Kompas
Situasi narkotika, psikotropika dan bahan berbahaya lainnya di
dunia secara umum meningkat, baik dari aspek kultivasi, produksi,
distribusi gelap maupun konsumsinya. Beberapa negara yang
sebelummnya hanya negara transit kini menjadi negara konsumsi.
Kondisi ini membuat Sekretariat Jenderal ICPO – Interpol meminta
semua anggota Interpol untuk meningkatkan kewaspadaan.

Demikian yang terungkap dari hasil sidang komisi narkotika pada
Sidang Umum ICPO (International Criminal Police Organization) –
Interpol ke -63 di Roma, Italia yang berakhir Jumat tengah malam WIB
atau Jumat sore waktu Roma. Dalam sidang komisi narkotika, delegasi
Indonesia diwakili Direktur Reserse Polri Brigjen (Pol) Drs
Rusdihardjo, Direktur Pencegahan Penyidikan Penyelundupan Ditjen Bea
Cukai HA Parinding dan Kapolda Jabar Mayjen (Pol) Soebardy.

Wartawan Kompas, Robert Adhi Ksp yang meliput langsung sidang
tersebut dari Roma melaporkan banyak negara transit kini berubah
menjadi negara konsumer seperti Nigeria (Afrika), negara-negara
Timur Tengah, negara-negara bekas Soviet di jalur Balkan. Narkotika
tersebut berasal dari daerah “Golden Crescent” yaitu Iran, Pakistan
dan Afganistan yang kemudian dibawa ke Eropa Barat.

Di Asia, terdapat pula negara produsen opium baru seperti
Vietnam, dimana kultivasi meningkat pesat dan jumlah kasus mencapai
lebih dari 1.000 buah. Delegasi Vietnam melaporkan, di negaranya
belum memiliki undang-undang khusus tentang narkotika. Hanya KUHP
biasa sehingga hukuman kurang efektif.

Kerja sama
Meningkatnya situasi narkotika di semua penjuru dunia membuat
Setjen Markas Besar Interpol meminta para penegak hukum di seluruh
dunia meningkatkan kerja sama dalam melancarkan perang terhadap
sindikat narkotika. Salah satu caranya, menghilangkan perbedaan
politik negara masing-masing dan menyadari betapa bahayanya
narkotika bagi kehidupan bangsa.

Sindikat-sindikat narkotika di dunia ini memanfaatkan ekonomi
pasar bebas dan lemahnya penegakan hukum di berbagai negara.
Sindikat Barat seperti kelompok Mafia La Costra Nosa tergeser oleh
sindikat Cina (Triad) yang sudah merambaH AS, Eropa, Australia dan
Afrika.

Untuk itu, pihak Markas Besar Interpol meminta agar setiap
negara anggota menyiapkan strategi yang mempunyai dampak luas untuk
mengurangi sepak terjang para sindikat narkotik. Pihak Setjen
Interpol juga minta kewaspadaan setiap negara anggota untuk
memperhatikan jaringan sindikat narkotika dengan kelompok teroris,
di mana dana diperoleh dari hasil penjualan narkotika.

Delegasi Indonesia dalam kesempatan sidang tersebut mengusulkan
agar Markas Besar Interpol menerbitkan “list of key personel” dari
setiap negara anggota Interpol. Dalam daftar nama ini diperlukan
untuk mengimbangi mobilitas yang tinggi dari sindikat narkotika
internasional. Serta menghindari birokrasi yang sering berlebih-
lebihan di negara-negara berkembang.

Daftar nama pejabat kunci berisi nomor telepon, telex dan
fax. Usul Indonesia ini dinilai positif dan akan dipelajari
kemungkinan melaksanakannya oleh Setjen Interpol. Kepada Kompas,
Direktur Reserse Polri Brigjen (Pol) Rusdihardjo menilai “statement”
Indonesia sebagai negara transit selain dapat menyesatkan juga
membuat kita lengah dan takabur. Pengalaman dari Nigeria, Singapura,
Malaysia menunjukkan bahwa kelengahan atau kekurangwaspadaan
nasional akan menyebabkan wabah narkotika sekonyong-konyong muncul
tanpa dapat diatasi.

PBB berulang kali memperingatkan, negara konsumen/negara tujuan
selalu muali dari negara transit. Karena itu anggapan Indonesia
hanya negara transit harus dihidari.

Sementara itu dalam sidang Kepala NCB seluruh dunia, disepakati
setiap negara anggota Interpol diwajibkan mengirim data semua
kendaraan bermotor yang hilang dicuri ke Markas Besar Inetrpol di
Lyon, Perancis. Ini dimaksudkan untuk mengurangi pencurian kendaraan
bermotor yang cenderung meningkat di seluruh dunia.(*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s