KOMPAS
Senin, 11 Sep 1995
Halaman: 8
Penulis: ADHI KSP, ROBERT

JAKARTA DISIAPKAN JADI KOTA MASA DEPAN ASPAS
Paris, Kompas
Kota Jakarta dan kota Paris kini resmi menjadi kota sahabat
(sister city), setelah ditandatangani memorandum saling pengertian
(Memorandum of Understanding) antara kedua kota ini, oleh Gubernur
DKI Jakarta Surjadi Soedirdja dan Wali Kota Paris Jean Tiberi di
Gedung Balaikota Paris, Jumat waktu setempat.

Penandatanganan kerja sama itu merupakan tonggak sejarah bagi
perkembangan hubungan persahabatan antara kota Paris dan Jakarta,
dan antara Indonesia dan Perancis. Sebelumnya kedua kota menyatakan
keinginan awalnya melalui penandatanganan naskah Letter of Intent
pada 8 Desember 1994 ketika Wali Kota Paris masih dijabat Jacques
Chiraq (yang pertengahan tahun ini terpilih jadi Presiden Perancis).

Wartawan Kompas, Robert Adhi Ksp melaporkan dari Paris, kedua
pemerintah kota sepakat megembangkan kerja sama di bidang penataan
kota, angkutan umum, pelestarian lingkungan hidup, administrasi
perkotaan, pendidikan staf administrasi dan teknik, serta kebudayaan
dan olahraga.

Penandatanganan kerja sama diselenggarakan di Gedung Balaikota
Paris (Hotel de Ville) yang usianya lebih dari 100 tahun. Para tamu
yang hadir antara lain Dubes Indonesia untuk Perancis Wiryono
Sastrohandojo, Dubes Perancis untuk Indonesia Thiery de Bueauce,
serta sejumlah pejabat kedua pemerintah kota. Suasana terlihat
akrab, apalagi Gubernur Surjadi yang pernah mengenyam pendidikan
militer di Perancis ini cukup fasih berbahasa Perancis.

Kota masa depan
Gubernur DKI Jakarta Surjadi Soedirdja mengatakan, kerja sama
hubungan kedua kota dilakukan untuk kepentingan Jakarta sebagai Ibu
Kota Negara yang memiliki berbagai kedudukan pusat kegiatan politik,
ekonomi, sosial budaya, pendidikan dan sebagainya. “Kita ingin
Jakarta sejajar dengan kota-kota lain di dunia. Kerja sama ini
diarahkan untuk mencari acuan banding,” kata Surjadi.

Selain itu, kerja sama ini untuk mengejar berbagai macam
ketinggalan dan menyiapkan Jakarta sebagai kota masa depan bagi Asia
Pasifik. “Itu ambisi dan obsesi kita. Untuk mewujudkan itu, kita
tidak bisa bekerja sendiri. Perlu berbesar hati dan berbesar jiwa
bahwa Jakarta masih ketinggalan. Karena itulah dimanfaatkan hubungan
kerja sama kota sahabat dengan kota yang lebih maju dan
berpengalaman,” kata Gubernur Surjadi.

Dalam kaitan ini, kata Surjadi Soedirdja, pembentukan kota
sahabat antara Paris dan Jakarta merupakan langkah tepat dan
memberikan banyak harapan, mengingat kedua kota memiliki persamaan
karakteristik seperti daerah bersifat khusus, kota metropolitan,
kota jasa, kota wisata, sebagai pusat pemerintahan, jumlah penduduk
yang besar dan heterogen, serta tingkat urbanisasi yang tinggi.

Berbagai persamaan ini, diharapkan akan semakin mendorong tekad
untuk segera merealisasikan kerja sama melalui berbagai program
pertukaran kegiatan yang diperlukan kedua kota.

Dengan ditandatanganinya memorandum saling pengertian antara
kota Jakarta dan Paris, berarti sampai saat ini Jakarta memiliki 13
kota sahabat (sister city). Yaitu Rotterdam (Belanda), Berlin
(Jerman), Tokyo (Jepang), Seoul (Korea Selatan), Beijing (RRC),
Casablanca (Maroko), Negara Bagian Arkansas, Los Angeles (Amerika
Serikat), Negara Bagian South of Wales (Australia), dan Paris
(Perancis). Tiga lainnya, Amsterdam (Belanda), Islamabad (Pakistan)
dan Jeddah (Arab Saudi) tidak aktif lagi. *

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s