Kejahatan terhadap Anak-anak Perhatian Interpol

KOMPAS
Rabu, 05 Oct 1994
Halaman: 13
Penulis: KSP

Dari Sidang Umum Interpol di Roma:
KEJAHATAN TERHADAP ANAK-ANAK
MENJADI PERHATIAN INTERPOL

Roma, Kompas
Meningkatnya kejahatan terhadap anak-anak di seluruh dunia baik
di negara sedang berkembang maupun negara maju, menjadi perhatian
serius Interpol. Kejahatan terhadap anak-anak yang dinyatakan sebagai
salah satu crime againts humanity ini dibahas dalam sidang pleno pada
sidang umum ICPO (International Criminal Police Organization)
Interpol di Roma (Italia), yang berakhir hari Senin sore waktu
setempat atau Senin tengah malam WIB.

Wartawan Kompas, Robert Adhi Ksp melaporkan dari Roma, masalah
kejahatan terhadap anak-anak tidak hanya ditangani oleh badan
kepolisian di dunia tapi juga mengikutsertakan Komite PBB dalam
Masalah Hak Asasi Manusia. Kelompok kerja yang dibentuk bekerja sama
dengan PBB dalam bidang statistik, pencegahan, korban dan pencarian
anak hilang.

Dalam sidang juga muncul pro dan kontra tentang subyek yang
harus dilindungi. Delegasi Australia menyebutkan, yang harus
dilindungi tidak hanya anak-anak di bawah umur tapi juga manusia usia
lanjut (lansia) dan orang cacat. Tapi pendapat beberapa delegasi
lainnya menyatakan, sebaiknya subyek yang dilindungi hanya anak-anak
di bawah umur.

Pihak delegasi Australia melaporkan, mereka telah memiliki
undang-undang khusus kejahatan seks (sex related crimes) terhadap
anak-anak di bawah usia 16 tahun. Berdasarkan UU ini, WN Australia
yang melakukan kejahatan seks terhadap anak-anak di bawah usia 16
tahun di luar negeri, dapat dituntut dan diadili di Australia.

Mengenai pembuktian, UU ini mengizinkan kesaksian dengan
menggunakan video – khususnya saksi dari luar negeri – sehingga saksi
ini tidak perlu didatangkan ke Australia. Beberapa negara Eropa
seperti Perancis, Jerman, Norwegia, Swedia dan Swiss juga melaporkan
sudah memiliki UU baru yang menganut azas ekstra teritorial seperti
Australia.

Hukuman maksimal
Delegasi Indonesia yang diwakili Deputi Bidang Operasi Mayjen
(Pol) Koesparmono Irsan dan Direktur Reserse Polri Brigjen (Pol)
Rusdihardjo menjelaskan, pada prinsipnya Indonesia dalam penal code
(KUHP) memberi ancaman hukuman maksimal yang cukup tinggi terhadap
kejahatan seks dengan korban anak-anak. Kejahatan terhadap anak di
bawah umur, di manapun pasti mengakibatkan trauma terhadap anak yang
bersangkutan seumur hidup.

Dalam sidang pleno kemarin juga dibahas tentang rencana
dibentuknya tim khusus penyidikan kejahatan di negara eks Yugoslavia.
Pejabat Sekjen ICPU-Interpol sudah dipanggil Sekjen PBB Boutros-
Boutros Ghali agar melakukan penyidikan dan penyelidikan terhadap
kejahatan yang terjadi di negara eks Yugoslavia.

Peradilan internasional yang dibentuk 25 Mei 1993 atas resolusi
827 negara tahun 1993 ke Dewan Keamanan PBB. Peradilan inetrnasional
yang berkedudukan di Den Haag, ini mempunyai wewenang mengadili
serious violations of international humanitarian law yang terjadi di
wilayah bekas negara Yugoslavia sejak 1 Januari 1991.

Sidang pleno Interpol secara maraton membahas pula soal
pemalsuan dan pembajakan merk produk barang. Sebelum tahun 1980,
pemalsuan produk barang merupakan aktivitas kecil dan pada umumnya
dilakukan secara individual. Tapi dewasa ini menurut Setjen Interpol,
4 persen hingga 5 persen perdagangan dunia merupakan produk palsu dan
menimbulkan kerugian sekitar 100 milyar dollar AS. Ratusan ribu orang
kehilangan pekerjaan setiap tahun karena pabrik ditutup. (*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s