KOMPAS
Senin, 04 Dec 1995
Halaman: 8
Penulis: ADHI KSP, ROBERT

UNTUK JARING ECSTASY, RUU PSIKOTROPIKA HARUS DISAHKAN
Bandar Seri Begawan, Kompas

Rancangan Undang-undang (RUU) Psikotropika hendaknya segera
disahkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, agar pengedar dan
pengguna ecstasy dapat dijaring. Belakangan ini peredaran dan
penggunaan ecstasy di kalangan selebritis dan kaum muda menengah ke
atas makin marak, namun aparat keamanan mengaku kesulitan
menjaringnya karena belum ada dasar hukum yang kuat.

Ketua Dewan Pengurus Badan Kerja Sama Sosial Usaha Pembinaan
Warga Tama (Bersama) Mayjen Pol (Purn) Putera Astaman mengungkapkan
hal ini menjawab pertanyaan wartawan Kompas, Robert Adhi Ksp di
sela-sela acara Lokakarya LSM ASEAN tentang Pencegahan Narkotika di
Bandar Seri Begawan, Sabtu (2/12) lalu. Putera Astaman memimpin
delegasi Indonesia mengikuti lokakarya internasional yang diikuti
LSM (lembaga swadaya masyarakat) dari tujuh negara ASEAN.

Menurut Astaman, pihak DPR sudah berjanji untuk segera
mensahkan RUU Psikotropika, agar upaya preventif diimbangi dengan
upaya represif. “Pokoknya kita tunggu saja janji DPR itu,” kata
mantan Deputi Kapolri Bidang Operasi.

Sementara itu Dr Ny Mintarsih A. Latief yang pernah menangani
kasus-kasus ketergantungan obat, secara terpisah mengatakan, ecstasy
yang termasuk golongan stimulans (seperti amphetamin) dapat membuat
penggunanya ketagihan. Mereka yang menggunakan ecstasy menjadi lebih
gesit, namun secara artifisial, sementara otaknya lelah. Karena
terlalu dipacu, begitu dilepas, kondisi yang dialami menjadi cepat
lelah dan tidak bersemangat. Kalau digunakan dalam dosis yang
tinggi, penggunanya mirip orang sakit jiwa.

Mintarsih sependapat RUU Psikotropika hendaknya segera disahkan
DPR RI. “Selama ini belum ada sarana untuk menindak pengguna dan
pengedar ecstasy. Jadi kita berharap RUU Psikotropika hendaknya
segera disahkan,” katanya.

Upaya preventif
Sementara itu, Lokakarya LSM ASEAN tentang Pencegahan Narkotika
di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam hari Minggu siang resmi
ditutup. Hampir semua pembicara dalam lokakarya ini mengingatkan
kembali pentingnya upaya-upaya preventif dalam penanggulangan
penyalahgunaan narkotika.

Datuk Haji Jumaat, Sekjen Pemadam (Persatuan Pembasmi Dadah
Malaysia) mengungkapkan, sejak tahun 1988, sekolah-sekolah di
Malaysia telah menjadikan pendidikan pencegahan narkotika bagian
dari kurikulum. “Pendidikan moral merupakan salah satu yang jadi
perhatian serius di sekolah-sekolah di Malaysia. Penerapan nilai-
nilai universal seperti cinta, keadilan, kebebasan, keberanian,
fisik, kesehatan mental, kerja sama, moderat, tanggung jawab sosial,
diharapkan dapat membantu setiap pribadi menjadi orang bertanggung
jawab dan berada di jalan yang benar,” katanya.

Dijelaskan, setiap sekolah di Malaysia memiliki Proyek
Antidadah. Berbagai kegiatan yang dilakukan dapat membantu siswa
menjauhi narkotika dan obat-obat terlarang. Selain itu, mesjid-
mesjid di Malaysia digunakan sebagai pusat kesadaran religius
sekaligus pusat penyuluhan. “Kaum muda disadarkan bagaimana Islam
menolak narkotika dan obat terlarang lainnya,” kata Datuk Jumaat.

Di samping itu, pemerintah Malaysia punya komitmen berperang
total melawan narkotika. Peranan LSM juga sangat penting. Rotary dan
Lions Club bersama Pemadam mengadakan berbagai kegiatan pencegahan.
Prof Dr Datuk Haji Mahmud Saedon dari Brunei Darussalam
menyebut nilai-nilai Islam hendaknya dijadikan asas dalam upaya
pencegahan penyalahgunaan dadah.

Sementara itu, Dr Somsak Pantuwatana dari Thailand
mengemukakan, pengurangan penawaran (supply) dan permintaan (demand)
acapkali disampaikan sebagai strategi mengatasi masalah narkotika.
Salah satu yang efektif adalah pengawasan langsung pada sumber
narkotika, namun pendekatan ini malah jadi problem tersendiri bagi
penegak hukum. Somsak berpendapat, semua bangsa harus bersatu
menghadapi problem global untuk bersama-sama menghancurkan
perdagangan narkotika, saling berbagi pengetahuan dan sumber daya
untuk melakukan pencegahan.

Hal senada disampaikan Dr Ong Teck Hong dari Singapura yang
mengatakan, semua nilai-nilai tinggi tentu membantu setiap pribadi
menghadapi berbagai situasi, baik maupun buruk, yang terjadi di
dunia. Nilai yang baik seperti tali kekeluargaan yang kuat, saling
membantu, respek pada hukum, kepercayaan agama, pandangan positif
terhadap kehidupan, akan membantu setiap pribadi meningkatkan citra
diri, dan tentu saja membantu mereka melawan penyalahgunaan
narkotika.*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s