Kerja Sama ASEANAPOL Sulit Direalisasikan

KOMPAS
Selasa, 03 May 1994
Halaman: 14
Penulis: KSP

KERJA SAMA ASEANAPOL SULIT DIREALISASIKAN
Phuket, Kompas

Perbedaan sistem hukum negara-negara di kawasan Asia Tenggara
sangat mempengaruhi realisasi kerja sama ASEANAPOL (ASEAN Chiefs of
Police). Perbedaan sistem hukum masing-masing negara ini seringkali
mengakibatkan pelaku kejahatan yang beraksi di negara A dan lari ke
negara B, tak bisa ditangkap. Untuk itu kerja sama antarkepolisian
negara di Asia Tenggara harus lebih ditingkatkan.

Kapolri Jenderal (Pol) Banurusman Astrosemitro mengungkapkan
hal ini kepada wartawan Kompas Robert Adhi Ksp menjelang pembukaan
Konferensi ASEANAPOL ke-14 di Hotel Arcadia, Phuket, sebuah pulau di
kawasan barat daya Thailand, hari Senin (2/5) pagi.

Selain Banurusman yang memimpin delegasi Polri, ikut serta pula
Mayjen (Pol) Koesparmono Irsan (Deputi bidang Operasi), Mayjen (Pol)
MB Hutagalung (Kalemdiklat), Brigjen (Pol) Rusdihardjo (Direktur
Reserse), Kolonel (Pol) Ishak Kodijat (Wakapolda Kaltim), Kolonel
(Pol) Rahardjo dan Kolonel (Pol) Wayan Ardjana (keduanya dari Set
NCB-Interpol).

Dijelaskan, perbedaan sistem hukum masing-masing negara memang
seringkali menjadi kendala dalam kerja sama ASEANAPOL. Meskipun
hubungan pribadi antarkepala kepolisian sangat akrab, tapi tetap tak
mudah untuk merealisasikan kerja sama yang sudah disepakati, akibat
perbedaan sistem hukum tersebut.

“Tapi paling tidak, melalui wadah ASEANAPOL, setiap negara
sudah saling tukar informasi mengenai daftar buronan dan identitas
penjahat yang beraksi di masing-masing negara. Setidaknya informasi
itu merupakan warning, yang bisa dijadikan masukan,” kata Jenderal
(Pol) Banurusman.

Deputi Kapolri bidang Operasi Mayjen (Pol) Koesparmono Irsan
menambahkan, masalah perbedaan sistem hukum memang sudah urusan
negara dan bukan urusan polisi. Tapi setidaknya melalui forum
ASEANAPOL, polisi sudah berupaya dan berusaha memberikan informasi
perihal kejahatan internasional dan para pelakunya yang buron.

“Kita hanya baru memberikan informasi di daerah ini ada A,B,C
dan pelakunya E,F,G,H. Tapi kalau kita minta, pelaku kejahatan yang
beraksi di Indonesia kabur ke negara ASEAN lainnya, agar segera
ditangkap, masih belum bisa cepat, sesuai keinginan. Karena
terbentur pada kendala tadi,” kata Koesparmono Irsan. Bagaimana
mengatasi kendala-kendala semacam itu diupayakan selalu dibahas
dalam pertemuan ini.

Delapan Topik
Konferensi Kepala Kepolisian se-Asia Tenggara ke-14 yang dibuka
oleh Deputi Menteri Dalam Negeri Thailand, Den Tohmeena dan
berlangsung hingga 4 Mei ini, diikuti para kepala kepolisian negara
Asia Tenggara, yaitu Jenderal Polisi Banurusman (Indonesia),
Komisioner Polisi Dato Paduka Seri Hj Abd Rahman (Brunei
Darussalam), Inspektur Polisi Tan Sri Rahim Noor (Malaysia),
Direktur Jenderal Umberto A. Rodriguez (Filipina), Komisioner Polisi
Tee Tua Ba (Singapura) dan Jenderal Polisi Pratin Santiprahob
(Thailand). Setiap delegasi terdiri antara 6-9 anggota.

Pada acara pembukaan kemarin, Kepala Polisi Filipina Umberto
Rodriguez mengusulkan agar keinginan Polisi Jepang diundang sebagai
pengamat (observer) dalam konferensi ASEANAPOL tahun 1995 dapat
dibahas dalam diskusi sidang komisi. Namun oleh floor, usulan itu
ditolak dengan alasan, sidang ASEANAPOL hanya membahas persoalan di
Asia Tenggara sehingga usulan itu dianggap kurang tepat.

Ada delapan topik yang dibahas dalam Konferensi ASEANAPOL ini,
yaitu (1) perdagangan gelap narkotika (2) kejahatan ekonomi dan
pemalsuan kartu kredit (3) penyelundupan senjata api dan barang
lainnya (4) masalah ekstradisi dan penyerahan pelaku kejahatan (5)
pertukaran informasi dan komunikasi dalam kasus-kasus sangat
mendesak, serta pencarian orang (6) terorisme internasional yang
berdampak di negara ASEAN (7) pertukaran personel dan program
pendidikan latihan (8) perkembangan database ASEANAPOL.
Pada hari pertama, sidang dibagi dalam tiga komisi yang membahas
berbagai persoalan di kepolisian masing-masing negara. (*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s