KOMPAS
Sabtu, 02 Dec 1995
Halaman: 8
Penulis: KSP

Dari Lokakarya LSM Pencegahan Narkotika
HUKUMAN TERHADAP PENGEDAR DAN
PENGGUNA NARKOTIKA HARUS BERAT
Bandar Seri Begawan, Kompas

Kebijakan yang diberlakukan di beberapa negara ASEAN seperti
Malaysia, Singapura maupun di Brunei Darussalam untuk menghukum
seberat-beratnya para pengguna dan pengedar narkotika, merupakan
salah satu cara mencegah peredaran dan penggunaan narkotika serta
obat-obatan terlarang. Namun pencegahan terbaik yang perlu dilakukan
adalah bagaimana mempertahankan nilai-nilai religius dan tradisi
keluarga yang baik, agar kaum muda tidak terlibat dalam
penyalahgunaan narkotika. Dalam hal ini, peranan lembaga swadaya
masyarakat sangat penting untuk dapat langsung masuk pada akar
masyarakat.

Demikian dikemukakan Menteri Kehakiman Brunei Darussalam,
Pengiran Haji Bahrin, dan Direktur Program Penyalahgunaan Narkotika
WHO (Organisasi Kesehatan Sedunia), Hans Emblad, dalam Lokakarya
Federasi Internasional LSM ASEAN untuk Pencegahan Penyalahgunaan
Narkotika dan Obat Terlarang di Bandar Seri Begawan, Brunei
Darussalam, Jumat (1/12).

Wartawan Kompas Robert Adhi Ksp melaporkan dari Bandar Seri
Begawan,
lokakarya bertemakan Penerapan Nilai-nilai Tinggi dalam
Pencegahan Penyalahgunaan Dadah ini berlangsung sampai hari Minggu,
diikuti 150 peserta dari tujuh negara ASEAN (Brunei, Filipina,
Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam). Delegasi
Indonesia dipimpin Mayjen Pol (Purn) Putera Astaman selaku Ketua
Dewan Pengurus Bersama.

Menurut Menteri Kehakiman Brunei, perdagangan obat-obat
terlarang disadari sebagai ancaman terhadap keamanan, perdamaian
internasional dan stabilitas negara. “Problem narkotika bervariasi
dari negara ke negara, namun tak ada satu negara pun terbebaskan
dari ancaman ini. Uang hasil kejahatan narkotika membuat ekonomi
tidak stabil, dan menggoyahkan sistem keuangan. Narkotika berkaitan
dengan kekerasan, korupsi dan pemerintahan yang bersih. Sudah jelas
tak satu pun negara yang dapat melakukan aksi sendiri melawan
ancaman global narkotika. Kerja sama internasional sangat vital,”
kata Pengiran Haji Bahrin.

Karena itu pemerintah membutuhkan dukungan berbagai kelompok
masyarakat seperti pemimpin agama dan organisasi swadaya masyarakat
(NGO). Berbagai usaha ini diterima sebagai strategi efektif
melakukan pengawasan atas penyalahgunaan narkotika.

Dijelaskan, kasus penggunaan narkotika di Brunei Darussalam
relatif rendah, karena nilai-nilai religius dan tradisi keluarga
dipertahankan. Namun diakui Bahrin, obat-obat ringan dan
psikotropika masih menjadi problem di negerinya. Tahun 1995
(Januari-Oktober) tercatat 493 orang ditangkap karena terlibat
narkotika, dan 100 di antaranya pelajar.

Meningkat tajam
Sementara itu Direktur Program Penyalahgunaan Narkotika WHO
yang bermarkas di Jenewa, Hans Emblad mengatakan, selama 1994 dan
sampai pertengahan 1995, produksi heroin, kokain, cannabis dan
bahan-bahan psikotropika meningkat tajam. Perdagangan narkotika
telah menjadi bisnis internasional yang menguntungkan, di mana
para pemasok secara agresif mengembangkan pasar-pasar baru.

“Situasi kesehatan dunia mengalami perubahan. Kelompok baru
terutama anak-anak jalanan, remaja pengangguran dan ibu-ibu muda
meningkat sebagai konsekuensi pesatnya urbanisasi, padatnya
penduduk di negara-negara miskin dan meningkatnya biaya kesehatan
dan pelayanan sosial. Hal-hal semacam ini memaksa kita untuk
meninggalkan proteksi tradisi budaya ke arah kehidupan urban
modern,” ungkapnya.

Dalam situasi ini, sangat penting bagi LSM dan sukarelawan
untuk bekerja sama secara bertahap menciptakan perubahan. “Kita
membutuhkan inspirasi baru, ide baru, dan itu tidak datang dari
pemerintah, tapi harus datang dari kaum profesional dan
sukarelawan yang secara aktif membantu melawan penyalahgunaan
obat-obatan,” kata Emblad.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s