KOMPAS
Sabtu, 02 Nov 1996
Halaman: 17
Penulis: ADHI KSP

LEBIH MURAH KE BALI KETIMBANG KE HAWAII

JUMLAH wisatawan mancanegara asal Jepang yang berkunjung ke
Indonesia melalui pesawat udara tampaknya tetap menempati urutan
pertama. Data Depparpostel menyebutkan, pada tahun 1993 misalnya,
jumlah wisman asal Jepang yang datang ke Indonesia lewat udara
tercatat 347.938 orang (sekitar 16,2 persen dari jumlah wisman
seluruhnya 2.144.301 orang). Pada tahun 1995, jumlah wisman asal
Jepang yang ke Indonesia lewat udara meningkat menjadi 420.516 orang
(atau sekitar 15,6 persen dari jumlah 2,6 juta wisman ke Indonesia
melalui pesawat udara).

Data itu menunjukkan, tujuan wisman Jepang paling utama adalah
Bali. Jumlah wisman Jepang yang tiba di Bandara Internasional Ngurah
Rai Denpasar dalam tiga tahun terakhir ini menunjukkan peningkatan,
dan selalu berada di urutan pertama. Tahun 1993 tercatat 167.286
orang, tahun 1994 naik jadi 216.502 orang, dan tahun 1995 menjadi
218.919 orang.

Sedangkan jumlah wisman asal Jepang yang datang melalui Bandara
Internasional Soekarno-Hatta Jakarta berada di urutan kedua setelah
wisman asal Singapura. Tahun 1993, jumlah wisman Jepang ke Indonesia
melalui Bandara Soekarno-Hatta 175.326 orang, tahun 1994 naik jadi
210.817 orang, namun pada tahun 1995 turun menjadi 193.621 orang.

Kemungkinan besar penurunan ini terjadi setelah maskapai penerbangan
Jepang, Japan Asia Airways (JAA) – masih satu grup dengan Japan
Airlines (JAL)- membuka jalur langsung ke Denpasar.
***

PERANAN maskapai penerbangan Jepang menaikkan jumlah wisman Jepang
ke Indonesia, seperti Japan Asia Airways (JAA) dan Japan Airlines (JAL)
sangat besar. JAA -anak perusahaan JAL- menjalani rute Jepang-Taiwan,
dan beberapa Jepang-Hongkong, dan kini Jepang-Indonesia. Ada beberapa
maskapai penerbangan lainnya yang melayani penerbangan langsung Jepang-
Indonesia seperti JAL (Japan Airlines), ANA (All Nippon Airwyas), dan
Garuda Indonesia.

Namun JAA yang pada tahun 1996 melakukan promosi besar-besaran bagi
warga Jepang yang akan berlibur ke Bali, telah meningkatkan jumlah
penumpang JAA secara drastis (sekitar 87,9 persen) pada enam bulan per-
tama tahun fiskal 1996, dibandingkan tahun lalu.

Menurut Katsuhiro Kimura, Manajer Administrasi, Kantor dan Bandara
Regional Maskapai Japan Airlines yang berkantor di Jakarta, kampanye
yang dilancarkan JAA agar menarik wisman asal Jepang berlibur ke Bali
ini dilakukan dengan pemasangan iklan di televisi, surat kabar dan
majalah terbitan Jepang.

Selain itu, menurut Kimura, JAA juga menerbitkan “Peta dan Kupon
Bali” untuk mendukung kampanye wisata. Selain berisi peta Pulau Bali
berikut lokasi dan nama hotel-hotel, juga ada kupon-kupon diskon bagi
wisman yang akan menginap di hotel atau berbelanja di toko-toko di
Bali.

Kampanye yang dilancarkan JAL-JAA ini berhasil mendongkrak jumlah
wisman asal Jepang itu ke Bali dan Jakarta. Pada periode April-September
1995, jumlah penumpang JAA dari Osaka ke Indonesia (melalui Bandara
Internasional Kansai) tercatat 18.363 orang dengan rincian rute Osaka-
Denpasar 12.725 orang dan rute Osaka-Jakarta 5.640 orang.

Pada periode April-September 1996, jumlah penumpang JAA ke Indonesia
naik menjadi 30.561 orang dengan rincian rute Osaka-Denpasar 23.911
orang, dan sedangkan untuk rute Osaka-Jakarta 6.650 orang. Itu baru
JAA yang selama 21 tahun beroperasi belum pernah mengalami kecelakaan.

Bagaimana dengan JAL yang terbang dari Tokyo ke Indonesia? Pada
periode April-September 1995, jumlah penumpang JAL ke Indonesia dengan
rute Tokyo-Denpasar tercatat 13.748 orang, sedangkan yang menggunakan
rute Tokyo-Jakarta tercatat 25.426 orang. Pada periode yang sama untuk
tahun 1996, jumlah penumpang JAL dari Tokyo-Denpasar tercatat 26.639
orang, dan dari Tokyo-Jakarta tercatat 27.192 orang.

Mulai 1 November 1996, JAA membuat jadwal penerbangan musim dingin.
EG 221 terbang dari Bandara Kansai Osaka pukul 12.10, tiba di Denpasar
pukul 18.00, kemudian melanjutkan penerbangan ke Jakarta pukul 21.35,
dan dengan EG 222, JAA berangkat lagi ke Bandara Kansai Osaka, tiba
dengan waktu setempat pukul 06.00 pagi.

Penerbangan dari Jakarta dengan EG 222 tiba di Osaka pagi hari pukul
06.00 adalah penerbangan penghubung terbaik yang digunakan oleh penduduk
yang tinggal di Tokyo, Yokohama dan Kamakura karena mereka dapat menggu-
nakan penerbangan langsung ke Bandara Haneda yang berada di pusat kota
Tokyo langsung dari Bandara Kansai, dibandingkan jika mereka tiba pagi
hari di Bandara Narita yang membutuhkan waktu dua jam untuk dapat tiba
di pusat kota Tokyo.

Sedangkan JAL yang terbang setiap hari dari Bandara Narita Tokyo(JL
725) mulai pukul 10.50, tiba di Jakarta pukul 16.25, berangkat lagi ke
Denpasar pukul 17.35. Dari Denpasar, JL 726 berangkat ke Jakarta pukul
21.55, tiba pukul 22.35. Menjelang tengah malam, JL 726 menuju Bandara
Narita Tokyo dan tiba di sana pukul 08.40 waktu setempat.

Peranan maskapai penerbangan Jepang, JAA dan JAL menarik wisman
Jepang ke Indonesia harus diakui sangat besar. “Kami berusaha untuk
menarik lebih banyak lagi orang Jepang berlibur ke Indonesia, selain
untuk kepentingan bisnis,” kata Kimura. JAA memiliki satu B-747-100,
dua B-747-200, satu B-747-300 dan empat DC-10-40, dengan 400 awak
pesawat.

Pengamatan Kompas di Bandara Kansai dan Bandara Ngurah Rai akhir
pekan lalu menunjukkan, banyak wisman Jepang yang menikmati liburan
mereka di Bali. Mereka ini anak-anak muda Jepang yang gemar berolahraga
selancar angin maupun yang suka travelling. Ketika pesawat JAA singgah
di Jakarta, wajah mereka yang akan pulang ke Jepang setelah menikmati
liburan di Bali tampak kelelahan. Sejak kecil, anak-anak muda Jepang
sudah terbiasa travelling. Ini terlihat di Bandara Kansai. Anak-anak
sekolah berseragam berdiri antre, mengurus tiket.

Kebiasaan orang Jepang melakukan travelling sejak usia muda ini
tampaknya dimanfaatkan maskapai penerbangan setempat untuk menjaring
mereka menikmati liburan ke Indonesia, khususnya Bali yang eksotis.
Bagi orang Jepang, berlibur ke Bali dinilai lebih murah dan lebih
dekat ketimbang harus ke Hawaii. (ksp)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s