KOMPAS
Kamis, 07 Sep 1995
Halaman: 8
Penulis: KSP

IULA HARUS MAMPU ANTISIPASI
PERTUMBUHAN EKONOMI ASPAS
Den Haag, Kompas

IULA (International Union of Local Authorities) Asia Pasifik
(Aspas) harus mampu memperjelas misinya meningkatkan kemampuan
pemerintah daerah melayani warga kota masing-masing. Yaitu,
meningkatkan performance sumber daya manusia dan sistem administrasi
perkotaan. Dengan demikian setiap pemerintah daerah siap menghadapi
era globalisasi.

Gubernur DKI Jakarta Surjadi Soedirdja selaku Presiden IULA
mengungkapkan hal itu Rabu (5/9) ketika memimpin sidang IULA kawasan
Asia Pasifik di Gedung Kongres Belanda. Diskusi panel itu
menghadirkan pembicara Michael Bohnet, Menteri Kerja Sama Ekonomi
Federal Jerman, R. Ravenna Kepala Divisi Asia Komisi Eropa, dan
Ogano dari JICA (Japan International Cooperation Agency).

Wartawan Kompas, Robert Adhi Ksp melaporkan dari Den Haag,
dalam sidang yang dihadiri sekitar 100 peserta dari negara-negara
kawasan Asia Pasifik, Surjadi yang bertindak sebagai ketua
sidang, menyebutkan kerja sama pemda harus dilihat dari
keberadaan Asia Pasifik sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dunia
pada abad ke-21. Dengan demikian, tidak ada pilihan lain, kerja
sama internasional akan melibatkan pemerintah pusat hingga
pemerintahan terendah yang langsung berhubungan dengan
masyarakat.

Untuk mewujudkan kerja sama internasional ini, Surjadi
Soedirdja menyebutkan perlunya pelatihan sumber daya manusia. Di
samping itu, pemerintah daerah harus melihat kemampuan
masyarakat mengaplikasikan bantuan luar negeri. Bantuan LN ini
harus pas dengan kebutuhan negara penerima, bukan negara pemberi.

Menurut Surjadi Soedirdja, topik yang didiskusikan dalam
sidang pleno sebelumnya adalah pertanyaan “mengapa pemerintah
lokal/daerah harus terlibat dalam kerja sama internasional”.
Topik itu menarik karena memunculkan dua visi yang berbeda
tentang keterlibatan pemerintah lokal/daerah dalam kerja sama
internasional. Ada yang menyebutkan kerja sama ini perlu, dan ada
pula yang menyatakan tidak perlu. Namun dari hasil debat politik
sehari sebelumnya, sebagian besar peserta menyatakan kerja sama
internasional antarpemerintah daerah diperlukan.

Surjadi Soedirdja menyebutkan, ada dua pendekatan yang
digunakan untuk kerja sama internasional, yaitu berdasarkan asas
manfaat dan asas legalitas. Pada asas manfaat, pemerintah daerah
punya kewenangan berhubungan langsung dengan pihak luar negeri.

Sedangkan pada asas legalitas, pemerintah daerah tidak bisa
langsung berhubungan karena pemda merupakan bagian dari
pemerintahan nasional, sehingga segala sesuatu harus berdasarkan
izin dari pemerintah pusat.

Sidang IULA kawasan Asia Pasifik ini cukup menarik, karena
dari sekitar 100 peserta, 30 di antaranya peserta dari Indonesia
yaitu para wali kota yang datang dari berbagai kota di Indonesia.
Antara lain Wali Kotamadya Tangerang Djakaria Machmud, Wali Kota
Administratiuf Bekasi Kailani, Wali Kotamadya Banjarmasin Sadjoko,
Wali Kota Ternate M. Hasan, Wali Kotamadya Bitung Sarundayang,
Wali Kotamadya Surakarta Soetopo, Wali Lotamadya Yogyakarta Widagdo,
Wali Kotamadya Denpasar Suwendha.

70 persen
Berbagai topik yang dikemukakan dalam Kongres Dunia IULA ini
menyangkut problem yang dihadapi masyarakat dan pemerintah kota.
Kongres IULA ke-32 ini, sebagaimana disampaikan Ketua Panitia Dr
AJE Havermans yang juga Wali Kota Den Haag, pada tahun 2000-an,
sekitar 70 persen dari jumlah penduduk dunia tinggal di kota.
Kongres ini memfokuskan peranan kunci dari kerja sama
internasional pemerintahan kota dalam pengertian global serta
pengembangan politik dan ekonomi.

Konsensus baru tentang kerja sama global mengaitkan Kongres
Dunia IULA dengan konferensi-konferensi internasional lainnya
seperti KTT Bumi di Rio de Janeiro, KTT Dunia tentang
Pengembangan Sosial, dan KTT Kota (Habitat II). Konferensi-
konferensi ini merupakan forum dialog internasional untuk mencari
strategi yang lebih terintegrasi untuk pengembangan dan
kesejahteraan warga kota. *

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s