KOMPAS
Rabu, 06 Sep 1995
Halaman: 8
Penulis: ADHI KSP, ROBERT

SWASTA DIAJAK MEMBENAHI KOTA TUA

* November 1995, Batas Akhir Pemindahan Gudang
Den Haag, Kompas
Pihak swasta diajak ikut membenahi kawasan Kota (Jakarta
Lama), agar bangunan dan gedung tua di sekitar itu tetap indah
dan dapat memancing wisatawan mancanegara dan nusantara. Pembenahan
bangunan tua di Kota berkaitan dengan rencana pengembangan pantai
utara Jakarta.

“Pemda DKI Jakarta menggerakkan dana dari masyarakat swasta.
Kami ingin meyakinkan swasta bahwa bisnis kota tua sudah menjadi
trend dunia dan sangat menguntungkan,” kata Gubernur DKI Jakarta
Surjadi Soedirdja kepada wartawan Kompas Robert Adhi Ksp di Den
Haag, Belanda
, Selasa (5/9).

Menurut Surjadi Soedirdja, pembenahan kawasan Kota menjadi
tempat wisata berkaitan erat dengan rencana reklamasi pantai utara
Jakarta. “Kalau pantainya dibuat indah, masak hinterland-nya tidak
bagus. Jadi Pemda DKI berupaya mewujudkan kawasan Kota menjadi obyek
wisata yang menarik, tanpa harus mengubah bentuk dan arsitektur
bangunan tua di sana,” kata gubernur. Bangunan-bangunan tua di
kawasan Kota bisa dijadikan tempat usaha yang mendukung pariwisata
seperti hotel, toko kamera, toko suvenir, bank.

Sementara itu Wali Kotamadya Jakarta Barat Sutardjianto yang
ditanya Kompas terpisah di Den Haag mengatakan, sejauh ini sudah
tiga investor swasta menanamkan modal untuk merenovasi bangunan
tua menjadi hotel berbintang, yaitu Grup Tamara yang sudah
merenovasi bangunan tua menjadi Hotel Omni Batavia, Grup Panghegar
merencanakan merenovasi Gedung Tjipta Niaga, dan satu swasta lagi
merenovasi gedung tua jadi hotel di Jl Kunir.

Dari 150 bangunan tua di kawasan Kota, 57 di antaranya
dijadikan gudang oleh pemiliknya. “Sepertiga dari 57 gudang itu
sudah pindah ke lokasi lain, dan sisanya diancam disegel,” jelas
Sutardjianto.

Menurut Wali Kotamadya Jakbar, 38 pemilik gudang yang belum
memindahkan gudang ke lokasi lain minta keringanan batas waktu
sampai akhir tahun 1995. “Tapi saya minta batas waktu pemindahan
gudang ditetapkan sampai akhir November 1995,” tandasnya.

Rute dan parkir
Sutardjianto menjelaskan, saat ini Dinas Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan (DDLAJ) DKI Jakarta bersama Pemerintah Wilayah
Kotamadya Jakbar sedang mempelajari pembenahan rute jalan di kawasan
Kota, termasuk pembenahan parkir. Hal ini penting karena kemacetan
di kawasan itu sudah sangat menjengkelkan dan belum terpecahkan
juga.

“Gedung-gedung parkir yang sudah dibangun, harus segera
difungsikan. Parkir di beberapa jalan tertentu seperti Jl Pinangsia
dan Glodok harus dibenahi, supaya Kota Tua tetap nyaman bagi para
turis,” kata Sutardjianto.

Sebenarnya pembenahan kawasan Kota Tua sudah direncanakan sejak
1984, namun pelaksanaannya dimulai sejak Surjadi Soedirdja menjabat
Gubernur DKI Jakarta. Sejak kawasan Kota Tua dibenahi belum lama
ini, banyak turis datang menikmati gedung-gedung tua di sana. Museum
Fatahillah yang dibenahi menjadi lebih cantik, misalnya, sebulan
lalu dijadikan tempat Pemilihan Abang dan None Jakarta 1995.

“Jembatan tua di Kalibesar akan direnovasi oleh pihak swasta dengan
biaya sekitar Rp 350 juta,” jelas Sutardjianto. Ia mengharapkan pada
tahun 1997 pembenahan kawasan Kota Tua sudah terlihat hasilnya. *


Teks Foto:
Ist
KOTA TUA — Kawasan Jalan Toko di tepi Sungai Krukut Glodok, Jakarta
Kota termasuk dalam kawasan Kota Tua. Bangunan di sana dibuat sekitar
tahun 1870. Kini sebagian gedung tua itu masih dengan gaya arsitektur
yang khas.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s